Jumat 06 Maret 2020, 07:20 WIB

Peluang Sembuh Besar

Atalya Puspa | Humaniora
Peluang Sembuh Besar

Gisanddata.maps.arcgis.com/NRC/L-1
Tingkat Kesembuhan dan Kematian di 16 Negara Terpapar Korona

 

UNTUK menenangkan warga masyarakat terkait dengan informasi yang menyebutkan bahwa sebaran virus korona telah meluas di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengunggah video di akun Instagram-nya.

Dalam tayangan berdurasi 43 detik yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Informatika itu, Jokowi menyampaikan optimisme dan imbauan agar masyarakat tidak cemas, panik, takut, dan memercayai berita bohong (hoaks).

"Tidak perlu takut berlebihan dengan virus korona karena dari data yang saya terima, 94% lebih penderita dapat disembuhkan. Jadi, sebenarnya musuh terbesar kita saat ini ialah rasa cemas, rasa panik, ketakutan, hoaks, dan rumor. Kita harus yakin dengan fakta, informasi, solidaritas bersama, dan gotong royong," kata Presiden yang tayangan Instagram-nya itu telah disaksikan lebih dari 400 ribu orang.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun mengonfirmasi pasien yang terinfeksi virus korona baru berpotensi besar untuk sembuh. Adapun probabilitas kesembuhan seseorang yang terpapar korona mencapai 97%.

"Jangan disamakan dengan flu burung yang (tingkat) kematiannya tinggi. Gejala klinis covid-19 ini ringan. Seorang pasien berpeluang meninggal itu hanya 2%-3%. Artinya, kemungkinan sembuh ada di atas 97%," ujar dokter spesialis paru RS Persahabatan Jakarta, Erlina Burhan, di Kantor PB IDI, kemarin.

Erlina melanjutkan gejala klinis covid-19 bervariasi, dari batuk, demam, pilek, hingga sesak napas. Namun, gejala klinis itu terbilang ringan dan dapat disembuhkan.

"Definisi sembuh adalah setelah pemeriksaan polymerase chain reaction negatif dua kali berturut-turut dalam waktu selang dua hari. Kalau negatif, nggak menular. Masyarakat memang harus waspada, tetapi jangan panik," ungkap Erlina.

Berdasarkan data WHO, ada empat penyakit penyerta yang paling banyak diidap korban meninggal akibat terinfeksi covid-19. Kardiovaskular atau penyakit pada jantung menempati urutan pertama yang diidap korban meninggal akibat covid-19, atau lebih dari 10% seluruh kasus kematian (lihat grafik).

Erlina juga mengimbau masyarakat agar jangan panik dan meminta untuk di-screening virus korona. "Padahal tidak termasuk orang yang dalam pengawasan."

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI, Zubairi Djoerban, menilai perlunya pemerintah memperluas screening di bandara dan pelabuhan untuk penumpang yang berasal dari luar negeri.

Dirut RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, meng ungkapkan kondisi dua pasien yang positif covid-19 terus membaik. "Kami menunggu pemeriksaan hari kelima. Lalu diperiksa lagi untuk kedua kalinya. Kalau negatif, mereka diperbolehkan pulang," kata Syahril.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, memaparkan hasil pemeriksaan Balitbangkes Kemenkes terhadap 156 spesimen virus korona.

"Per 3 Maret, spesimen yang diperiksa 156, berasal dari 35 RS di 23 provinsi. Sebanyak 154 dinyatakan negatif. Dua pasien dinyatakan positif dan menjalani perawatan intensif," tandas Yuri, sapaan Achmad Yurianto. (OL-12/X-3)

Baca Juga

Dok PT KCN

PT KCN Membangun Negeri Bersama Melawan Covid-19

👤Retno Hemawati 🕔Selasa 07 April 2020, 21:20 WIB
PT KCN mencoba ikut berpartisipasi dalam membantu mengurangi beban pemerintah melalui program CSR yang menjadi program rutin, namun...
DOK TANOTO-GUGUS TUGAS

Tanoto Foundation Donasi APD Dukung Gugus Tugas Hadapi Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 April 2020, 19:24 WIB
Bantuan APD ini meliputi 1 juta masker, 1 juta sarung tangan, 3.000 kaca mata, dan 100.000 baju pelindung ICU dan...
ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

IPC Beri Bantuan Dana Perangi Covid-19

👤Widhoroso 🕔Selasa 07 April 2020, 18:30 WIB
Pandemi Covid-19 bisa teratasi dengan gerakan bersama termasuk partisipasi dunia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya