Kamis 05 Maret 2020, 07:25 WIB

RS di Daerah Siap Tangani Pasien Korona

Bayu Anggoro | Nusantara
RS di Daerah Siap Tangani Pasien Korona

MI/Supardji Rasban
Ilustrasi -- Simulasi Penanganan Korona

 

RUMAH sakit (RS) di seluruh Tanah Air bersiap menangani pasien virus korona dengan menyiapkan ruang isolasi dan tempat tidur bagi mereka. Ruangan tersebut juga segera dilengkapi dengan berbagai peralatan.

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, yang menjadi RS rujukan, menyiapkan 12 tempat tidur untuk menangani pasien penyakit menular itu. Namun, Dirut RSHS Nina Susana Dewi mengatakan pihaknya memerlukan klasifikasi tentang RS rujukan.

"Bikin klasifikasi ring I, II, dan III. Kira-kira berapa hari (pasien dirawat). Kalau tidak tertangani, baru dirujuk ke RSHS. Jangan semua dirujuk ke RSHS," katanya, saat rapat lintas sektor terkait pencegahan dan penanganan covid-19 di Jawa Barat.

Selain RSHS, hal serupa juga dilakukan RS Khusus Paru Rotinsulu dengan menambah tempat tidur untuk merawat pasien tersebut. RS Khusus Paru Rotinsulu juga merupakan rumah sakit rujukan penanganan pasien korona.

Ruang isolasi juga disiapkan RS Gunung Jati, Cirebon, dengan enam tempat tidur di dalamnya. Ruangan tersebut berada di bagian belakang RS itu dan sebelumnya pernah digunakan sebagai tempat perawatan pasien terduga flu burung.

"Saat ada pasien suspect penyakit menular, akan langsung dibawa lewat belakang, tanpa melewati ruang IGD (instalasi gawat darurat)," kata Dirut RSD Gunung Jati, Ismail Jamaludin, kemarin.

Dengan menempatkan ruang isolasi di bagian belakang, ujarnya, diharapkan tidak mengganggu pasien lainnya dan menghindari kemungkinan penularan kepada pasien, pengunjung, dan orang lain yang berada di RS tersebut.

Tim dokter juga telah disiagakan. Menurut Ismail, satu tim terdiri atas 25 orang, yakni dokter dan perawat. Saat bertugas mereka dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). "Mereka siap bertugas sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan," ujarnya.

RSUD Ciereng, Kabupaten Subang, juga menyediakan dua ruang khusus untuk menangani pasien terduga korona dengan ukuran 3x3 meter. Di setiap ruangan ditempatkan satu tempat tidur.

"Untuk menangani pasien virus korona kami pun telah membentuk tim yang dipimpin dokter penyakit dalam," kata Kasubbag Humas RSUD Ciereng, M Budirakhmat.

Penyediaan sarana dan prasarana penunjang proses perawatan pasien hingga kini masih menunggu konfirmasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kemenkes telah memberi lembar isian tentang apa saja yang dibutuhkan di rumah sakit ini. Kami sudah melaporkan semuanya, tapi sampai sekarang belum dikirim," ujarnya.

Demikian halnya dengan RS dr Slamet, Garut, yang menjadi salah satu RS rujukan penderita korona. Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan petugas medis RS dr Slamet akan selalu siap melaksanakan penanganan. Pemerintah daerah juga tetap berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya mereka tidak panik, tetap tenang, dan menjaga kesehatan masing-masing.

Simulasi penanganan

RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto, Jawa Tengah, siap siaga melayani pasien yang menjadi suspect infeksi covid-19 itu. Apalagi, RS tersebut telah berpengalaman merawat suspect korona dan semua pasien yang dirawat negatif.

Direktur RSUD Margono Soekarjo, Tri Kuncoro, mengatakan pihaknya telah berpengalaman dalam menangani pasien suspect infeksi korona.

"Kami telah berpengalaman menangani pasien suspect korona sehingga kami telah siap jika ada pasien lagi. Apalagi, kami juga sudah melaksanakan simulasi bagaimana penanganan pasien suspect korona," jelasnya. (UL/RZ/AD/LD/RK/YH/SL/AT/JI/RF/DW/MT/TB/HP/N-1)

Baca Juga

MI/Arnoldus Dhae

Pantai Kuta Ditutup Total

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 04 April 2020, 18:25 WIB
Menurut Oka Adnyana, masih ada saja turis datang. Namun petugas sudah memasang pengumuman di depan pintu masuk, tepatnya di pintu gerbang...
Antara

Pemprov DIY Siapkan Makam Pasien Korona di Sleman dan Bantul

👤Ardi Teristi 🕔Sabtu 04 April 2020, 18:21 WIB
Ia mengungkapkan, jenazah covid-19 tidak membahayakan dan tidak menularkan kepada orang lain apabila diperlakukan sesuai...
Antara

Kajari Bantul dan 2 Warga DIY Sembuh dari Virus Korona

👤Ardi Teristi 🕔Sabtu 04 April 2020, 18:18 WIB
Selain itu, kasus nomor 9, laki-laki 4 bulan warga Kulonprogo, dan kasus nomor 11, laki-laki 55 tahun warga Gunungkidul, juga dinyatakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya