Minggu 08 Maret 2020, 06:00 WIB

Kapau untuk Selera Milenial

Fetry Wuryasti | Weekend
Kapau untuk Selera Milenial

MI/RAMDANI
Menu Rumah Makan Nasi Kapau Sodagar di Jakarta, Rabu (4/3/2020).

MESKI datang dengan tiga anak kecil, kedua ibu itu tertib mengantre untuk memilih makanan sendiri di rumah makan asal Minang tersebut. Sebagaimana konsep nasi kapau lainnya, Nasi Kapau Sodagar yang terletak di Jalan Panglima Polim IX, Jakarta, itu memang tidak menyajikan makanan langsung di atas meja. Hal itulah yang sekaligus menjadi pembeda utama gaya sajian antara nasi kapau dan nasi padang yang sama-sama berasal dari Sumatra Barat.

Tidak sekadar mengikuti tren resto nasi kapau belakangan ini, Nasi Kapau Sodagar menawarkan pembeda lewat interior yang modern. Hal itu terlihat dari ornamen-ornamen panel lingkaran dengan gambar-gambar ikonis khas Minang, di antaranya gambar rumah gadang, kerbau, dan motif-motif kain khas daerah tersebut.

Cahaya lampu yang muncul di belakang panel-panel itu menambah kesan hangat dan menarik pada dinding yang sudah dilapisi dengan panel kayu lainnya, memberi efek dinding anyaman. Meski begitu, keseluruhan suasana resto juga tidak berat dan tua karena bangku-bangku yang tersedia bergaya minimalis khas resto cepat saji.

Tri Hendra Widadi, salah satu pendiri Nasi Kapau Sodagar, mengatakan resto yang berdiri sejak Desember 2019 itu memang sengaja mengangkat gaya milenial-modern yang tidak meninggalkan khas tradisionalnya. Restoran ini hadir di kawasan Jakarta Selatan.

Diinisiasi dari sekelompok pertemanan berdelapan orang, tema nasi kapau dipilih karena mereka sama-sama menyukai nasi padang dan juga mayoritas mereka berasal dari Sumatra Barat.

Namun, karena nasi padang sudah umum, akhirnya tercetus membentuk bisnis yang disukai, sesuatu yang berbeda, yaitu nasi kapau. Konsep Nasi Kapau Sodagar terbentuk karena melihat segmen makanan bisa dinikmati segala usia.

“Kami ingin mengubah stigma orang dari nasi kapau yang biasanya terkesan kumuh dan kurang bersih menjadi rumah makan yang lebih mo­dern, cocok untuk kaum milenial, keluarga, dan nyaman untuk seluruh pengunjung,” jelas Hendra di Jakarta, Rabu (4/3).

Itu karena di daerah asalnya, Bukittinggi, Sumatra Barat, nasi kapau biasanya hadir di pasar ataupun warung-warung kecil kaki lima dengan susunan panci-panci besar berisi masakan.
Pada nasi kapau, penyajian dalam satu piring nasi biasanya di­sertai dengan tiga atau lebih lauk, di antaranya, sayur, gulai, balado, dan goreng.

Memasang target market pada keluarga masa kini juga milenial, rumah makan ini menampilkan interior yang modern dan dirancang untuk kenyamanan. Mereka tetap menghadirkan suasana Minang pada dinding restoran dan beberapa musik Minang yang lembut.

Rumah makan ini memiliki dua ruang VIP yang masing-masing bisa diisi 8-10 orang, kemudian area makan yang bisa sambil merokok, dan ruang AC bebas asap rokok. Secara total, restoran ini mampu menyediakan hingga 100 seat.

Salah satu owner, Dimas Adi Prayudi, mengatakan tiap hari mereka menyajikan sekitar 30 varian makanan Minang. Makanan tersebut diolah dengan bumbu gulai, rendang, balado, dan bakar. “Ada beberapa perbedaan nasi padang dengan nasi kapau,” kata Dimas.

Aneka gulai

Beberapa makanan khas kapau yang tidak ada di warung padang umumnya, seperti gulai kapau, gulai tambusu, telur/talua barendo, dan dendeng batokok.

Gulai kapau berupa kuah gulai yang lebih cair dengan isian nangka muda, kacang panjang, dan kol. Rasanya tidak cukup gurih memang, malah cenderung sedikit asam karena biasanya kuah ini akan dituang ke atas nasi dan bercampur dengan sambal dan kuah lainnya.

Kekhasan lauk pada nasi kapau tentu ada pada gulai tambusu, berupa usus sapi yang di dalamnya diisi campuran telur dan tahu. Usus sapinya yang tipis dicuci begitu bersih sehingga tidak ada bau amis dari masakan ini.

Teksturnya mirip seperti pepes tahu, tapi kering. Pengolahannya membuat gulai ini tidak masam untuk disajikan hingga sore hari.

Lauk khas lainnya ada pada gulai gajebo, berupa bagian leher sapi yang berlemak. Rasanya kenyal, tapi cukup padat karena masih ada sedikit da­ging yang menempel. Gulai ini diberi kuah yang rasanya gurih dan sedikit pedas.

Mereka juga menyajikan telur/talua barendo, yaitu telur dadar berisi telur bebek dan ayam yang kemudian dikocok bersama rempah-rempah dan tepung sehingga rasanya menjadi garing. Satu porsinya cukup besar untuk dimakan sharing dua orang.

Pada lauk daging, tentu tidak asing mendengar dendeng batokok atau lado hijau. Berbeda dari dendeng balado yang biasanya lebih crispy, dendeng batokok dibuat masih sedikit lebih tebal sehingga empuk dan serat dagingnya mudah disuwir.

Dendeng ini disiram dengan sambal cabai hijau, yang rasa pedas dan asinnya pas. Mereka menggunakan teri-teri kecil untuk membuat sambal cabai hijau ini ada samar-samar rasa asin.
Namun, untuk sambal cabai merah, cenderung terlalu kering dan diulek kasar. Untuk tamu yang tidak suka rasa pedas, akan cocok dengan sambal cabai merah ini.

Nasi Kapau Sodagar juga menggunakan beberapa bumbu dan bahan makanan yang langsung dibawa dari Bukittinggi, daerah tempat asal nasi kapau, yaitu Kabupaten Agam. Didatangkan langsung dari Sumatra Barat juga dilakukan untuk kerupuk kulit, kerupuk rambak, dan bahan rendang ubi.

Dari sisi harga, lauk berupa nasi, sayur, dan talua barendo dibanderol Rp25 ribu, sementara untuk lauk berupa ayam, ikan, atau daging jelas lebih mahal. Bahkan, satu kepala kakap balado sebesar telapak ta­ngan seharga Rp120 ribu. Bagi yang bingung memilih lauk dengan banyaknya pilihan, restoran ini menyediakan saran untuk paket full kapau experience seharga Rp53 ribu berisi nasi kapau berupa nasi dengan gulai kapau, rendang ubi, gulai tambusu, talua barendo, dan kerupuk kulit.

Sedikit tips bila makan di tempat. Karena penyajiannya memilih makanan dan membayar langsung, sering kali tamu tidak mendapat cukup kuah untuk membanjiri nasi, sedangkan nasi kapau cenderung lebih pera untuk kemudian disiram aneka kuah. Namun, untuk kembali ke depan pras­manan meminta kuah juga banyak yang merasa sungkan.

Maka, disarankan untuk meminta kuah atau dengan lauk terpisah di piring kecil sehingga tamu bisa menakar dan menambahkan kuahnya ke atas nasi sesuai selera. (M-1)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

Gatesnotes.com

Rekomendasi Bacaan #DiRumahAja dari Buku Favorit Bill Gates

👤Bagus Pradana 🕔Selasa 07 April 2020, 15:00 WIB
Buku Why We Sleep dikatakan Bill Gates membuatnya mengubah pola...
Patrick Meinhardt /AFP

Terbukti, Anak-anak Lebih Tahan Terhadap Virus Korona

👤Galih Agus Saputra 🕔Selasa 07 April 2020, 11:50 WIB
Kebayakan dari mereka juga tidak memerlukan perawatan intensif di rumah sakit, bahkan kecil kemungkinannya meninggal...
AFP

Supermoon Akan Temani Anda Malam Ini

👤Bagus Pradana 🕔Selasa 07 April 2020, 11:04 WIB
Masih ada beberapa rangkaian supermoon lagi pada tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya