Jumat 06 Maret 2020, 14:22 WIB

Suram Olahraga karena Virus Korona

Akmal Fauzi akmal@mediaindonesia.com | Olahraga
Suram Olahraga karena Virus Korona

AFP/CHARLY TRIBALLEAU
Sembari mengenakan masker, warga berfoto di instalasi lambang Olimpiade yang dipasang di Tokyo, Jepang, beberapa waktu lalu.

Berbagai ajang olahraga internasional harus ditunda akibat wabah korona. Olimpiade 2020 Tokyo bukan tidak mungkin dibatalkan.

 

SEJAK kemunculan pertamanya di Wuhan, Tiongkok, akhir 2019 lalu, hingga kini virus korona baru (covid-19) telah menjadi hantu di dunia. Dengan menembus batas-batas negara, penyebaran virus mematikan ini berdampak pada semua aspek, tidak terkecuali dunia olahraga.

 

Kekhawatiran akan wabah korona menjadi alasan berbagai kegiatan olahraga tahun ini harus ditunda atau bahkan dibatalkan. Dari event olahraga lokal, regional, hingga internasional.

 

Yang paling menyedihkan dari dampak wabah korona terhadap dunia olahraga ialah kemungkinan batalnya Olimpiade 2020 Tokyo. Pesta olahraga terbesar sejagad itu yang sedianya berlangsung pada 24 Juli hingga 9 Agustus 2020 teracam batal digelar.

 

Memang belum ada kepastian apakah edisi ke-32 pesta olahraga musinm panas sedunia itu akan dibatalkan atau ditunda. Kabar terakhir, jika memang tidak memungkinan digelar sesuai jadwal, Olimipade 2020 akan diundur hingga tahun ini.

 

Di tengah ancaman pengunduran atau pembatalan, Komite Olimpiade Internasional (IOC) sendiri menegaskan Olimpiade 2020 masih tetap on track alias tetap akan digelar Juli hingga Agustus mendatang. Presiden IOC, Thomas Bach, menyebut pihaknya telah membentuk satuan tugas gabungan yang beranggotakan IOC, Panitia Penyelenggara Olimpiade 2020, dan juga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Dewan Eksekutif IOC menghargai dan mendukung langkah-langkah yang diambil yang merupakan bagian penting dari rencana Tokyo untuk menyelenggarakan pertandingan yang aman dan terjamin," kata Bach.

 

Sejalan dengan IOC, Jepang selaku tuan rumah juga bertekad menggelar Olimpiade 2020 seusai jadwal. Jika tidak memungkinan, Menteri Olimpiade Jepang, Seiko Hashimoto, menyatakan pesta olahraga empat tahunan ini bisa diundur hingga akhir tahun.

"Kontrak itu menyebutkan bahwa Olimpiade bisa digelar selama tahun ini. Itu bisa ditafsirkan memungkinkan untuk penundaan," kata Hashimoto.

Hashimoto menyatakan pemerintah Jepang dan Tokyo, yang jadi kota penyelenggara, juga masih berkomitmen menuanrumahi pesta olahraga tersebut. Jika Olimpiade dibatalkan, sudah pasti akan banyak pemangku kepentingan yang merugi karena telah mengeluarkan uang tidak sedikit. Selain tuan rumah, perusahaan yang menjadi sponsor hingga media yang telah diajak bekerja sama juga telah menggelontorkan miliaran dolar Amerika Serikat untuk Olimpiade tahun ini.

 

Dukungan agar Jepang tetap menggelar Olimpiade 2020 juga datang dari Indonesia. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menyatakan surat dukungan itu telah dikirim.

"Sebagai negara sahabat, kami sudah mengirimkan surat ke NOC Jepang. Kami memberikan dukungan agar Olimpiade berjalan dengan baik. Yang bisa kami lakukan adalah kampanye pelaksanaan Olimpiade 2020," kata Okto.

 

Namun, Okto mengakui memang ada dilema dengan kondisi yang terjadi saat ini. Di satu sisi menginginkan Olimpiade tetap berjalan, di sisi lain keselamatan atlet menjadi taruhan.

"Tentu ini kan jadi dilema. Tapi Olimpiade kan bukan segala-galanya, bukan satu-satunya event yang harus dikejar. Bagi kami, keselamatan atlet yang paling utama," kata Okto.

 

Menanti seri perdana

Moto-GP, salah satu olahraga yang memiliki banyak penggemar di dunia, juga terkena dampak wabah korona. Seri perdana balapan sepeda motor paling bergengsi di dunia ini dipastikan tidak akan melombakan Moto-GP kelas utama. Lomba yang akan berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar, akhir pekan ini, hanya akan melombakan kelas Moto-2 dan Moto-3.

 

Dilansir laman resmi Moto-GP, CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta, menjelaskan peraturan pemerintah Italia yang tak memperbolehkan masyarakatnya bepergian ke luar Italia ialah penyebab utama batalnya GP digelar di Qatar. Tak hanya itu, jika ada orang Italia yang mendarat ke Qatar, disarankan pula masuk karantina selama 14 hari di Qatar. Seperti diketahui, ajang Moto-GP banyak melibatkan warga Italia, entah sebagai pembalap atau kru tim.

"Jelas itu tidak mungkin bagi orang-orang kami. Inilah yang menyebabkan kami membatalkan kelas Moto-GP di GP Qatar," tutur Ezpeleta.

Seri kedua yang akan berlangsung di Sirkuit Chang, Thailand, 22 Maret mendatang, dipastikan ditunda. Pihak FIM sendiri kini belum bisa memastikan jadwal baru GP Thailand. Dengan terdampaknya dua seri awal, para pembalap dan tim kelas Moto-GP harus menunggu hingga seri ketiga yang menurut jadwal akan berlangsung di Texas, 6 April, untuk memulai persaingan.

 

Rusak jadwal

Wabah korona juga berdampak terhadap kompetisi sepak bola. Ada laga yang digelar tanpa penonton, ada juga yang ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

 

Italia, salah satu kompetisi sepak bola terbaik di dunia, bahkan harus mengatur ulang jadwal liga sepak bola karena wabah korona. Awalnya Lega Serie A, sebagai otoritas kasta tertinggi sepak bola Italia, tetap melangsungkan pertandingan meski tanpa penonton.

 

Namun, dengan meningkatnya jumlah korban dari hari ke hari membuat mereka mengeluarkan kebijakan menunda pertandingan. Lima laga di Serie A, termasuk big match, Juventus kontra Inter Milan, ditunda. Terakhir, Lega juga menunda laga leg kedua semifinal Copa Italia antara Juventus dan AC Milan hingga waktu yang belum ditentukan.

 

Kasus di Italia tersebut ternyata berdampak pada Liga Champions. Partai antara Valencia kontra Atalanta di Liga Champions, Rabu (11/3), digelar tanpa penonton. Pemerintah Spanyol memutuskan laga tersebut digelar tanpa penonton karena mengingat Atalanta merupakan tim dari Italia, negara yang terdampak virus korona.

"Semua acara olahraga yang melibatkan tim dari zona yang dianggap berisiko akan dimainkan secara tertutup," ujar Menteri Kesehatan Spanyol, Salvador Illa.

 

Di Asia, AFC selaku induk sepak bola memutuskan untuk menunda laga grup Liga Champions Asia yang awalnya berlangsung pada Maret dan April ke Mei dan Juni. Pihak AFC akan merilis jadwal resmi pada 16 Maret.

 

Sekretaris Jenderal AFC, Dato Windsor John, mengatakan pihaknya harus mengambil langkah ini. Ia mengatakan pihaknya tidak membayangkan hal ini karena kondisi ini belum pernah terjadi sebelumnya.

"Kami bersyukur memberikan solusi untuk semua orang. AFC tidak akan mengambil risiko terkait masalah kesehatan. Maka dari itu, kami menunda pertandingan," kata John. (bbc/foxsportasia/AFP/crash/Faj/Ykb/R-1)

Baca Juga

AFP/Fayez Nureldine

Pertandingan Tinju Anthony Joshua vs Kubrat Pulev Ditunda

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 04 April 2020, 14:00 WIB
Joshua yang mempertahankan titelnya sebagai pemegang sabuk WBA, IBF, WBO, dan IBO akan ditantang Pulev di Stadion Tottenham Hotspur, London...
Antara/Imdrianto Eko Suwarso

Imbas Korona, Kemenpora Jadwal Ulang Revisi Program Pelatnas

👤Deden Muhammad Rojami 🕔Jumat 03 April 2020, 23:40 WIB
Batas penyerahan revisi program dari masing-masing cabang olahraga awalnya ditetapkan pada 15 April, tapi kini paling lambat 17 Mei...
AFP/JEAN-FRANCOIS MONIER

Penundaan Musim MotoGP Prancis Diperpanjang

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Jumat 03 April 2020, 19:11 WIB
GP Prancis, yang awalnya dijadwalkan pada 17 Mei, menjadi seri balapan kelima yang ditunda sejak balapan pembuka musim di Qatar yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya