Kamis 05 Maret 2020, 19:25 WIB

Produksi padi Kabupaten Lebong Tertinggi se Provinsi Bengkulu

Marliansyah | Nusantara
Produksi padi Kabupaten Lebong Tertinggi se Provinsi Bengkulu

Antara
Gabah siap giling

 

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat produksi padi Kabupaten Lebong pada 2019 mencapai 58.244 ton. Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Provinsi Bengkulu Fatihuddin mengatakan produksi padi jenis batet varietas lokal Kabupaten Lebong, Bengkulu tertinggi di Provinsi Bengkulu.

"Padi lokal Kabupaten Lebong, varietas batet hanya dapat dipanen setiap enam bulan sekali, tapi petani mampu melipatgandakan capaian gabah untuk digiling menjadi beras," ujar Fatihuddin.

Produksi padi varietas lokal tersebut, lanjutnya, terus naik. "Pada 2018 lalu, produksi hanya mencapai 41.113 ton. Lalu pada 2019 naik menjadi 58.244 ton," tukas Fatihuddin.

Produksi ini menjadi capaian paling tinggi dari 10 kabupaten/kota di Bengkulu yang juga menanam padi sawah dan ladang. Ternyata panen varietas lokal asal Lebong, antara lain padi batet mampu memberikan produksi melimpah.

Baca juga: Pasokan Beras di Bengkulu Aman Hingga 2020

Adapun luas lahan yang ditanami pada 2019 mencapai 64.407 hektare (ha) dan produksinya mencapai 296.472 ton gabah kering giling (GKG). "Jika gabah ini dikonversikan menjadi beras, maka produksi beras di Provinsi Bengkulu pada 2019 mencapai 169.878 ton," imbuhnya.

Dari hasil Survei KSA, kata Fatihuddin, pola panen padi di Provinsi Bengkulu pada periode Januari hingga Desember 2019 lalu. Relatif sama dengan pola panen 2018 karena puncak panen padi terjadi pada bulan Maret.

Sementara luas panen terendah terjadi pada Desember dan total luas panen padi pada 2019 seluas 64.407 ha dengan luas panen tertinggi terjadi pada Maret, yaitu sebesar 9.759 ha dan luas panen terendah terjadi pada Desember, sebesar 1.727 ha. Jika dibandingkan antara total luas panen padi pada 2018 dengan 2019, ternyata terjadi penurunan sebesar 1.484 ha atau 2,25 persen.

Namun, total produksi padi di Provinsi Bengkulu pada 2019 sekitar 296.472 ton GKG atau mengalami peningkatan sebanyak 7.662 ton atau 2,65 persen dibandingkan 2018. Sementara itu, peningkatan produksi terbesar pada 2019 dibandingkan 2018 terjadi pada Februari, yaitu sekitar 11.395 ton. (OL-14)

 

Baca Juga

MI/Rendy Ferdiansyah.

BMKG : Aceh Harus Waspadai Cuaca Ekstrem Hingga Pekan Depan

👤Mediaindonesia 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 21:30 WIB
Hingga awal pekan depan 'share line' (belokan angin) masih akan terjadi di...
Istimewa

Penyuluh Harus Masif Kawal Petani Food Estate Kalteng

👤Surya Sriyanti 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 20:55 WIB
PENYULUH pusat dan daerah harus lebih masif mendampingi petani ditarget lokasi food estate di Kabupaten Kapuas, Kalteng. Sebab olah...
ANTARA

Ke Yogya Dalam Kondisi Tidak Fit? Bersiap Dihukum Menyapu Jalan

👤Ardi Teristi 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 18:50 WIB
Wisatawan yang ingin datang ke Yogyakarta juga diminta memastikan diri tidak mempunyai kontak erat dengan orang positif Covid-19 atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya