Jumat 06 Maret 2020, 05:30 WIB

Kementerian ESDM makin Agresif Kejar Target EBT 23% pada 2025

(Van/E-2) | Ekonomi
Kementerian ESDM makin Agresif Kejar Target EBT 23% pada 2025

ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM, F.X. Sutijastoto (kiri) mengunjungi stan Pameran Energi Kementerian ESDM

 

PEMERINTAH Indonesia telah berkomitmen untuk terlibat aktif dalam Paris Agreement melalui berbagai kebijakan penerapan energi baru terbarukan (EBT). Kebijakan tersebut merupakan upaya pengurangan pemanasan global dengan mengontrol penggunaan energi fosil agar tercipta pembangunan yang berkelanjutan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konsevasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral FX Sutijastoto mengatakan wujud komitmen tersebut ialah target 23% bauran EBT pada 2025 beserta strategi-strategi agresifnya.

"Kita sudah komit mengikuti Paris Agreement untuk mengurangi pemanasan global. Strateginya itu dengan mengembangkan EBT, konservasi energi, dan substitusi fosil fuel yang kita lakukan," ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskannya, hingga saat ini Indonesia sudah mencapai 10% penggunaan EBT. Pencapaian target 23% dalam lima tahun ke depan perlu didorong dengan strategi-strategi agresif yang bisa meningkatkan penggunaan EBT, sekaligus mengurangi penggunaan energi konvensional seperti energi fosil.

"Untuk pembangkit, kita dorong misalnya danau-danau ini nanti kita pasang floating solar energy. Kemudian lahan-lahan bekas tambang kita manfaatkan untuk PLTS ataupun juga tanaman energi. Kemudian kita kembangkan biomassa sekaligus untuk pembangun listrik atau dicampurkan dengan batu bara, baik transportasi maupun industri," jelas Sutijastoto.

Lebih lanjut, hingga saat ini yang menjadi tantangan utama dari pengembangan dan pemanfaatan EBT ialah kebiasaan berpikir masyarakat yang masih lebih memilih menggunakan energi fosil. Bahkan, meskipun mengetahui bahwa sebagian besar pasokan bahan bakar fosil merupakan hasil impor, masih saja energi jenis itu menjadi pilihan utama.

"Ini BBM yang untuk transportasi kita kurangi untuk nabati atau pakai CPO. Sekarang biodiesel sudah 30%, sesuai dengan arahan Bapak Presiden akan dikembangkan B-40 dan B-50," ujarnya. (Van/E-2)

Baca Juga

MI/M Iqbal Al Machmudi

Tol Laut Dorong Perekonomian Masyarakat di Morotai

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 07:05 WIB
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) sebagai operator dan pengangkut logistik konsisten mengirim hasil bumi dari Morotai...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Pelebaran Defisit Bermanfaat

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 05:30 WIB
Pendapatan pajak turun 13,7%, tapi masih dalam rentang perkiraan...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Komitmen pada Ekonomi Digital

👤Try/Ant/E-1 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 05:20 WIB
PEMERINTAHAN Presiden Joko Widodo dinilai mulai menunjukkan komitmen dalam upaya membangun ekonomi digital di Tanah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya