Sabtu 07 Maret 2020, 11:05 WIB

Menghidupkan Pariwisata Pasca Merebaknya Korona

mediaindonesia.com | Humaniora
Menghidupkan Pariwisata Pasca Merebaknya Korona

DOK BPJS Kes

 

Perhelatan konferensi tingkat tinggi jaminan sosial dunia yang akan diselenggarakan di Bali, September 2020 mendatang, diharapkan mampu menghidupkan kembali sektor pariwisata di Indonesia pasca wabah virus korona. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris saat audiensi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia terkait penyelenggaraan The 1st International Conference on Management of Social Security, Jumat (06/03).

"Tentu saja dengan harapan dalam waktu satu sampai dua bulan ke depan, vaksin dan obat anti virus Covid-19 sudah ditemukan", ujar Fachmi.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, International Social Security Association (ISSA) sebagai asosiasi jaminan sosial sedunia, mempercayakan Indonesia dalam hal ini BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi Internasional bagi para pimpinan (CEO) dan senior manager program jaminan sosial (social security) sedunia. 

“Kami berharap, terselenggaranya KTT ini dapat mendorong sektor pariwisata dan meyakinkan pada dunia bahwa Indonesia siap dan aman dikunjungi khususnya pasca wabah virus corona. KTT ini juga membuktikan kepercayaan dunia akan jaminan sosial di Indonesia,” kata Fachmi. 

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Wishnutama mengungkapkan, dukungannya akan terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap melalui KTT akan membuat warga dunia mau kembali berkunjung ke Indonesia. “Tentu kami siap support. Untuk dapat mempersiapkan sebaik mungkin," kata Wishnutama. 

Dalam audiensi tersebut, juga hadir Kepala BPKP Bahlil Lahadahlia. KTT internasional ini juga diharapkan akan mendorong gairah investasi Indonesia. Rencananya perwakilan 150 negara anggota ISSA akan hadir dalam KTT ini. 

Fachmi menambahkan Indonesia kini telah menjadi salah satu barometer utama di dunia dalam hal pengelolaan jaminan sosial khususnya di bidang kesehatan. Kehadiran Program JKN-KIS juga memberikan kontribusi perekonomian Indonesia khususnya perkembangan industri kesehatan.

Kontribusi total Program JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia di 2016 mencapai Rp152,2 triliun. Pada 2021 kontribusinya diperkirakan meningkat sampai Rp289 triliun. Program JKN-KIS juga meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia sampai 2,9 tahun. Di tahun 2016 kehadiran Program JKN-KIS telah menyelamatkan 1,16 juta orang dari kemiskinan. 

Tak hanya itu, JKN-KIS juga telah melindungi 14,5 juta orang miskin dari kondisi kemiskinan yang lebih parah. Di Era Presiden Jokowi, JKN KIS juga berkontribusi menyumbang 13-14% dari total penurunan ketimpangan kelompok kaya dan kelompok miskin atau Gini Ratio. (RO/OL-10)

Baca Juga

MI

Pemerintah Jamin Bantu Calon Mahasiswa Terdampak Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 08 April 2020, 15:53 WIB
Pemerintah memberi kesempatan kepada calon mahasiswa yang kondisi perekonomiannya terdampak akibat covid-19 untuk diikutsertakan dalam...
Antara

KLHK Giatkan Upaya Pencegahan dan Penanganan Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 08 April 2020, 15:39 WIB
Realokasi anggaran tersebut bersumber dari belanja paket meeting dalam kota, paket meeting luar kota, perjalanan dinas dalam kota, dan...
MI/ANDRI WIDIYANTO

BPOM Percepat Izin Penyediaan Obat, Jamu, dan Suplemen

👤Ihfa Firdausya 🕔Rabu 08 April 2020, 14:54 WIB
BPOM, lanjut Penny, terus berkomunikasi dengan otoritas obat internasional supaya percepatan bisa kita lakukan tanpa mengabaikan aspek...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya