Jumat 06 Maret 2020, 18:55 WIB

Pasien yang Diobservasi di RS Sardjito Meninggal Negatif Korona

Ardi Teristri Hardi | Humaniora
Pasien yang Diobservasi di RS Sardjito Meninggal Negatif Korona

AFP
WHO menyatakan wabah korona sebagai masalah global.

 

SALAH satu pasien yang dirawat di ruang isolasi RSUP Sardjito, Jogyakarta, meninggal dunia. Pasien tersebut telah dinyatakan negatif korona (Covid-19). Penyebab meninggal dunianya diduga disebabkan serangan jantung.

"Pasien tersebut meninggal pada Kamis (5/3) pukul 11.30 dan Litbangkes menyatakan pasien negatif Covid-19 (malam harinya) sekitar pukul 19.30," terang Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan saat konferensi pers di RSUP Sardjito, Jumat (6/3).

Pasien saat ini sudah dibawa pulang oleh keluarganya pada 6 Maret 2020 dari RSUP Dr Sardjito pukul 04.30 WIB keluar dari Instalasi Kedokteran Forensik. Pasien diterbangkan dengan pesawat ke Bengkulu sekitar pukul 08.00 WIB.

Ia menjelaskan, perlakuan kepada jenazah saat itu sesuai dengan standar penanganan Covid-19 karena pada saat itu belum ada konfirmasi dari Litbankes. Setelah ada konfirmasi dari Litbangkes, RSUP Sardjito menyampaikannya kepada pihak keluarga.

Satu pasien yang meninggal dunia berasal dari Bengkulu yang tinggal di Bantul. Pasien tersebut berusia 74 tahun, masuk RSUP Dr Sardjito pada hari Senin, 2 Maret 2020 Pukul 09.30 WIB, kiriman rujukan dari RSUD Jogja (Wirosaban).

Baca Juga: Pemerintah Tiongkok Berencana Bunuh 20 Ribu Korban Korona ...

 

Dalam penanganan di RSUP Dr Sardjito, pasien tersebut saat masuk mengalami sesak nafas dan demam. Pasien memiliki riwayat perjalanan umroh tiga hari sebelum masuk rumah sakit. Rombongan umroh yang diikuti pasien ini sempat transit di Malaysia satu malam.

Kondisi pasien mengalami demam, batuk, dan sesak nafas ditambah pernah masuk negara yang terdapat Covid-19. Dalam pemeriksaan awal, tim medis mencurigai adanya virus Mers-Cov, namun tim medis tetap mewaspadai adanya kemungkinan terjangkit Covid-19.

Setelah dilakukan pemeriksaan selama tiga hari perawatan, hasil pemeriksaan fisik dan penunjang laborat maupun ronsen di RSUP Dr Sardjito mengindikasikan pasien mengalami radang paru ke arah infeksi bakteri dan bukan mengarah ke Covid-19. Hasil tersebut didukung dari hasil pemeriksaan Litbangkes yang diterima pada 5 Maret 2020 yang menyatakan pasien tersebur negatif Covid-19.

Saat ini, RSUP Sardjito juga tengah mengisolasi pasien berwarga negara Jepang. Ia masuk RSUP Sardjito pada 3 Maret 2020 pada pukul 15.30 WIB. "Dapat kami sampaikan bahwa saat ini yang bersangkutan masih dirawat di Ruang Isolasi RSUP Dr Sardjito," kata Banu. Kondisi terakhir, mahasiswa Jepang tersebut sudah tidak panas dan kondisi stabil. Tim medis telah melakukan lab swab covid dan serum, rontgen dan pemeriksaan laboratorium rutin. Hasil pemeriksaan swab covid belum keluar dari Litbangkes.

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mensikapi Covid-19 dengan tenang dan tidak panik," kata dia.

Koordinasi lintas fungsi telah dilakukan baik Kemenkes, dinas terkait, maupun rumah sakit jejaring yang ada. Cuci tangan dengan baik dan benar akan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dokter Spesialis Pulmonologi (Paru) RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, dr Munawar  Gani SpP memambahkan, kondisi terakhir pasien sebelum meninggal dunia secara klinis membaik, tidak demam dan sesak nafas. Pasien tersebut, kata dokter Munawar, menininggal dalam waktu yang cepat, henti nafas begitu  cepat sudden cardiac death.

Diagnosis tersebut sangat mungkin karena pasien punya riwayat Hipokalemia dan dulu pernah ada gangguan jantung. "Semacam luka lama sehingga pada kasus seperti ini sangat mungkin terjadi serangan jantung," pungkas dia. (OL-13)

Baca Juga

Ilustrasi

Pemerintah Geser Cuti Bersama Untuk Tangkal Penyebaran Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 09 April 2020, 20:45 WIB
"Kebijakan ini menindaklanjuti arahan Presiden dalam Ratas Antisipasi Mudik Lebaran pada tanggal 2 April 2020 terkait Himbauan Tidak...
Antara

Mendikbud Luncurkan Program Belajar dari Rumah di TVRI

👤Ihfa Firdausya 🕔Kamis 09 April 2020, 20:38 WIB
Program Belajar dari Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa...
Antaranews.com

IDEAS Prediksi Ledakan Covid-19 Jelang Ramadan dan Idul Fitri

👤Antara 🕔Kamis 09 April 2020, 20:12 WIB
Ziarah kubur menjelang ramadan, buka puasa bersama dan shalat tarawih berjamaah selama bulan puasa serta tradisi mudik tahunan adalah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya