Sabtu 07 Maret 2020, 08:15 WIB

AS Blokade Usulan Gencatan Senjata Suriah di DK PBB

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
AS Blokade Usulan Gencatan Senjata Suriah di DK PBB

AFP/STR
Pasukan Suriah berkumpul di Kota Saraqib di barat laut Provinsi Idlib, Suriah.

 

AMERIKA Serikat (AS) memblokade pengadopsian pernyataan Dewan Keamanan PBB, Jumat (6/3), yang mendukung gencatan senjata Suriah yang ditengahi Rusia dan Turki. Hal itu diungkapkan para diplomat menyusul pertemuan tertutup.

"Ini terlalu dini," kata Amerika Serikat saat menolak pernyataan duta besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia yang meminta 14 negara anggota lainnya untuk setuju, menurut para diplomat.

Provinsi Idlib yang dilanda gempuran intensif oleh rezim Suriah yang didukung Rusia relatif tenang pada Jumat (6/3) langitnya bebas dari pesawat tempur untuk hari pertama dalam beberapa bulan.

Hal itu setelah kesepakatan gencatan senjata yang dicapai Presiden Recep Tayyip Erdogan dan timpalannya dari Rusia Vladimir Putin.

"Ada banyak pertanyaan tentang bagaimana cara kerja gencatan senjata dalam praktiknya, siapa yang akan memantaunya, apa yang terjadi di sebelah barat Aleppo dan secara kritis pemerintah Suriah secara resmi apakah telah menekennya?" kata Duta Besar Inggris Karen Pierce.

Baca juga: Konflik di Idlib Mereda setelah Gencatan Senjata

Rekannya dari Jerman, Christoph Heusgen, menggemakan sentimen tersebut, dengan menyatakan, "Kita harus melihat apakah ini akan berhasil."

"Kami prihatin dengan jutaan orang yang menderita di sana dan kami (ingin) melihat gencatan senjata ini mengarah ke semacam zona aman tempat orang dapat kembali dan mereka dapat bertahan hidup," tambahnya.

Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan pada Jumat (6/3) bahwa ia senang dengan gencatan senjata selama panggilan telepon dengan Putin.

Menurut para diplomat, Moskow mengisyaratkan mereka dapat menentang pengesahan perjanjian perdamaian AS-Taliban di Dewan Keamanan menyusul oposisi AS terhadap gencatan senjata Rusia-Turki.

Konflik Suriah, yang akan memasuki tahun ke-10, telah menewaskan lebih dari 380.000 orang dan mengakibatkan setengah dari populasi negara itu mengungsi.

Turki sejauh ini menjadi negara terbanyak yang menampung pengungsi Suriah. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP

Kondisinya Membaik, Boris Johnson Keluar dari ICU

👤Rudy polycarpus 🕔Jumat 10 April 2020, 02:51 WIB
Juru bicara Johnson mengatakan, meski demikian Boris tetap belum bisa meninggalkan RS St Thomas,...
Antaranews.com

Menag Malaysia Bantu TKI di Cyberjaya

👤Antara 🕔Jumat 10 April 2020, 00:30 WIB
Warga kurang mampu tersebut turut menerima bantuan dari Tabung Musa'adah Covid-19 untuk memastikan keselamatan mereka tidak diabaikan...
AFP/ANGELA WEISS

799 Orang Meninggal dalam Satu Hari di New York

👤Widhoroso 🕔Kamis 09 April 2020, 23:55 WIB
Penutupan sekolah-sekolah dan sebagai pusat-pusat bisnis di New York akan diperpanjang untuk memutus penyebaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya