Kamis 05 Maret 2020, 08:35 WIB

Pemerintah Perlu Tindak Tegas Spekulan

Faustinus Nua | Ekonomi
Pemerintah Perlu Tindak Tegas Spekulan

MI/ATET DWI PRAMADIA
Wakil Ketua DPR Bidang Industri dan Pembangunan Rachmat Gobel

 

TINDAKAN tegas perlu diberikan kepada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan memanfaatkan isu virus Korona.

Wakil Ketua DPR Bidang Industri dan Pembangunan Rachmat Gobel mengecam keras tindakan pelaku usaha, distributor, pedagang, dan penimbun alat medis pelindung diri dan sembako untuk kepentingan sendiri.

"Pemerintah harus menindak para pelaku secara tegas dan cepat sebelum kepanikan masyarakat semakin meningkat. Kondisi kedaruratan ini jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan menimbulkan potensi kerugian ekonomi, sosial, dan politik," tegas Rachmat Gobel di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut Rachmat Gobel menegaskan langkah preventif penanganan dampak korona terhadap ancaman instabilitas ekonomi dan politik harus dilakukan.

Pemerintah harus membentuk tim satgas penanganan terhadap para pelaku aji mumpung yang bertujuan memperkaya diri sendiri. Pelaku diganjar dengan sanksi pidana. Bahkan, jika sudah mengarah ke instabilitas nasional, bisa dikenai dengan pidana subversif.

Pada saat yang sama, lanjutnya, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian, Perdagangan, Kesehatan, Bulog, dan BUMN diminta meningkatkan kekuatan stok pangan dan alat medis pelindung diri.

Saat ini, kata Rachmat, melihat dari berbagai pemberitaan dan informasi yang beredar mungkin ada kekurangan pasokan dan stok.

"Pemerintah dan industri harus dengan segera melakukan koordinasi antara eksekutif dan legislatif, meningkatkan produksi sebesar sekitar 50%. Hal itu untuk mengantisipasi adanya lonjakan permintaan, pembelian karena panik, penimbunan, dan penyalahgunaan," ujar Rachmat Gobel.

Pembentukan Tim Satgas Virus Korona penting untuk memastikan ketersediaan dan pasokan barang strategis.

Impor langsung

Saat ditemui di tempat berbeda, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengizinkan impor langsung bahan baku masker dari Eropa.

"Sekarang bahan masker itu dari Tiongkok, tapi kita tahu pasokan dari sana sedang terganggu. Jadi kalau nanti stoknya habis, pasti kita juga harus membeli alternatif dari Eropa. Sudah ada stoknya di Eropa," ungkapnya seusai mengunjungi salah satu Apotek Kimia Farma di Menteng Huis, kemarin.

Saat ini, ungkap Erick, Kimia Farma masih memiliki stok yang cukup, mencapai 200 ribu masker.

Selain itu, BUMN farmasi itu masih memiliki stok bahan baku untuk 7 jutaan masker.

Untuk menghindari adanya kelangkaan penjualan masker, Kimia Farma pun membatasi penjualan untuk dua buah masker per orang dalam sehari.

Terkait dengan stok pangan, Menteri Erick memastikan persediaan beras tetap aman bahkan hingga Lebaran nanti.

Ia mengatakan Badan Urusan Logistik (Bulog) mempunyai stok sebanyak 1,65 juta ton untuk semua gudangnya.

Stok tersebut juga akan bertambahn mengingat pada April nanti sudah memasuki musim panen. (Ind/Pra/Ant/E-1)

Baca Juga

Antara

Soal Jalan Tol Ditutup, Jasa Marga Masih Tunggu Pemerintah

👤Henri Siagian 🕔Rabu 01 April 2020, 21:13 WIB
Jasa Marga sudah menyiapkan protokol untuk berbagai alternatif yang akan diputuskan oleh...
Antara

Taipan Prajogo Pangestu Salurkan Bantuan senilai Rp30 Miliar

👤Henri Siagian 🕔Rabu 01 April 2020, 20:57 WIB
Bantuan medis yang diserahkan  mencakup 45.000 alat tes covid-19 yang terdiri dari polymerase chain reaction (PCR) dan rapid test...
Istimewa/BNI

BNI Syariah Inisiasi Kemanusiaan Bagi Warga Terdampak Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 April 2020, 20:54 WIB
Direktur Kepatuhan BNI Syariah, Tribuana Tunggadewi, berharap dengan kerja sama ini bisa membantu masyarakat dalam menghadapi wabah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya