Kamis 05 Maret 2020, 18:57 WIB

Kementerian PUPR Sertifikasi Jasa Kontruksi di Jabodetabek

Selamat Saragih | Megapolitan
Kementerian PUPR Sertifikasi Jasa Kontruksi di Jabodetabek

Istimewa
Tingkatkan SDM sertifikasi aplikator baja ringan digelar Kementerian PUPR dan ARFI.

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Asosiasi Roll Former Indonesia (ARFI), menggelar sertifikasi terhadap para pekerja pemasang (aplikator) rangka baja ringan di Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian PUPR, Jakarta Pusat.

Sertifikasi diikuti sedikitnya 100 aplikator dari berbagai Jabodetabek. Sekjen ARFI Nicolas Kesuma mengatakan, kegiatan ini merupakan program rutin ARFI. Ada tiga tujuan utama dari kegiatan sertifikasi ini. Pertama, menjawab arahan Presiden Joko Widodo terkait peningkatan Sumber Daya Manusia.

"Dengan sertifikasi ini, ARFI berupaya meningkatkan daya saing SDM khususnya kepada pemasang (aplikator) rangka baja ringan," ujar Sekjen ARFI Nicolas Kesuma, Kamis (5/4)

Tujuan kedua, untuk kembali menekankan pentingnya keamanan, baik untuk melindungi pekerja yang memasang baja ringan ataupun pemilik bangunan. Dengan adanya kegiatan sertifikasi, diharapkan tidak ada lagi kesalahan dalam memasang baja ringan. Karena menurutnya kesalahan dalam konstruksi baja ringan tidak melulu dari kesalahan produk, tapi ada juga kesalahan pemasangan.

"Dengan kegiatan ini kita meminimalisir bahkan berupaya menghilangkan kesalahan pemasangan," ungkap Nico.

Terakhir tujuan sertifikasi adalah lahirnya standarisasi pemasangan rangka baja ringan. Sehingga siapapun yang memasang, baik dari Sabang sampai Marauke memiliki standar dalam memasang baja ringan dan juga mengetahui pentingnya produk baja ringan ber-SNI yang digunakan.

"Standar yang kita ambil merupakan standar yang diterapkan Kementerian PUPR," terangnya.

Sementara itu, Plt Direktur Bina Kompetensi dan Produktivitas Kontruksi Kementerian PUPR, Putut Marhayudi mengatakan, target pembangunan infrastruktur 2019-2024 membutuhkan jumlah tenaga kerja dalam jumlah yang besar, sehingga penyiapan tenaga kerja konstruksi yang terlatih, terampil, profesional dan bersertifikat adalah tugas pemerintah bersama pemangku kepentingan, termasuk asosiasi.

Menurutnya, ada 5 tantangan pembinaan jasa konstruksi yang harus dijawab yakni, peningkatan harmonisasi antar pelaku jasa konstruksi, kemudian meningkatkan daya saing kontraktor.

Selanjutnya meningkatkan mutu konstruksi, menyebarluaskan informasi konstruksi serta meningkatan kesehatan dan keselamatan kerja.

Dalam kesempatan ini juga, Putut menyampaikan apresiasinya terhadap ARFI yang akan meluncurkan modul pelatihan aplikator rangka atap baja ringan.

"Diharapkan modul ini bdapat berguna untuk para aplikato dan juga Direktorat Jenderal Bina Konstruksi," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga

MI/Insi Nantika Jelita

Riza Siap Satukan Pandangan dengan Anies

👤MI 🕔Selasa 07 April 2020, 01:55 WIB
SETELAH ditetapkan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih dalam sidang paripurna kemarin, Ahmad Riza...
ANTARA

Waspadai Perampok Bersenpi 

👤MI 🕔Selasa 07 April 2020, 01:10 WIB
TELEGRAM peringatan Kapolri Jenderal Idham Azis kepada jajaran agar mewaspadai kemungkinan meningkatnya aksi kejahatan jalanan pada masa...
ANTARA

20 Tenaga Kesehatan Sembuh 

👤MI 🕔Selasa 07 April 2020, 00:45 WIB
VIRUS korona tidak membeda-bedakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya