Kamis 05 Maret 2020, 13:23 WIB

Mahasiswi Mengaku Timbun Masker Demi Biaya Kuliah

Antara | Megapolitan
Mahasiswi Mengaku Timbun Masker Demi Biaya Kuliah

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Ilustrasi--Penumpang menggunakan masker saat memasuki terminal kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Lebak Bulus Jakarta.

 

KABID Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan mahasiswi tersangka penimbun masker, THF, 19, mengaku berbuat demikian untuk membantu biaya kuliah.

Tersangka mengaku berjualan baju perempuan dan produk kecantikan, sebelum menyadari banyaknya permintaan masker untuk mengantisipasi virus korona.

"Tersangka ini memang sudah lama berdagang lewat online. Namun baru-baru ini saja dia memutuskan berdagang masker," kata Yusri di Jakarta, Rabu (4/3).

Yusri mengatakan TFH berani menimbun masker dengan modal usahanya sendiri, di tengah kelangkaan masker akibat permintaan tinggi.

Selain itu, teman-teman tersangka juga ikut membantu menjual masker yang saat itu langka keberadaannya.

Tidak tanggung-tanggung, ia menimbun 350 dus masker. Satu dus masker dijualnya sekitar Rp300.000-Rp350.000 per kardus.

Baca juga: Masker Ilegal di Tangerang Berasal dari Jawa Barat

"Selama ini, tersangka mengaku berdagang untuk membayar uang kuliahnya," kata Yusri.

Unit III Reserse Kriminal Polsek Tanjung Duren Jakarta Barat menangkap mahasiswi itu ketika tengah berada di dalam lift. TFH tertangkap basah tengah memindahkan tiga dus masker untuk ditimnbun di unit apartemennya.

Setelahnya, polisi menggeledah 1 unit Apartemen Mediterania milik TFH. Di kamarnya, polisi menemukan ratusan dus masker lain yang ditimbun TFH.

Sedikitnya, ada 120 kotak masker wajah merk Sensi,152 kotak masker wajah merk MITRA, 71 kotak masker wajah merk PRASTI, dan 15 kotak masker wajah merk Facemas.

"Sampai saat ini, polisi masih mencari tahu izin resmi dari masker-masker tersebut," kata Yusri.

TFH dikenakan pasal 107 Undang-undang nomor 7 Tahun 2014, tentang Perdagangan, karena menimbun masker di tengah permintaan yang tinggi karena isu virus corona.

Aparat kepolisian masih memburu penimbun-penimbun masker lain di kawasan Jakarta, sesuai intruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta aparat kepolisian bergerak menangani penimbunan bahan pokok dan masker yang membuat kepanikan di tengah masyarakat. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA/Rivan Awal Lingga

Pemprov DKI Data Pekerja Seni Terdampak Covid-19

👤Antara 🕔Minggu 05 April 2020, 14:00 WIB
Dari segi kebudayaan, banyak tempat-tempat kesenian seperti galeri-galeri seni hingga kawasan bersejarah seperti Monas ataupun Kota Tua...
Dok MI

Hendak Tawuran, Empat Pemuda Ditangkap Polres Jakbar

👤Tri Subarkah 🕔Minggu 05 April 2020, 11:58 WIB
"Mereka kita amankan karena ada laporan dari pengendara jalan dan warga yang melihat gerombolan remaja yang hendak melakukan...
 ANTARA/M Risyal Hidayat

Miris, Masih Ada RS Rujukan Tolak Warga Suspek Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 05 April 2020, 11:41 WIB
"Penolakan yang dilakukan rumah sakit rujukan disebabkan minimnya jumlah ruang isolasi di rumah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya