Kamis 05 Maret 2020, 09:43 WIB

Polisi Amankan Tiga Penimbun Masker, Salah Satunya Apoteker

Lina Herlina | Nusantara
Polisi Amankan Tiga Penimbun Masker, Salah Satunya Apoteker

MI/LINA HERLINA
Polisi mengumpulkan barang bukti penimbunan masker di Makassar, melibatkan tiga pelaku. Salah satunya berprofesi sebagai apoteker.

 

SATUAN Reserse Mobil (Resmob) Kepolisian Sektor Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan menggerebek rumah seorang apoteker di Perumahan Doseb Universitas Hasanuddin (Unhas), Jalan Moncongloe, Makassar, karena menimbun ribuan masker. Polisi pun mengamankan tiga orang, yaitu Lince, apoteker yang bertugas di RSUD Daya Makassar, anak dari Lince, Dewi Setyo Utomo, dan rekan kerjanya, Budi Prakoso alias Rama.

Dari penggerebekan yang dilakukan polisi, Rabu (4/3) malam, selain tiga orang tersebut, ribuan masker pun ikut diamankan. Dan kini mereka masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Panakkukang. Dari keterangan Lince, ribuan masker yang mereka kumpulkan dan simpan di bagian dapur rumahnya itu, diperoleh dengan cara membelinya di sejumlah apotek di Kota Makassar, beberapa wilayah di Sulsel. Bahkan  ada yang dibeli dari Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat.

"Maskernya beda merek. Maskernya dibeli dengan harga antara Rp260-Rp290 ribu per boks, yang berisikan 50 lembar. Lalu kami jual secara online dengan harga dua kali lipat," aku Lince.

Ia bahkan mengaku, jika mereka sudah melakukan jual beli masker secara daring tersebut tiga minggu belakangan, setelah melihat penyebaran virus korona. Ia yakin jika orang pasti akan butuh masker untuk mencegah penularan. Dan benar saja, sejak merebaknya isu virus korona, dan setelah ada dua warga Indonesia dinyatakan positif terjangkit Covid-19, masker menjadi barang langka di Indonesia.

baca juga: Belum Ditemukan Kasus Korona di Sumsel, Masyarakat Jangan Gaduh

Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menegaskan, kepada seluruh apotik di Kota Makassar untuk tidak melakukan spekulasi harga masker menyusul ditemukannya warga Indonesia yang terinfeksi virus Korona. Iqbal pun mengancam, akan memberi sanksi berat, bahkan hingga pencabutan izin oparasi jika melakukan spekulasi harga pasker yang berlebihan.

“Jika harganya jauh di atas normal, atau persentasenya hingga 100 persen, pasti kita tindaki. Kita juga minta kepada seluruh warga jangan terjadi panic buying. Jangan sampai kebutuhan masker hanya satu dos, tapi kemudian memborong lima dos, itu tidak boleh," tegas Iqbal. (OL-3)

 

Baca Juga

Istimewa

TMM  Ground Breaking Pembangunan Smelter Nikel di KEK Palu

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 08:55 WIB
GROUND breaking ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara TMM dengan PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) untuk...
MI/Djoko Sardjono

BPBD Klaten Belum Hentikan Bantuan Air Bersih

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 08:46 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Jawa Tengah hingga awal musim hujan ini telah menyalurkan bantuan air bersih...
MI/Rendy Ferdiansyah

Pulang Liburan, ASN di Babel Harus Rapid Test

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 08:41 WIB
Untuk mengantisipasi ketika masuk kerja nantinya, ASN di Bangka Belitung yang pulang dari berpergian wajib melakukan rapid...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya