Minggu 08 Maret 2020, 01:30 WIB

Muhammad Alfatih Timur: Jembatan untuk Gotong Royong Kebaikan

Bus/M-1 | Weekend
Muhammad Alfatih Timur: Jembatan untuk Gotong Royong Kebaikan

MI/SUMARYANTO BRONTO
Muhammad Alfatih Timur

PEMUDA-PEMUDI menggalang dana dengan menyodorkan kotak di jalanan memang bukan pemandangan baru. Sejak dulu dan kini pun aksi yang dilakukan, baik oleh mahasiswa maupun komunitas anak muda itu tidak jarang membuat kesal.

Meski niat mereka mungkin mulia, tidak jarang aksi itu dilakukan tanpa memperhitungkan ketertiban umum. Selain itu, keakuratan penyalur­an dana juga dipertanyakan karena tidak ada cara untuk melihat pembuktiannya.

Tidak mengherankan jika orang kerap bersikap sinis terhadap penggalangan dana jalanan ini. Pengalaman tidak enak karena dipandang curiga seperti itu juga dialami Muhammad Alfatih Timur kala berkuliah dulu.

“Pas mahasiswa dulu saya sering galang dana di pinggir jalan dengan kotak amal di lampu merah. Waktu itu untuk bencana alam, tapi orang kadang tidak terlalu percaya dengan apa yang kita lakukan ini. Ini beneran enggak sih? Banyak pendapat dengan nada sinis sering kami dapat dari orang-orang. Kemudian, saya bandingkan dengan skema penggalangan dana di luar negeri. Ternyata waktu itu di luar negeri sudah ada crowdfunding platform, sudah banyak platform di luar negeri yang bisa menghubungkan antara orang yang mau berbagi dan orang yang butuh,” tutur pria yang saat berkuliah sempat menjabat Ketua Departemen Kemahasiswaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) dan juga menjabat serupa di BEM UI.

Lulus dari kuliah, minat pria kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat, 12 Desember 1991, itu, pada aktivitas penggalangan dana berlanjut. Terlebih, dia sejak kuliah banyak mendapat bimbingan soal bidang social entrepreneurship atau kewirausahaan sosial dari dosennya, Prof Rhenald Kasali.

Setelah banyak mengumpulkan referensi dari luar negeri, pada 2013, ia meluncurkan Kitabisa.com. “Jadi, waktu itu kita buatlah ­Kitabisa.com yang fungsinya sebenarnya untuk menjembatani orang yang mau berbagi itu sih,” terang pemuda yang biasa dipanggil Timmy ini.
Dapat dikatakan Kitabisa.com merupakan platform penggalangan dana pionir di Indonesia. Timmy mengungkapkan jika kendala di awal usaha cukup besar.

“Jadi, waktu itu pelan-pelan kita coba membukti­kan, ya, kalau ada penggalangan dana kita pela­porannya transparan, kita pastikan juga orang kalau donasi nyaman dan yakin bahwa itu tersampaikan.”

Hingga saat ini, Kitabisa.com, telah berhasil menjaring donasi dari 2,5 juta orang dengan nilai total yang sudah tersalurkan mencapai Rp600 miliar.  (Bus/M-1)

Baca Juga

AFP/Mark RALSTON

Ayo, Main Bersama Hewan Kesayangan untuk Mengusir Bosan di Rumah

👤Galih agus Saputra 🕔Minggu 05 April 2020, 08:10 WIB
Mereka bahagia karena ada seseorang yang akan menghabiskan banyak waktu...
MI/Heryus Saputro Samhudi

Ondel-Ondel Betawi, Warisan Budaya yang Kini Telantar di Jalan

👤Heryus Saputro Samhudi 🕔Minggu 05 April 2020, 06:45 WIB
Ondel-ondel, warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia dan ikon budaya Kota Jakarta sekaligus kebanggaan orang Betawi,  ngamen masuk...
Dok. Katonvie

Delapan Sudut Kreasi dalam Selembar Hijab Katonvie

👤(Try/M-1) 🕔Minggu 05 April 2020, 06:35 WIB
HIJAB scarf segi empat banyak dikenakan wanita muslim karena selain ringkas, juga bisa dikreasikan bentuknya untuk mempercantik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya