Kamis 05 Maret 2020, 08:29 WIB

Saluran Banyak Perbesar Partisipasi

Rifaldi Putra Irianto rifaldi@mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Saluran Banyak Perbesar Partisipasi

MI/SUSANTO
Wakil Ketua Komisi II DPR Arwani Thomafi

 

Dengan semakin banyaknya bakal calon perseorangan yang lolos ke ajang kontestasti bisa menjadi indikasi bahwa kepercayaan terhadap parpol kian berkurang.

 

TAHAPAN Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 telah bergulir. Kesempatan pertama pendaftaran diberikan kepada para bakal calon perseorangan. Jumlah peminat jalur perseorangan dalam Pilkada 2020 cukup tinggi. Tidak kurang dari 350 bakal paslon menyerbu Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah untuk mendaftar.

Dari jumlah tersebut, KPU RI menyatakan pendaftaran 147 bakal paslon bupati/wali kota diterima. Kemudian, ditambah dua bakal paslon gubernur. Sisanya ditolak atau tidak menyerahkan syarat dukungan hingga tenggat.

Selanjutnya, para bakal paslon yang lolos pendaftaran akan mengikuti verifikasi administrasi dan faktual hingga 23 Maret mendatang.

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi menyambut baik banyaknya bakal pasangan calon jalur perseorangan. Dengan banyaknya saluran untuk maju ke Pilkada 2020, semakin banyak pula kesempatan masyarakat untuk ikut andil dalam pesta demokrasi.

"Malah justru bagus dan itu tidak ada masalah karena berarti sekarang masyarakat memiliki banyak saluran, bisa melalui partai atau melalui perseorangan," kata Arwani di Jakarta, kemarin.

Arwani menyatakan kehadiran bakal paslon perseorangan sekaligus dapat menjadi bahan evaluasi bagi parpol. Dengan semakin banyaknya bakal calon perseorangan yang lolos ke ajang kontestasti bisa menjadi indikasi bahwa kepercayaan terhadap parpol berkurang.

Arwani menyatakan pihaknya tidak khawatir calon perseorangan merebut pendukung PPP. Ia menyebut beberapa kader PPP pun ada yang menempuh jalur perseorangan.

Ketika ditanya tentang praktik mahar yang diduga kerap menghambat bakal calon untuk melalui jalur partai politik, Arwani mengklaim PPP tidak meminta mahar.

Senada, Sekretaris Fraksi Partai NasDem di DPR RI, Saan Mustopa, menampik isu bahwa mencalonkan diri melalui jalur partai terlalu sulit dan diperlukan mahar yang tinggi.

"Terkait mahar, bahkan sejak partai ini (NasDem) didirikan itu mengusung semboyan tanpa mahar. Jadi kalau dibilang paslon memilih jalur independen karna mahar tinggi, ya cari saja partai yang memang tidak pakai mahar," sebutnya.

Bagi NasDem, menurut Saan, syarat utama bakal calon untuk bisa diusung ialah harus dapat diterima di masyarakat. "Itu bisa dilihat minimal 3 kategori, apakah dia dikenal masyarakat, disukai tidak, dan terakhir berapa persen tingkat keterpilihannya," terang Saan.

Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Bidang Program Pemerintahan Arif Wibowo menilai paslon yang maju melalui jalur perseorangan ingin mencari jalan pintas. Hal itu karena pendaftaran melalui jalur perseorangan lebih mudah ketimbang lewat jalur parpol.

"Kalau independen kan cukup mengumpulkan KTP. Kalau di PDIP, misalnya, ada penyaringan dan dilihat ideologinya, komitmen perjuangannya, hingga track record-nya," sebutnya.

 

Menimbang peluang

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai peluang pasangan calon (paslon) perseorangan masih kecil untuk memenangi pertarungan Pilkada Serentak 2020.

Penilaian tersebut didasari pada beberapa hal. Pertama, lanjut Adi, ialah tidak adanya jaringan yang mampu mendukung paslon perseorangan hingga tingkat terbawah seperti RT/RW.

"Sementara paslon yang diusung partai politik (parpol) memiliki kekuatan itu. Partai pasti memiliki pengurus yang bisa dikapitalisasi sampai tingkat terbawah di masyarakat," ujar Adi kepada Media Indonesia, kemarin.

Yang kedua, berdasarkan sucess story dari pilkada-pilkada sebelumnya, sangat sedikit paslon perseorangan yang mampu menyingkirkan paslon usungan parpol.

Adi mencontohkan sosok Faisal Basri yang pernah maju di jalur independen untuk perebutan kursi Gubernur DKI Jakarta pada 2012. Walau merupakan ekonom dan aktivis yang diperhitungkan di Tanah Air, Faisal bahkan tidak mampu lolos ke putaran kedua.

Kendati demikian, Adi memandang paslon perseorangan tetap memiliki keunggulan. Jika dibandingkan dengan usungan parpol, mereka memiliki tingkat kepercayaan yang lebih bagus di masyarakat.

Kepercayaan kepada parpol tergerus antara lain karena banyaknya kasus korupsi yang melibatkan kader parpol. (Pra/P-2)

Baca Juga

MI/Susanto

Karena Alpa, Delapan Tersangka Kebakaran Kejagung Ditetapkan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 15:26 WIB
Gelar perkara dilakukan untuk mengetahui ada unsur kesengajaan atau tidak dalam kebakaran gedung Korps Adhyaksa...
ANTARA

Presiden: Cari Solusi Persoalan Hutan dan Masyarakat

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 15:15 WIB
Salah satu solusi yang patut diperhitungkan adalah dengan manfaatkan teknologi digital dengan mengembangkan precision...
IST

Pasal yang Terhapus di UU Cipta Kerja Seharusnya tidak Ada

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 15:05 WIB
Penghapusan tersebut tidak mengubah substansi dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya