Jumat 06 Maret 2020, 09:35 WIB

PDIP Dominasi Medsos di 2019

Ant/P-5 | Politik dan Hukum
PDIP Dominasi Medsos di 2019

Ant/Dedhez Anggara/Medcom.id
Bendera PDI Perjuangan dalam sebuah kampanye

 

LEMBAGA Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) merilis sembilan partai politik teratas dalam pemberitaan dan media sosial pada awal 2020.

"Pemeringkatan parpol hasil monitoring media daring dan media sosial dilakukan pada periode 23-29 Februari 2020 di platform media daring Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, blog, dan forum," kata Direktur Eksekutif LKSP Astriana B Sinaga di Jakarta, kemarin.

Menurut Astriana, jangkauan isu sembilan partai politik itu mencapai 532.71 juta akun atau viewers. PDIP menjadi partai yang paling banyak sebesar 94,1 juta akun, disusul Gerindra dengan 92,4 juta akun dan PKS 80,45 juta akun.

"PDIP berhasil menjadi perbincangan di warganet setelah juga menjadi juara elektabilitas di beberapa survei. Dua periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo memberikan dampak signifikan bagi PDIP untuk tetap di atas," kata dia.

Isu yang menjadi perbincangan di PDIP, lanjutnya, ialah perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bagi kader agar membuka dapur umum di banjir Jabodetabek. Kemudian, kritik anggota DPR dari PDIP terkait revitalisasi TIM di DKI Jakarta, serta pemeriksaan Sekjen PDIP di KPK.

Untuk Partai Gerindra, yang jadi perbincangan ialah hasil survei elektabilitas Prabowo tertinggi untuk capres 2024. Selanjutnya, Fraksi Gerindra yang mendesak pemulangan Rizieq Shihab dan Sandiaga tolak tuntutan massa 212 untuk mencopot Ahok dari Pertamina.

Terkait PKS, perbincangan didominasi Presiden PKS memberi catatan kritis omnibus law, sikap terhadap kekerasan muslim di India, dan kritik rencana sewa pesawat kepresidenan yang dianggap pemborosan.

Di luar tiga besar itu, posisi selanjutnya ditempati Partai Golkar 75,2 juta akun atau view, Demokrat 73,2 juta akun, PKB 45,4 juta akun, PPP 37,7 juta akun, NasDem 17,3 juta akun, dan PAN 16,6 juta.

Akun yang paling memberi pengaruh ialah di Twitter dan Facebook. Untuk media daring masih didominasi akun dari media arus utama. "Di Twitter dan Facebook justru akun-akun milik media mainstrem yang jadi influencer utama. Jadi ekspose terhadap perbincangan sembilan parpol memang didominasi pemberitaan atas aktivitas maupun statement dari para petinggi partai. Belum terlihat influencer personal," ujarnya. (Ant/P-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Mendagri Usul 4 Pilar Penanganan Covid-19 Secara Komprehensif

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 April 2020, 17:32 WIB
Pengentasan covid-19 tidak bisa ditangani secara parsial atau secara sendiri-sendiri oleh kementerian atau lembaga tertentu. Maka...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Gara-gara Covid-19, Pemberian THR dan Gaji Ke-13 PNS Dikaji Ulang

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 06 April 2020, 17:17 WIB
Presiden meminta kami membuat kajian untuk pembayaran THR dan gaji ke-13, apakah perlu dipertimbangkan lagi mengingat beban belanja negara...
ANTARA FOTO/Rahmad

Tindakan Represif dalam Atasi Korona Tak Punya Dasar Hukum

👤Akhmad Mustain 🕔Senin 06 April 2020, 16:03 WIB
Kepolisian harusnya memahami isi PP No 21 tahun 2020, bahwa PP tersebut hanya menjelaskan tata cara untuk menteri kesehatan menetapkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya