Kamis 05 Maret 2020, 10:32 WIB

Presiden IOC: Olimpiade Tokyo Tidak Dibatalkan

Antara | Olahraga
Presiden IOC: Olimpiade Tokyo Tidak Dibatalkan

AFP
Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach optimistis Olimpiade Tokyo tetap berlangsung di tengah wabah virus korona.

PRESIDEN Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach menampik  anggapan bahwa Olimpiade Tokyo 2020 akan dibatalkan atau ditunda akibat merebaknya wabah Virus Covid-19.  Dalam sebuah rapat selama dua hari dan diikuti dengan konferensi pers di Lausanne, Swiss, Rabu (4/3) waktu setempat, Bach justru menyampaikan saat ini pihaknya dan pemerintah Jepang sedang berupaya keras agar ajang olahraga akbar itu bisa berjalan sesuai rencana.
 
Dalam penyampaian itu, Bach menuturkan bahwa IOC dan Panitia Olimpiade Tokyo punya keyakinan tinggi untuk pelaksanaan sesuai rencana awal, berbekal informasi dan rekomendasi dari sejumlah kalangan ahli, termasuk Badan Kesehatan Dunia (WHO).
 
"Saya bisa katakan dalam rapat Dewan Eksekutif IOC yang sudah berlangsung, tidak ada yang menyebut (adanya) pembatalan atau penundaan," kata Bach, Kamis (5/3).

Mewabahnya virus corona sejauh ini sudah menjangkiti puluhan ribu orang, dan menewaskan lebih dari 3.000 orang di berbagai belahan dunia. Jepang, selaku tuan rumah Olimpiade 2020 sudah mengonfirmasi kasus virus corona lebih dari 1.000 orang. Kebanyakan justru muncul dari sebuah kapal pesiar yang tengah dikarantina. Ada 12 orang tewas di Jepang, enam di antaranya berasal dari kapal tersebut.  Merebaknya virus corona juga berdampak pada pembatalan sejumlah turnamen olahraga di berbagai negara. Hal ini juga menjadi salah satu kekhawatiran pada pelaksanaan Olimpiade Tokyo yang direncanakan akan dilaksanakan pada 24 Juli. 
Meski IOC optimistis bisa menyelamatkan Olimpiade 2020, nyatanya banyak turnamen kualifikasi pra-olimpiade yang justru batal berlangsung.
 
"Tantangan kami sekarang ada pada kualifikasi olimpiade. Tentu ini menantang, namun harus saya akui bahwa solidaritas dan kemampuan banyak pihak untuk mengatasi masalah ini adalah hal yang sangat membanggakan," Bach menuturkan.
 
Lebih lanjut Bach menceritakan, olimpiade yang menemui masalah dan terancam pelaksanaannya bukan kali pertama terjadi. Sejak 1896, olimpiade hanya dua kali mengalami pembatalan yaitu saat Perang Dunia. 

baca juga: Ketentuan Baru IOC Pembawa Bendera Harus Satu Pria, Satu Wanita

"Sebelumnya kami juga ragu apakah bisa melangsungkan olimpiade di Semenanjung Korea (2018) karena ketegangan dua Korea. Sebelum Olimpiade Rio 2016, kami juga menghadapi virus Zika, boikot di Moskow 1980, boikot di Los Angeles 1984, serangan teroris Munich 1972, Anda butuh contoh lainnya," kata Bach mencontohkan olimpiade yang akhirnya berjalan meski sempat mengalami masalah sebelumnya. (OL-3)

 

Baca Juga

AFP/Emmanuel DUNAND

Kobe Bryant Masuk Hall of Fame

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 05 April 2020, 11:24 WIB
Selama 20 tahun kariernya di NBA, Kobe Bryant membela LA Lakers dan berkontribusi memberikan lima gelar...
AFP/Oli SCARFF

Minions Masuk Daftar 30 Tokoh Muda Paling Berpengaruh di Asia

👤Patrick Pinaria 🕔Minggu 05 April 2020, 07:00 WIB
Marcus/Kevin menjadi satu-satunya wakil atlet Tanah Air yang terpilih dalam kategori...
Antara/Aditya Pradana Putra

PABBSi Pastikan Anggaran Pelatnas Cukup Sampai Akhir Tahun

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 05 April 2020, 00:06 WIB
Piihaknya sudah berhitung dan yakin 70% dana pelatnas dari total usulan Rp11 miliar, bisa digunakan hingga akhir tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya