Sabtu 07 Maret 2020, 10:00 WIB

Menlu AS Terus Sebut Covid-19 Sebagai Virus Wuhan

Basuki Eka Purnama | Internasional
Menlu AS Terus Sebut Covid-19 Sebagai Virus Wuhan

AFP/David Dee Delgado/Getty Images
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo

 

VIRUS korona mendapatkan nama baru dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo yaitu Virus Wuhan meski aksi itu mendapatkan protes keras dari pemerintah Tiongkok.

Untuk hari kedua secara beruntun, Pompeo, Jumat (6/3), menyebut Covid-9 sebagai virus Wuhan atau virus korona Wuhan, mengacu pada kota di Tiongkok tempat virus itu pertama kali ditemukan.

Dalam wawancara dengan CNBC mengenai kesuksesan Beijing menanggapi wabah virus korona, Pompeo menjawab, "Hari ini, saya dengan senang memuji keberhasilan Partai Komunis Tiongkok. Namun, harus diingat, penyebab wabah itu adalah virus korona Wuhan."

Sebelumnya, dalam konferensi pers pada Kamis (5/3), Pompeo mengumumkan bahwa AS menyiapkan dana bantuan sebesar US$37 juta untuk negara yang terkena wabah 'virus Wuhan'.

Baca juga: Antisipasi Virus Korona, Vatikan Ubah Jadwal Paus Fransiskus

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian dalam konferensi pers mengatakan penggunaan isitilah virus Wuhan dan virus Tiongkok adalah sikap yang tidak bertanggung jawab.

"Dengan menyebut virus itu sebagai virus Tiongkok mengacu pada asal virus itu tanpa fakta atau bukti. Sejumlah media memang ingin Tiongkok disalahkan. Wabah ini adalah masalah dunia," tegas Zhao.

Zhao bersikeras bahwa tidak ada bukti yang memastikan bahwa virus itu berasal dari Tuongkok/

Covid-19 pertama kali dilaporkan pada akhir Desember di Wuhan, Tiongkok denhan ilmuwan meyakini virus itu ditularkan ke manusia di sebuah pasar yang menjual hewan liar untuk dikonsumsi.

Pompeo membantah pernyataan Tiongkok bahwa virus itu bisa jadi tidak berasal dari Tiongkok.

"Saya puas dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah Tiongkok namun tidak dengan bantahan mereka bahwa virus itu beasal dari Wuhan," ujar Pompeo.

"Kami yakin dari mana virus itu berasal dan yakin bahwa ada informasi yang bisa dibagikan lebih cepat sehingga penanganan masalah ini bisa lebih baik," imbuhnya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalam arahan yang dirilis pada Februari lalu untuk negara di dunia dan media memperingatkan bahwa penggunaan virus Wuhan akan menyebabkan stigmatisasi terhadap warga Tiongkok.

"Pemberian resmi ini dilakukan dengan sengaja untuk menghindari stigmatisasi. Co berarti korona, vi untuk virus, d untuk disease (penyakit). Sementara 19 untuk waktu munculnya penyakit itu pada 2019," ungkap WHO dalam keterangan resmi mereka. (AFP/OL-1)

 

Baca Juga

AFP

Pemilu Ulang Kyrgyzstan Digelar Desember

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 18:06 WIB
Pemungutan suara sebelumnya dibatalkan karena kerusuhan yang berujung pada pengunduran diri oleh Presiden...
AFP/Eva Hambach

Lima Warga Korea Selatan Meninggal setelah Disuntik Vaksin Flu

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 15:39 WIB
Para pejabat bulan lalu mengumumkan rencana untuk mendapatkan 20% lebih banyak vaksin flu untuk musim dingin daripada tahun...
Dita ALANGKARA/POOL/AFP)

PM Jepang: Selesaikan Konflik Laut China Selatan secara Damai

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 15:25 WIB
Yoshihide Suga menekankan bahwa Jepang menolak semua tindakan dan gerakan yang meningkatkan ketegangan di Laut China...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya