Sabtu 07 Maret 2020, 08:35 WIB

Keris Diponegoro Akhirnya Kembali

Nur Aivanni | Nusantara
Keris Diponegoro Akhirnya Kembali

Museum Nasional/Tim MI
Perjalanan Kembalinya Keris Pangeran Diponegoro

 

PEMERINTAH Belanda a­khirnya mengembalikan keris pusaka peninggalan Pangeran Diponegoro yang sempat dinyatakan hilang. Keris Kiai Naga Siluman itu merupakan satu dari sekian barang milik Pangeran Diponegoro yang dijanjikan dikembalikan ke pemerintah Indonesia sejak 1975.

Menteri Kebudayaan Belanda Ingrid van Engelshoven menyerahkan keris tersebut kepada Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, pada Kamis (5/3). Butuh waktu dua tahun pencarian untuk menemukan keris itu di antara ribuan koleksi Museum Etnologi (Museum Volkenkunde) di Leiden.

“Keris itu sangat penting bagi Indonesia. Diponegoro ialah pahlawan nasional kami. (Keris) ini adalah atribut pangeran untuk menyatakan statusnya,” kata Fery Iswandy, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Den Haag, seperti dikutip dari The Guardian, kemarin.

Pada 1830, Diponegoro dilaporkan menyerahkan keris tersebut kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hendrik Merkus de Kock. Selanjutnya sejak 1831 keris itu menjadi koleksi kerajaan yang disimpan di Museum Etnologi.

Pada saat Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1949, ada kesepakatan yang menyatakan pengembalian barang-barang Diponegoro. Perjanjian itu ditandatangani pada 1968 dan pengembalian dilakukan pada 1975. Namun, ketika pelana, tombak, dan payung milik Diponegoro dikembalikan, keris itu tidak termasuk yang dikembalikan.

Selain Museum Etnologi, Museum Bronbeek di Arnhem mungkin juga menyimpan salah satu barang milik Diponegoro. Namun, Direktur Museum Bronbeek, Pauljac Verhoeven, mengatakan hal itu masih dalam penelitian lebih lanjut.

“Kami belum bisa memastikan barang apa. Itu hanya sebagian kecil. Akan tetapi, jika mengetahuinya, kita akan mengembalikannya,” ujarnya.

Kepala Museum Nasional Siswanto mengatakan keris pusaka peninggalan Pangeran Diponegoro itu akan disimpan di Museum Nasional.

“Iya, bahkan kita sudah rancang untuk pameran, tapi waktunya kapan menunggu perintah,” tandasnya, kemarin.

Siswanto mengungkapkan keris itu juga akan dipamerkan bersama sekitar 1.500 benda budaya atau artefak Indonesia yang sebelumnya juga dikembalikan Belanda.

“Itu bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat. Sementara akan kami pamerkan dengan mengurasi terlebih dahulu. Tidak mungkin 1.500 kita pamerkan. Kurator akan mengambil tema-tema tertentu kemudian dipamerkan, biar pengunjung yang menikmati puas,” terangnya.

Banyak di luar negeri

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menyambut gembira inisiatif Belanda mengembalikan benda bersejarah tersebut.

Namun, dia mengungkapkan jumlah peninggalan sejarah Indonesia yang berada di luar negeri, terutama di Eropa, sebenarnya masih sangat banyak.

“Untuk waktu yang cukup lama orang Eropa, Belanda, dan Inggris ada di sini. Selama keberadaan mereka di sini cukup banyak barang yang dikumpulkan dan kemudian dibawa ke sana. Jumlah persisnya saya tidak bisa sebutkan,” kata Hilmar, tadi malam.  (Aiw/X-10)

Baca Juga

MI/Arnoldus Dhae

Pantai Kuta Ditutup Total

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 04 April 2020, 18:25 WIB
Menurut Oka Adnyana, masih ada saja turis datang. Namun petugas sudah memasang pengumuman di depan pintu masuk, tepatnya di pintu gerbang...
Antara

Pemprov DIY Siapkan Makam Pasien Korona di Sleman dan Bantul

👤Ardi Teristi 🕔Sabtu 04 April 2020, 18:21 WIB
Ia mengungkapkan, jenazah covid-19 tidak membahayakan dan tidak menularkan kepada orang lain apabila diperlakukan sesuai...
Antara

Kajari Bantul dan 2 Warga DIY Sembuh dari Virus Korona

👤Ardi Teristi 🕔Sabtu 04 April 2020, 18:18 WIB
Selain itu, kasus nomor 9, laki-laki 4 bulan warga Kulonprogo, dan kasus nomor 11, laki-laki 55 tahun warga Gunungkidul, juga dinyatakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya