Kamis 05 Maret 2020, 16:57 WIB

PMT Penting untuk Pemulihan Gizi Ibu Hamil dan Menyusui

mediaindonesia.com | Nusantara
PMT Penting untuk Pemulihan Gizi Ibu Hamil dan Menyusui

Istimewa
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Melati Erzaldi saat menyampaikan paparan kepada kader PKK.

 

PEMBERIAN makanan tambahan (PMT) sebagai selingan dengan bentuk kudapan atau makanan penuh yang memperhatikan keseimbangan kandungan makanan khususnya lokal sangatlah penting untuk pemulihan gizi bagi ibu hamil dan menyusui.‎

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Melati Erzaldi saat menyampaikan paparan kepada kader PKK terkait peran TP PKK dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil atau menyusui dan balita di Bangka City Hotel, Pangkal Pinang, Babel, Kamis (5/3).

Menurut Melati, konsep pelaksanaan pendidikan gizi dalam PMT lokal bagi ibu hamil dan balita harus melibatkan organisasi masyarakat yang ada khususnya TP PKK ditingkat kecamatan dan desa di bawah pengawasan tenaga kesehatan/puskesmas setempat.

"Masyarakat menyiapkan makanan lokal mulai dari memilih, mengolah, memasak, dan menyajikan yang sesuai dengan kebutuhan zat gizi ibu hamil dan balita," kata Melati.

Untuk pengerjaan di lapangan, Melati menjelaskan PMT ering diwujudkan dalam kegiatan lomba menu beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).

"Dengan tujuan mempraktikkan bentuk makanan dengan kandungan yang seimbang untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan metode 'Isi Piringku'," papar Melati.

Melati juga menjelaskan mengenai konsep pelaksanaan hingga praktik keseluruhan dalam mempersiapkan makanan dengan kandungan yang seimbang dan sehat serta menarik untuk didistribusikan kepada sasaran.

Pemenuhan gizi yang seimbang disebutkan Istri Gubernur Babel tersebut ditujukan untuk menekan angka stunting. Stunting disebabkan kekurangan gizi kronis yang mengganggu pertumbuhan bayi.

"Tidak hanya pembiasaan PMT yang diberikan satu kali dalam 24 hari tetapi juga pola asuh yang baik dapat menekan angka stunting dengan pengawasan sebelum dan sesudah program PMT."ujarnya.

Kegiatan Orientasi Pendidikan Gizi Bagi Kader PKK Dalam Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal yang telah berlangsung pada 3-5 Maret 2020 itu merupakan angkatan ketiga yang diikuti para Kader PKK dari Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Tengah, dan Kota Pangkalpinang.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan MoU (nota kepakatan) antara TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam upaya bersama pencegahan dan pengentasan stunting.

Penandatanganan MoU yang dilakukan Ketua TP PKK Kepulauan Babel, Melati Erzaldi dan Ketua AIMI Babel, Lusiana Mil La, disaksikan Kepala Bidang Pembangunan, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Yuniar Putia Rahma.(OL-09)

Baca Juga

Antara

Kasus PDP Naik tapi Lampung Klaim Masih Zona Hijau Covid-19

👤Eva Pardiana 🕔Rabu 08 April 2020, 18:30 WIB
Kendati kasus pasien dalam pengawasan (PDP) dan  orang dalam pemantauan (ODP) grafiknya naik terus, Dinas Kesehatan Lampung nyatakan...
MI/Agus Utantoro

DIY Tambah Dua Laboratorium untuk Tes Covid-19

👤Ardi Teristri Hardi 🕔Rabu 08 April 2020, 17:55 WIB
Mulai  Selasa (7/4),  tes Covid-19 di DIY dilaksanakan di Laboratorium  RSUP Sardjito dan Laboratorium di Universitas Gadjah...
istimewa

Rapat Senyap DPRD Rote Ndao Hasilkan Keputusan Ilegal

👤Aries Wijaksena 🕔Rabu 08 April 2020, 17:50 WIB
Kami sangat keberatan bila mereka menggunakan keputusan yang tidak sesuai mekanisme...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya