Kamis 05 Maret 2020, 21:24 WIB

Aceh Lestarikan Jeruk Kelele Gayo 

Antara | Nusantara
Aceh Lestarikan Jeruk Kelele Gayo 

ANTARA FOTO/Rahmad
Pedagang menata Jeruk hasil bumi dataran tinggi Gayo di lintas utama Takengon, Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Selasa (23/8).

 

PEMERINTAH Kabupaten Aceh Tengah sedang mengupayakan pelestarian buah asli lokal di kabupaten setempat yang semakin langka seperti tanaman jeruk kelele Gayo dan alpukat unggulan.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar mengatakan pihaknya sedang melakukan identifikasi serta mencari jenis tanaman buah asli lokal yang dapat dibudidayakan masyarakat secara vegetatif melalui pola penangkaran bibit unggul. "Tolong dirawat pohon ini, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan datang petugas untuk meneliti tanaman ini. Harapan kita semoga memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai pohon induk," katanya saat mengunjungi salah satu kebun warga yang masih ditemukan tiga pohon jeruk kelele Gayo di Aceh Tengah, Kamis (5/3).

Ia mengharapkan masyarakat dapat menggiatkan kembali tanaman jeruk kelele Gayo karena setiap upaya pelestarian yang dilakukan warga akan mendapat apresiasi dan perhatian dari pemerintah daerah. "Oleh karena itu nantinya kita akan melakukan langkah-langkah strategis untuk melestarikan jeruk ini," katanya.

Selain jeruk kelele Gayo, Bupati juga menemukan tanaman buah alpukat unggulan yang diketahui hanya menyisakan satu pohon di kebun masyarakat kawasan Kampung (desa) Simpang Juli, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Menurut Shabela, alpukat unggulan yang didapati di kebun warga tersebut memiliki khas tersendiri. "Keunggulan alpukat ini disamping rasanya gurih dan lemak, buahnya tidak berserat, kulit buahnya halus dan tebal. Tapi yang paling istimewa adalah buahnya besar-besar dan berat, kira-kira antara satu sampai dua kilogram per buah," katanya.

Pemilik kebun alpukat, Heri mengatakan bahwa pohon alpukat itu memang hanya tersisa satu batang di kebun miliknya. Ia belum pernah menemukan pohon alpukat jenis itu tumbuh di kawasan desa setempat.

"Pohon ini mungkin sudah berumur puluhan atau mungkin seratus tahun. Karena orangtua saya bercerita kalau pohon ini ditanam oleh kakek beliau atau datu saya," katanya.

Saat ini, pengawas Benih Tanaman Kabupaten Aceh Tengah berencana akan menyampaikan hasil peninjauan kedua jenis tanaman buah langka itu ke BPSB TPH Provinsi Aceh guna dilakukan identifikasi dan penilaian lebih lanjut.     (OL-12)    

Baca Juga

MI/Januari Hutabarat

Petani Tapanuli Utara Diminta tidak Jual Beras ke Luar Daerah

👤Januari Hutabarat 🕔Selasa 07 April 2020, 17:43 WIB
Menurutnya  luas lahan panen padi sawah dan padi gogo di daerah tersebut 2020 49.253,34 hektare dengan produksi gabah kering ...
MI/Palce Amalo

PDP Sembuh di NTT Lima Orang, 18 Sampel Negatif Korona

👤Palce Amalo 🕔Selasa 07 April 2020, 17:39 WIB
"Saat ini ODP yang dirawat enam orang dan PDP yang dirawat sembilan orang,"...
blog.ajengnurbayanti

Puskesmas Kejaksaan Cirebon Buka Pelayanan Daring

👤Nurul Hidayah 🕔Selasa 07 April 2020, 17:35 WIB
PUSKESMAS Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat membuka layanan daring/online. Hal ini untuk mencegah sebaran virus korana (Covid-19) dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya