Kamis 05 Maret 2020, 18:32 WIB

60 Tahun Unika Atma Jaya: Relevan, Bermutu, dan Berdampak

Rosmery Sihombing | Humaniora
60 Tahun Unika Atma Jaya: Relevan, Bermutu, dan Berdampak

MI/Rosmery Sihombing
Rektor Atma Jaya Dr A. Prasetyantoko

 

MEMASUKI usianya yang ke-60, Universitas Katolik (Unika) Indonesia Atma Jaya Jakarta berupaya menjadi lebih relevan, bermutu dan berdampak. Tiga kata sederhana itu menjadi kunci pengembangan Atma Jaya untuk Indonesia dalam proses transformasi manusia unggul dan peduli.

Pendapat itu disampaikan rektor Atma Jaya Dr A. Prasetyantoko, dalam bincang-bincang bersama pimpinan sejumlah media massa, di Jakarta Selasa (3/3) malam.

"Di usia yang ke-60 atau Lustrum XII tahun ini, Unika Atma Jaya memiliki tiga pilar program kerja, yaitu keunggulan akademik, transformasi organisasi dan kepedulian sosial, untuk pengembangan universitas dengan karakteristik profil lulusan yang menguasai digital, berwawasan global dan memiliki kepedulian pada masyarakat. Be digital, go global, build society,” tambahnya.

Menurut Prasetyantoko, Atma Jaya Jakarta yang berdiri pada 1 Juni 1960, telah melewati berbagai tantangan dan dinamika. Sejarah yang membentuk Atma Jaya menjadi dasar dan memberi inspirasi untuk terus melakukan perubahan dan inovasi agar relevan dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi.

"Bukan sebuah kebetulan pendirian universitas ini bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila. Para pendiri Atma Jaya memiliki visi yang jauh ke depan. Universitas ini harus menjadi bagian yang utuh dari perjalanan bangsa ini dengan seluruh dinamikanya," kata Prasetyantoko yang didampingi Steve Ginting, Ketua steering committee Lustrum XII.

Semangat Pancasila yang inklusif dan plural, lanjutnya, menjadi warna menonjol, meskipun memilih nilai Katolik sebagai warna dasarnya.

Sebagai universitas Katolik, imbuh Prasetyantoko, Atma Jaya wajib mengikuti hukum Gereja Ex Corde Ecclessiae yang di dalamnya disebutkan bahwa semua perguruan tinggi yang menggunakan landasan Katolik wajib memperhatikan masyarakat yang terpinggirkan (preferential option for the poor) (John Paul II, 1990).

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi yang luar biasa cepat, dan kemampuan komputer memproses dan menyimpan meningkat, serta hadirnya teknologi di bidang big data, deep learning, Internet of Things dan derivasi kemajuan lainnya, perguruan tinggi menghadapi era-disrupsi dalam dua hal besar.

"Pertama, kemajuan teknologi pembelajaran. Kedua, seluruh disrupsi yang membawa implikasi baik positif maupun negatif. Dalam konteks itu, Unika Atma Jaya bertanggung jawab untuk turut memastikan berbagai kemajuan tak meninggalkan kelompok yang kurang beruntung."

Sementara itu, Steve Ginting mengatakan, tema yang diambil dalam Lustrum XII, yakni Dari Atma Jaya untuk Indonesia: Transformasi Manusia Unggul dan Peduli.

"Tema tersebut diterjemahkan ke dalam rangkaian kegiatan sepanjang tahun, baik kegiatan akademik maupun non-akademik, yang melibatkan pemangku kepentingan internal dan eksternal," ujarnya.

Rangkaian kegiatan akan dilaksanakan di tiga kampus dan Rumah Sakit Atma Jaya yang menjadi tempat transformasi mahasiswa untuk menjadi unggul dan peduli. Tiga kampus itu, yaitu Kampus Semanggi (Center for Nation Development), Kampus Pluit (Center for Health Development) dan Kampus BSD (Center for Human Development). (OL-12)
 

Baca Juga

ANTARA/Asprilla Dwi Adha

Kawan Vaksin Dideklarasikan di Hari Sumpah Pemuda

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 07:15 WIB
Gerakan itu akan menjadi wadah para relawan untuk mengawal vaksinasi di...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Menag Ajak Milenial Jaga Persatuan Bangsa

👤Siswantini Suryandari 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 06:18 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi mengajak kaum milenial untuk membangun negeri dan menjaga persatuan bangsa sejalan dengan cita-cita Sumpah...
INSTAGRAM @PUTRI_TANJUNG

Putri Tanjung: Mematahkan Stigma

👤Bagus Pradana 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 04:40 WIB
Perundungan yang dialami mendorong Putri untuk membuktikan kemampuan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya