Kamis 05 Maret 2020, 17:17 WIB

Kawasan Candi Gedongsongo Dihijaukan Mahasiswa

Haryanto | Humaniora
Kawasan Candi Gedongsongo Dihijaukan Mahasiswa

MI/Haryanto
Penghijauan kawsan Candi Gedongsongo oleh ratusan mahasiswa Semarang, Jawa Tengah

 

SEBANYAK 250 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berkomitmen menghijaukan Komplek Percandian Gedongsongo, Kabupaten Semarang melalui
Bakti Lingkungan Djarum Foundation bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Kamis (5/3)

Penghijauan diawali oleh Pangdam, IV/Diponegoro Mayjen. TNI Mochamad Effendy  dan Vice President Director Djarum Foundation, Victor Hartono
yang mengajak mahasiswa untuk melakukan langkah nyata agar lebih peduli terhadap lingkungan.

Program Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) menanam 868 pohon dan semak ditanam diberbagai titik. "Siap Darling dapat menjadi medium bagi para generasi milenial yang memiliki semangat besar untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan lewat tindakan konkret
yang menyenangkan," kata Victor seusai mengawali penanaman perdana .

Sementara President Director Djarum Foundation, FX Supanji, mengatakan, pihaknya mengajak mahasiswa untuk melakukan langkah nyata agar
lebih peduli terhadap lingkungan. "Program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan bangga dikarenakan mereka turut berperan serta menghijaukan situs-situs warisan bersejarah Indonesia serta menularkannya kebiasaan baik ini di masyarakat luas," kata Supanji.

Adapun jenis pohon yang ditanam pada kegiatan ini ialah Bambu Jepang, Hujan Mas, Pucuk Merah, Tabebuia Rosea, Pinus, Puspa, serta Akar Wangi pada Kawasan Candi, sedangkan tanaman pada Kawasan Candi 4 adalah Pinus, Puspa, dan Akar Wangi.

Sukronedi, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah menyambut positif upaya Djarum Foundation melestarikan situs sejarah melalui program Siap Darlling. Gerakan ini diyakini mampu menumbuhkan rasa cinta para generasi muda terhadap lingkungan dan warisan para leluhur.

"Saya meyakini Siap Darling mampu mengubah paradigma kaum milenial bahwa berkunjung ke tempat bersejarah tidaklah membosankan, tapi justru
membanggakan. Sebab bangsa yang besar adalah yang menghargai sejarah dan juga merawat apa yang ditinggalkan leluhur kepada kita," ucap Sukronedi. (OL-13)

Baca Juga

AFP

Anggun Kembali Gabung Mask Singer

👤MI 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 03:00 WIB
MUSIKUS Anggun, 46, kembali bergabung dalam panel juri Mask Singer musim terbaru di Prancis untuk musim...
Dok. Prbadi

Semua Kalangan Usia Perlu Waspadai Osteoporosis

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 02:13 WIB
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penderita osteoporosis di dunia saat ini mencapai 200 juta...
Dok. Universitas Trilogi

Masa Pandemi, Universitas Trilogi Giat Cetak Teknososioprenur

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 01:51 WIB
Diantaranya menghadirkan Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) melalui PPKWB (Pusat Pengembangan Kapasitas Wirausaha...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya