Jumat 06 Maret 2020, 22:27 WIB

Pasien Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso Ditangani 6 Dokter Paru

Antara | Humaniora
Pasien Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso Ditangani 6 Dokter Paru

Antara/Aditya Pradana Putra
Ruang isolasi di RSPI Sulianti Saroso

 

PASIEN positif virus korona Covid-19 di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso ditangani oleh 6 dokter spesialis paru yang bekerja secara tim.

"Kami punya tim dokter spesialis paru, ada enam. Memang enggak enam-enam (terjun untuk satu pasien), tapi satu-satu dulu dan kerja semua kerja tim," kata Dyani Kusumowardhani, Direktur Medik dan keperawatan RSPI Sulianti Saroso di Jakarta, Jumat.

Dokter spesialis paru itu juga bekerja sama dengan dokter lainnya, misalnya seperti dokter spesialis gizi, dokter spesialis rehabilitasi medis, dan dokter spesialis penyakit dalam apabila diperlukan konsultasi untuk gejala penyakit yang lain.

Enam dokter itu, kata Dyani, mulai bekerja ketika pasien suspect Covid-19 dirujuk oleh rumah sakit lain.

"Kalau (pasien) rujukan dari luar, pasien itu tidak lewat instalasi gawat darurat lagi. Langsung masuk ruang isolasi, akan ditangani oleh tim yang disebut tadi," kata Dyani.

Baca juga : Terkait Korona, 548 Orang Dalam Pantauan RSPI Saroso

Tugas mereka yang pertama adalah mengambil sampel cairan dari tenggorokan pasien untuk diuji di laboratorium penelitian dan pengembangan kesehatan.

Selain itu, pengecekan juga dilakukan dengan mengambil sampel darah, foto rontgen, dan standar pengecekan lainnya.

Mereka yang melakukan pengecekan di dalam ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso diharuskan memakai pakaian pelindung diri dari penyakit menular.

"Semua petugas medis yang menangani pasien harus memakai alat perlindungan diri yang lengkap, seperti yang disebut baju astronot itu. Karena kita enggak kontak langsung dengan pasien karena ada risiko untuk tertular, maka harus memakai itu," kata Dyani.

Semua petugas medis dan dokter yang dimiliki RSPI juga difasilitasi dengan antibodi berupa multivitamin yang lengkap sehingga mampu menjaga kebugaran mereka yang bertugas.

"Kami memberikan semua karyawan kami peningkatan daya tubuh seperti vitamin," kata Dyani. (Ant/OL-7)

 

Baca Juga

ANTARA/AHMAD SUBAIDI

Demam Berdarah masih Harus Diwaspadai

👤Media Indonesia 🕔Rabu 01 April 2020, 02:30 WIB
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan agar masyarakat tidak hanya terpaku pada pandemi covid-19, tapi juga tetap mewaspadai ancaman...
ANTARA/Arif Firmansyah

Langka, Penyandang Disabilitas Produksi Masker

👤Media Indonesia 🕔Rabu 01 April 2020, 01:00 WIB
Para penyandang disabilitas penerima manfaat (PM) di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya, Makassar,...
ANTARA /HARVIYAN PERDANA PUTRA

Dorong Keterbukaan untuk Putus Mata Rantai

👤Atikah Ishmah Wahyu 🕔Rabu 01 April 2020, 00:30 WIB
Keterbukaan informasi pasien positif covid-19 dapat berguna untuk meningkatkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya