Jumat 06 Maret 2020, 22:50 WIB

Kerap Dipanggil Polisi dan Jaksa, PPK Lembata Mengundurkan Diri

Alexander P Taum | Nusantara
Kerap Dipanggil Polisi dan Jaksa, PPK Lembata Mengundurkan Diri

MI/Alexander P Taum
PPK saat menemui Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur

 

SEDIKITNYA 17 pejabat pemerintah di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menemui Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur guna menyampaikan pengunduran diri sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kelompok kerja di sejumlah proyek pemerintah.

Mereka bekerja di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perhubungan, dan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Alasan pertama mereka mengajukan pengunduran diri ialah karena sudah merasa tidak nyaman dalam mengendalikan kontrak berdasarkan pengalaman sebagai PPK pada tahun-tahun sebelumnya dan saat ini.

Baca juga: Tokoh Agama di Nagekeo Minta Judi Berkedok Pasar Malam Ditutup

Salah seorang PPK Rut Lazaren mengaku, para PPK kerap dipanggil untuk diperiksa berkaitan proyek meski masih dalam tahap pemeriksaan.

Selain itu, beberapa PPK kerap dipanggil dan dimintai keterangan oleh dua aparat penegak hukum sekaligus yakni kejaksaan dan kepolisian.

Alasan kedua, beban tugas dan tanggung jawab, serta risiko hukum yang dihadapi dalam mengendalikan kontrak tidak seimbang dengan honorarium yang dianggarkan.

Alasan berikut, tidak adanya anggaran yang disediakan untuk membiayai peningkatan SDM para Pejabat Pembuat Komitmen.

Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur mengatakan, akan menindaklanjuti pengunduran diri PPK itu.

"Bakal ada kekosongan PPK karena kalian sudah mengundurkan diri. Kalian jangan pegang kertas lagi kecuali yang sifatnya konsultatif. Tinggal selangkah lagi, pencabutan SK. Nah pencabutan SK menunggu saya bicara dengan Kapolda. Kalau Kapolda juga tidak tanggapi, saya setopkan saja, saya laporkan ke Presiden," ujar Sunur.

Sunur mengaku mengetahui pemanggilan para PPK oleh aparat penegak hukum. Hanya saja, dirinya tidak dapat mengintervensi.

"Nah kebetulan ada pernyataan mengundurkan diri ini, saya akan bertemu
Kapolda secepatnya," ujar Sunur.

Pengunduran diri oleh seluruh PPK tersebut, menurut Sunur, sangat mengganggu percepatan pembangunan sebagaimana ditegaskan Presiden Joko Widodo. (X-15)
 

Baca Juga

MI/Kristiadi

Motif Pencuri Mobil Mantan Kapolda, Cuma Ingin Pamer

👤Kristiadi 🕔Selasa 07 April 2020, 08:37 WIB
Pelaku usai mencuri mobil, menggunakan hasil curiannya ini untuk bergaya dan pamer kepada teman-teman...
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Satu Lagi Pasien PDP di Manggarai Barat Meninggal

👤John Lewar 🕔Selasa 07 April 2020, 08:12 WIB
Pasien berinsial INW, 83 merupakan PDP asal Dompu Tente, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat yang meninggal di RS Siloam, tinggal di Serenaru,...
ANTARA/ABRIAWAN ABHE

Antisipasi Banjir, Pintu Air Bendungan Bili-bili Dibuka

👤Lina Herlina 🕔Selasa 07 April 2020, 07:28 WIB
Pembukaan pintu air dilakukan karena curah hujan yang tinggi di hulu Sungai Jeneberang, sehingga mengakibatkan debit air Bendungan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya