Kamis 05 Maret 2020, 11:58 WIB

Ingin Lapor Pajak Secara Daring? Ini Caranya

Antara | Ekonomi
Ingin Lapor Pajak Secara Daring? Ini Caranya

ANTARA/Wahyu Putro A
Petugas Kantor Pajak KPP Pratama Penjaringan, Jakarta Utara, membantu warga mengisi pelaporan SPT pajak secara daring di Pojok Pajak.

 

MASA pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak penghasilan (PPh) bagi wajib pajak orang pribadi (WP OP) 2020 tengah berlangsung dan akan berakhir pada akhir bulan ini, tepatnya 31 Maret 2020.

Pelaporan SPT dapat dilakukan secara manual dengan datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat. Namun, lamanya pemanggilan antrean di KPP sering kali menjadi alasan para pelapor menunda menyetor kewajiban pajak.

Sementara, kelalaian seperti telat lapor, dapat berakibat penjatuhan sanksi seperti denda atau pidana.

Berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), WP OP yang telat melaporkan SPT didenda maksimal Rp100.000.

Baca juga: Menkeu Siapkan Opsi Tunda Pungutan PPh

Oleh karena itu, pelaporan secara daring atau online dapat menjadi pilihan, sebab selain praktis juga bebas dari ongkos. Berikut cara mengisi SPT Pajak online, dikutip dari laman Indonesia.go.id.

1. Wajib pajak harus memiliki surel maupun nomor ponsel yang aktif. Jika tidak ada, maka harus dibuat.

2. Ketika akan melakukan pelaporan SPT Masa PPh Pasal 21 secara daring, pertama-tama wajib pajak harus memiliki dan segera mengaktifkan EFIN (Electronic Filing Identification Number).

Anda bisa mendapatkan EFIN dengan mengurusnya di kantor pelayanan pajak.

3. Persiapkan dokumen yang wajib diunggah. Dokumen-dokumen yang wajib diunggah dalam Pelaporan SPT Masa PPh 21 secara online digabungkan menjadi satu file dalam format PDF, antara lain:
a. Surat keterangan domisili (certificate of domicile) apabila juga terdapat pemotongan PPh 26.
b. Bukti pembayaran bank jika status pajak terutang kurang bayar.
c. Surat setoran pajak apabila terdapat pemotongan PPh 21 final.

4. Kunjungi situs DJP Online di djponline.pajak.go.id dan isi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), kata sandi (password), dan kode keamanan yang tertera pada laman.

Jika sulit, masuk ke situs resmi Ditjen Pajak yaitu pajak.go.id, baru selanjutnya klik kolom "eFiling Pelaporan SPT Elektronik" dan selanjutnya muncul pemintaan login seperti halnya pada tahapan di djponline.pajak.go.id.

5. Bila lupa kata sandi, wajib pajak bisa memilih mengubah (reset) kata sandi.

6. Setelah masuk, pada laman tersebut wajib pajak bisa melihat petunjuk di sebelah kiri, terdapat pilihan e-filing dan e-form. Pilih salah satu.

7. Untuk langsung pelaporan, pilih menu “Buat SPT” pada sebelah kanan atas.

8. Akan ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab wajib pajak sesuai profil, yang bertujuan memastikan formulir yang akan digunakan oleh wajib pajak.

Pada bagian kiri terdapat kolom “Petunjuk” berisi penjelasan dari kata atau istilah yang terdapat pada pertanyaan di kolom “Formulir SPT” untuk memudahkan wajib pajak menjawab pertanyaan.

9. Agar memudahkan pengisian selanjutnya, wajib pajak bisa mengklik “SPT 1770 S dengan panduan” warna merah yang berada di bagian bawah dari “Formulir SPT”. “SPT 1770 S dengan panduan” ini berisi 18 langkah pengisian.

10. Isi pertanyaan yang tertera di formulir yang ada seperti mengisi tahun pajak dari SPT yang akan dilaporkan. Bila sudah selesai, klik langkah berikutnya.

11. Kemudian isi kolom Pajak Penghasilan (PPh) yang dipotong pihak lain.

12. Isi kolom yang tersedia sesuai dengan bukti potong yang ada. Ada jenis pajak, NPWP pemotong, nama pemotong (akan terisi otomatis), tanggal bukti pemotongan dan jumlah PPh yang dipotong (nomor 20 pada bukti potong). Lalu, klik “Simpan” dan menuju langkah berikutnya.

13. Wajib pajak akan diminta mengisi jawaban dari beberapa pertanyaan, di antaranya "Apakah Anda memiliki penghasilan dalam negeri lainnya? Apakah Anda memiliki penghasilan luar negeri lainnya? Apakah Anda memiliki Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)? Apakah Anda memiliki harta?"

14. Pada kolom harta, bila memilih “Ya” maka harus mengisi jenis harta yang dimiliki. Mulai dari uang tunai, tabungan, giro, deposito, piutang, saham reksadana, sepeda motor, mobil, rumah, emas, tanah dan lainnya.

Berikan penjelasan seperti tahun perolehan, harga dan keterangan lainnya. Klik “Simpan” dan lanjut ke langkah berikutnya.

15. Kolom pertanyaan selanjutnya adalah "Apakah Anda memiliki utang?" bila memilih jawaban “Ya”, maka isi kode utang, nama pemberi pinjaman, alamat, tahun peminjaman dan jumlah. Klik “Simpan” dan lanjut ke langkah berikutnya.

16. Pertanyaan lain adalah tentang "Apakah memiliki tanggungan?" Kemudian "Apakah Anda membayar zakat atau sumbangan keagamaan kegiatan wajib?" Untuk hal ini hanya diakui kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat atau lembaga pengelolaan sumbangan keagamaan yang dibentuk dan disahkan pemerintah.

17. Langkah selanjutnya adalah mengisi status kewajiban perpajakan suami istri. Ada beberapa kolom yang harus diisi.

18. Wajib pajak sudah masuk pada halaman terakhir untuk persetujuan SPT tahunan yang sudah dilaporkan. Klik “Setuju” dan ambil kode verifikasi yang dikirimkan melalui email maupun SMS. Kemudian, buka kode verifkasi yang dikirim, untuk dimasukkan ke dalam kolom kode pengiriman. Lalu, klik “Kirim SPT”.

19. Data SPT kemudian akan terkirim ke database Ditjen Pajak. Selanjutnya wajib pajak akan menerima tanda bukti pelaporan pajak dari Ditjen Pajak melalui email.

20. Tahapan selanjutnya, buka surel untuk memastikan apakah sudah menerima tanda terima elektronik SPT Tahunan. Lalu, Cetak dan simpan.

21. Terakhir, jangan lupa untuk menyimpan NPWP, nomor EFIN, alamat surel dan kata sandi, serta katakata sandi DJP Online yang nantinya digunakan untuk melapor SPT tahun berikutnya.

Wajib pajak juga dapat menyampaikan SPT secara daring melalui salah satu Application Services Provider (ASP) yang telah ditunjuk otoritas pajak, yakni www.spt.co.id, www.pajakku.com, www.eform.bri.co.id, www.online-pajak.com, aspbni.bni.co.id, klikpajak.id, PT Prima Wahana Caraka.

Ditjen Pajak juga mengingatkan apabila terjadi eror saat penggunaan e-filing, dapat mengecek daftar kode eror untuk memperoleh informasi mengenai cara penanganannya. Jika terjadi kendala pada saat pengisian formulir daring, dapat menghubungi hotline Kring Pajak. (OL-1)

Baca Juga

DOK: SINAR MAS LAND

Sinar Mas Land Serahkan 1.500 Rapid Test Kit

👤RO 🕔Rabu 08 April 2020, 20:15 WIB
RTK ini merupakan bagian dari 25.000 alat yang dibagikan kepada Kementerian Kesehatan dan beberapa pemerintah daerah serta instansi...
Antara/Adeng Bustomi

Duh Covid, Sebanyak 1,2 Juta Orang Telah Kehilangan Pekerjaan

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 08 April 2020, 20:10 WIB
Dari sektor formal, pekerja yang dirumahkan dan alami PHK sebanyak 1.010.579...
DOK KEMENTAN

Mentan SYL Cek Stok Gula dan 250 Ribu Ton Siap Diguyur ke Pasar

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 April 2020, 17:24 WIB
Mentan Syahrul menerangkan bahwa sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, seluruh Menteri harus turun ke lapangan melakukan validasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya