Jumat 06 Maret 2020, 14:41 WIB

Ratusan Rekening Dana BOS Bermasalah Divalidasi Ulang

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Ratusan Rekening Dana BOS Bermasalah Divalidasi Ulang

MI/Susanto
Inspektur Jenderal Kemendikbud Muchlis R. Luddin

 

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan berjanji akan menangani ratusan rekening bermasalah dana bantuan operasional sekolah (BOS) dengan melakukan validasi ulang. Pihak sekolah diminta untuk tidak terlena dan membuat perencanaan alokasi yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Kasus rekening dana BOS bermasalah ini mencuat saat Kemendikbud hendak menyalurkan dana langsung ke rekening sekolah, tidak lagi melalui rekening kas umum daerah (RKUD) seperti tahun-tahun sebelumnya. Dari situ ditemukan ratusan rekening bermasalah milik sekolah penerima dana BOS 2019. Ada kemungkinan pada tahun-tahun sebelumnya hal itu terjadi.

Ratusan rekening sekolah tersebut di antaranya belum melakukan pembaruan (update), terdeteksi ganda, tidak valid karena tidak aktif/tutup, atau tidak dikenal bank.

Inspektur Jenderal Kemendikbud Muchlis R Luddin saat dikonfirmasi kemarin mengatakan untuk menyelesaikan persoalan tersebut pihaknya akan memeriksa langsung ke sekolah-sekolah yang rekeningnya dinilai bermasalah.

Selain itu, Kemendikbud juga akan mevalidasi ulang untuk memastikan bahwa rekening tempat penyaluran dana benar-benar atas nama sekolah. "Jika ada rekening yang tidak valid atau bukan atas nama sekolah, kita akan usulkan ke Kementerian Keuangan untuk dihentikan penyalurannya sampai rekening benar-benar valid," tegas Muchlis.

Muchlis menambahkan untuk menuntaskan masalah tersebut diperlukan koordinasi guna verifikasi validitas rekening dengan pihak bank penyalur, sekolah penerima, pusat data, dan informasi Kemendikbud, serta Ditjen Paud Dikdasmen sebagai penanggung jawab program BOS.

Terpisah, Kepala Inspektorat DKI Jakarta Michael Rolandi menyebut jajarannya sudah turun mengawasi pencairan BOS maupun BOP sejak Oktober tahun lalu dengan mengambil sampel di beberapa sekolah. "Kami sampel untuk SD, SMP, SMA/SMK langkah mitigasi dalam pengawasan dari BPK. BPK ada mencatat permasalahan dalam BOS dan BOP," ujar Michael.

Dijelaskan, dalam perbaikan untuk laporan penggunaan dana BOS diawali dengan perbaikan mekanisme belanja sekolah serta pencatatan asetnya. "Sebelumnya pencatatan aset diserahkan semua ke dinas," ujarnya. Diharapkan dengan perbaikan ini segala kekurangan dalam laporan serta penggunaan dana bisa diminimalisasi.

 

Jangan terlena

Dalam menanggapi model baru penyaluran dana BOS yang langsung dikirim ke rekening sekolah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Palu, Sulawesi Tengah, Ansyar Sutiadi, mengimbau agar seluruh sekolah memanfaatkan dana bos dengan baik. "Mereka sudah memiliki petunjuk teknis penggunaannya. Meski begitu kami tetap imbau agar sekolah jangan sampai terlena yang akhirnya berurusan dengan kepolisian," ujarnya, kemarin.

Sementara itu, Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mengatakan pengawasan dana BOS mesti dilakukan dengan ketat di segala arah. "Di dalam dilakukan internal audit. Dari luar, bisa diawasi dengan memanfaatkan media sosial."(Put/DW/RF/TB/BB/Bay/H-1)

Baca Juga

AFP

Tom Holland Usir Bosan ala Spider-Man

👤Atikah Ismah Wahyu 🕔Sabtu 04 April 2020, 00:15 WIB
PANDEMI covid-19 yang melanda berbagai belahan dunia membuat masyarakat tinggal di rumah dan melakukan isolasi...
 SKETSA MI/Seno

Sebanyak 2.311 Pekerja Alami PHK Akibat Wabah Covid-19

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 03 April 2020, 21:52 WIB
Dengan begitu Pemerintah pusat melakukan segenap upaya untuk mengatasi hal tersebut salah satunya adalah memberikan pelatihan dalam program...
MIAndry Widyanto

Tjahjo Ingatkan ASN Taati Imbauan Tidak Mudik

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Jumat 03 April 2020, 21:26 WIB
Hal itu juga telah ditegaskan dalam Surat Edaran Menteri PANRB momor 36 tahun 2020 yang menyerukan imbauan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya