Kamis 05 Maret 2020, 08:40 WIB

Menkeu Siapkan Opsi Tunda Pungutan PPh

Ant/E-2 | Ekonomi
Menkeu Siapkan Opsi Tunda Pungutan PPh

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati berencana membuat opsi penundaan pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh Pasal 21) seperti yang dilakukan pada 2008 hingga 2009 ketika dunia secara global sedang menghadapi krisis finansial.

Opsi tersebut, sebut Sri, diberikan sebagai bentuk insentif dalam rangka mengurangi dampak ekonomi atas penyebaran virus korona yang telah mulai masuk Indonesia.

"Kita bisa masuk ke perusahaan melalui tax penundaan. Seperti yang dulu kita pernah lakukan di 2008-2009, bisa kita berikan PPh Pasal 21-nya bisa ditunda," jelasnya kepada wartawan di Kantor Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, kemarin.

Sri mengatakan opsi tersebut masih akan dikaji sesuai dengan perkembangan dampak virus korona terhadap potensi risiko dunia usaha. Dengan begitu, dapat ditentukan kebijakan yang dibutuhkan.

"Kita bisa lihat nanti opsinya seperti apa. Sekarang kita sedang terus membaca dan meneliti feedback dari dunia usaha sehingga mendapatkan betul kira-kira akan seperti apa situasi dalam 2-3 bulan ke depan," katanya.

Sri menyatakan pemerintah sebelumnya juga telah mengeluarkan beberapa opsi kebijakan untuk memitigasi wabah virus korona, seperti penambahan anggaran kartu sembako sebesar Rp50.000 dan diskon tarif tiket pesawat.

"Fiskal kita bisa fleksibel jadi langsung ke konsumen seperti waktu kita memberikan kartu sembako dan diskon untuk wisata. Kita juga bisa berikan ke konsumen lewat jalur lain yang sekarang sedang kita pelajari mana yang paling efektif," katanya.

Selain itu, Menkeu memastikan pemerintah akan mengerahkan instrumen fiskal lainnya untuk penguatan berbagai sektor, dari konsumsi hingga produksi.

"Instrumen fiskal akan memain-kan peran dalam rangka memitigasi seluruh peraturan untuk mencegah dampak negatifnya semaksimal mungkin, baik di sektor produksi maupun konsumsi," katanya.

Sri menuturkan pengerahan instrumen fiskal tidak hanya untuk memitigasi dampak virus korona, tetapi juga dalam rangka persiapan menyambut momen Idul Fitri.

"Jangan lupa 2-3 bulan ke depan menjelang puasa dan Lebaran. Jadi, kita memiliki fokus mencegah dampak virus korona sekaligus persiapan Lebaran," ujarnya. (Ant/E-2)

Baca Juga

Antara/Aprilio Akbar

Keren, BI Dapat Fasilitas Repo US$60 Miliar dari The Fed

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 07 April 2020, 18:10 WIB
Hanya beberapa negara emerging market seperti Indonesia yang mendapat komitmen dana dari bank sentral Amerika...
Ilustrasi

Nilai Tukar Rupiah terus Menguat, BI Optimistis target tercapai

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 07 April 2020, 17:34 WIB
Ia pun optimistis, target Rp15 ribu pee dolar AS pada akhir tahun ini bisa tercapai....
Ilustasi

Korpri Harapkan Pensiunan ASN Tetap Peroleh THR

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 07 April 2020, 17:22 WIB
Zudan menyebutkan, walaupun pihaknya sepakat dengan wacana yang digulirkan pemerintah, ada beberapa elemen ASN dan mantan ASN yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya