Jumat 06 Maret 2020, 17:30 WIB

Pasien Pengawasan COVID-19 di RSUP Dr Sardjito Meninggal Dunia

Agus Utantoro | Nusantara
Pasien Pengawasan COVID-19 di RSUP Dr Sardjito Meninggal Dunia

MI
Simulasi penanganan pasien virus korona

 

Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta mengumumkan seorang pasien yang dirawat di ruang isolasi dengan status pengawasan Covid-19 meninggal dunia pada hari Kamis siang.

Plh Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, dr. Rukmono Siswishanto mengatakan, hingga sore hari rumah sakit belum mendapatkan informasi hasil uji laboratorium Balitbangkes terkait swapt dahak, cairan hidung dan tenggorokan. "Oleh karena itu, penanganannya dilakukan dengan standar tertinggi," kata Rukmono di Gedung Administrasi Umum RSUP Dr Sardjito, Jumat (6/3)

Ahli pulmonologi Dr. Ika Trisnawati menambahkan dengan standar tertinggi berarti saat dalam penanganan awal, pasien ini kemudian dibungkus rapat dengan plastik.

Namun, lanjutnya, pada malam hari, hasil uji laboratorium diterima oleh rumah sakit. "Hasilnya, pasien yang meninggal dunia ini negatif baik Covid-19 maupun Mers Co-V. Hasil ini kemudian diberitahukan kepada keluarga yang meninggal," kata Ika.

Jenazah perempuan berusia lanjut ini, pada Jumat pagi diterbangkan ke Bengkulu untuk dimakamkan.

Baca juga: Berita Pasien Meninggal di Semarang Akibat Korona, Hoaks!

Pasien yang meninggal dunia ini, masuk ke RSUP Dr Sardjito sepulang dari menjalankan ibadah umroh awal bulan Maret. Karena menunjukkan gejala batuk dan panas, pasien dibawa ke RSUD Kota Yogyakarta di Wirosaban oleh keluarganya. Oleh RSUD Kota Yogyakarta, pasien kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Selanjutnya, RSUP Dr Sardjito yang menangani pasien ini, kemudian menempatkan pasien di ruang isolasi.

Dengan meninggalnya pasien ini, saat ini RSUP Dr Sardjito masih merawat seorang pasien asal Jepang. "Kondisi kesehatan warga negara Jepang ini cukup baik," jelas Ika.

Namun demikian, pihaknya masih harus menunggu hasil uji laboratorium. Ia mengakui, pasien ini sudah tenang dan dapat diajak berkomunikasi meski sebatas memanfaatkan google translate.

Diharapkan, hasil uji lab terhadap pasien ini juga akan menunjukkan hasil yang negatif. "Dalam dua atau tiga hari ke depan, kami harapkan hasil itu sudah kami terima," tandasnya. (OL-14)

 

Baca Juga

MI/SUPARDJI RASBAN

Papua Terapkan Pembatasan Sosial, Bukan Lockdown

👤Marcelinus Kelen 🕔Selasa 31 Maret 2020, 23:30 WIB
Papua tidak memberlakukan lockdown, tapi hanya pembatasan sosial yang diperluas dengan berbagai...
MI/Ramdani

Papua Perpanjang Masa Pembatasan Sosial dan WFH

👤Marcelinus Kelen 🕔Selasa 31 Maret 2020, 23:15 WIB
Berdasarkan Surat Edaran No. 440/3705/SET maka Perpanjangan Waktu Kerja di Rumah berlaku hingga 13 April 2020. Namun, akan dievaluasi lagi....
Dok. Pemkab Tabanan

DPRD dan Pemkab Tabanan Gelar Sidang Paripurna VirtualĀ 

👤Achmad Maulana 🕔Selasa 31 Maret 2020, 22:30 WIB
Dipimpin langung oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, sidang dihadiri Ketua DPRD I Made Dirga, dan para Kepala...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya