Jumat 06 Maret 2020, 14:18 WIB

KLHK Tangkap Buronan Cukong Kayu Sonokeling Illegal

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
KLHK Tangkap Buronan Cukong Kayu Sonokeling Illegal

MI/Susanto
Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK Rasio Ridho Sani.

 

TIM Gabungan Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Sumatera, Polda Lampung, dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, menangkap CP 46 cukong kayu sonokeling ilegal, Rabu (4/3).

Warga Desa Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu itu sudah sejak 10 Februari 2020 menjadi buronan dan ditangkap saat berada di penginapan di Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung.

PPNS Balai Gakkum KLHK akan menjerat CP dengan Pasal 94 Ayat 1 Huruf a Jo. Pasal 19 Huruf a, Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimum 15 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar. 

Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK Rasio Ridho Sani mengatakan awalnya pada Senin (10/2) CP berhasil melarikan diri dari penyergapan petugas saat penggerebekan di rumahnya, di Desa Ambarawa.

"CP sebagai residivis yang terlibat beberapa kasus kriminal antara 2018-2019, kemudian ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang oleh PPNS Ditjen Gakkum KLHK. Tahun 2019 komplotan CP diproses sebagai tersangka dan telah memasuki persidangan," kata Rasio dalam keterangannya, Jumat (6/3).

Kemudian tiga rekan CP yaitu DS 35, warga Desa Ambarawa, AG 31 warga Desa Sumber Agung, dan NF 37 warga Padang Manis, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, telah ditetapkan menjadi tersangka dan berkas ketiga tersangka sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Lampung.

Menurutnya, antara tahun 2016-2020, Ditjen Gakkum LHK telah menangani 21 kasus penebangan ilegal kayu sonokeling. Sebanyak 20 kasus sudah diserahkan ke kejaksaan dan 2 kasus masih dalam proses penyidikan.

"Dengan ditangkapnya CP dan rekan-rekannya, ini dapat memberikan efek jera, sehingga penebangan illegal kayu sonokeling, khususnya di Provinsi Lampung, tidak terulang lagi," sebutnya.

Rasio menambahkan KLHK sangat serius dan tidak akan berhenti menindak pelaku kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan, karena kejahatan seperti ini telah merugikan banyak orang.

“Penangkapan cukong ini merupakan bukti keseriusan dan komitmen kami untuk menegakkan hukum, kami harapkan pelaku yang buronan seperti ini dihukum seberat-beratnya,” tegasnya. (Fer/OL-09)

Baca Juga

Antara/Irwansyah Putra

Kemendagri Terbitkan Pedoman New Normal untuk ASN

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:38 WIB
Untuk menerapkan pedoman itu diperlukan persyaratan tertentu. Apabila syarat-syarat penting ini sudah dipenuhi baru bisa...
Antara/Yudhi Mahatma

KPK Ajak Publik Awasi Bansos Pandemi Covid-19

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:28 WIB
Keluhan atau laporan yang masuk ke JAGA Bansos, akan diterima KPK, kemudian diteruskan kepada pemerintah daerah...
ANTARA

Eks Napiter Berperan Penting Ciptakan Perdamaian

👤Antara 🕔Jumat 29 Mei 2020, 19:10 WIB
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengatakan para mantan narapidana kasus terorisme...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya