Kamis 05 Maret 2020, 06:10 WIB

Komunikasi Pemerintahan dalam Menghadapi Korona

Suyatno Analis politik pemerintahan Pada FHISIP Universitas Terbuka | Opini
Komunikasi Pemerintahan dalam Menghadapi Korona

Dok.Pribadi

KOMUNIKASI memegang peranan penting dalam menghadapi ekspansi virus korona (covid-19) secara rasional. Hal ini sangat menentukan menjadikan momentum agar bangsa ini tangguh untuk menghadapi musuh yang sangat berbahaya itu. Komunikasi yang baik dan efektif penting untuk menangkal kesimpangsiuran berita tentang covid-19 baik yang disengaja ataupun tidak.

Sayangnya komunikasi yang dilakukan sebagian dari aparat pemerintah masih menuai kritik. Pengumuman dua warganya oleh pejabat positif terjangkit virus korona menuai kritik yang dilayangkan Kelompok Pembela Kebebasan Berekspresi Asia Tenggara (SAFEnet) dan mendapat sambutan dari warganet.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta pemerintah daerah (pemda) tidak sembarangan menyebarkan informasi terkait covid-19 (virus korona). Informasi menjadi kewenangan medis untuk mengumumkan, bukan diumumkan orang lain. Tujuannya agar tidak terjadi bias informasi. Komunikasi pemerintahan menjadi penentu bagi ketangguhan bangsa dalam menghadapi serangan korona.

Komunikasi efektif

Komunikasi pemerintahan bisa dipahami dalam konteks komunikasi dalam pengertian serangan virus korona. Konteks ini bisa dilihat pemanfaatan baik dari aktor, objek maupun tujuannya dalam memerangi covid-19. Ia merupakan proses penyampaian ide, program, dan gagasan pemerintah kepada masyarakat dalam menghadapi dan mengantisipasi korona.

Pemerintah secara luas menjalankan komunikasi ini. Tidak hanya eksekutif, legislatif dan yudikatif pun memerlukan komunikasi pemerintahan bila ingin fungsi menghadapi korona tercapai. Pemahaman ini menunjukkan kepada kita akan urgensi komunikasi pemerintahan di semua lini.

Salah satu yang erat dengan kondisi ini ialah kepiawaian dalam menangani kondisi seburuk apa pun termasuk penyampain korban terpapar korona. Kepiawaian seperti ini bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi lebih baik. Akhirnya kemungkinan terjadinya penyebaran berita hoaks yang mengancam jalannya program pemerintah menghadapi korona hingga berakibat pada keresahan yang lebih besar bisa dihindarkan.

Komunikasi yang efektif menjadi kebutuhan untuk mewujudkan hal di atas. Komunikasi efektif membutuhkan pendekatan faktual dan aktual. Maksudnya komunikasi pemerintahan tidak bisa meninggalkan realita. Informasi juga tidak boleh basi atau ketinggalan zaman. Perlu penguasaan dan pemahaman komunikasi komprehensif. Artinya, pemahaman yang dilandasi kejujuran komunikasi dan komunikasi atas dasar hati nurani.

Komunikasi pemerintahan perlu memiliki karakter yang completeness atau lengkap baik data maupun medianya terkait korona. Sifat lain claryteness yakni memiliki tingkat kejelasan yang tinggi serta sifat correctness atau memiliki nilai kebenaran yang bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini akan menjaga agar pemerintah bisa melakukan komunikasi tentang korona dengan masyarakat dengan baik.

Karakter

Keniscayaan komunikasi pemerintahan yang kuat melekat sebagaimana pada organisasi pada umumnya yang membutuhkan sejumlah karakter dalam melakukan komunikasi (Robbins,1996). Di antara karakter itu, ialah kesadaran seluruh aparatur akan pentingnya komunikasi terkait korona.

Keseluruhan ini menjadi titik penting keberhasilan sebuah komunikasi pemerintahan. Bukan lagi hanya urusan bagian humas yang harus memiliki kesadaran akan komunikasi pemerintahan sebagaimana yang dipahami selama ini. Melakukannya akan membawa komunikasi pemerintahan menjadi kerdil makna.

Selanjutnya aparatur pemerintah dituntut berkomitmen pada komunikasi dua arah dalam menghadapi korona. Dari pemerintah ke masyarakat dan sebaliknya, dari masyarakat ke pemerintah. Pemerintah perlu menyampaikan informasi tentang korona kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui banyak hal terkait fungsi, aktivitas dan tujuan pemerintah.

Di sisi lain pemerintah juga harus tahu apa keinginan masyarakat dalam menyikapi wabah korona. Proses ini akan menciptakan kedekatan di antara keduanya. Tidak ada jurang pemisah yang menganga lebar memerangi korona.

Selain itu pemerintah dan aparaturnya harus paham betul bahwa keberhasilan komunikasi memerlukan kedekatan. Tidak hanya dari sisi jarak, namun bisa pula dipandang dari sisi respons psikologis masyarakat terhadap korona.

Dalam kondisi teknologi yang semakin canggih saat ini jarak bisa menjadi kurang berarti. Kedekatan komunikasi yang dulu mengandalkan tatap muka kini berkembang dengan berbagai media yang ada. Di sinilah peran teknologi informasi berbicara. Komunikasi pemerintahan tidak bisa lepas dari IT.

Di atas semua itu dalam komunikasi pemerintahan dibutuhkan transparansi dan keterbukaan sebagai tujuan dan strategi bersama melawan korona. Keduanya menentukan kepercayaan akan tumbuh dalam komunikasi ini. Lagi-lagi tentu kepercayaan yang bersifat dua arah.

Komunikasi pemerintahan lantas diabdikan pada kebaikan dan solusi bersama memerangi wabah covid-19. Termasuk informasi yang kondisi buruk dan tidak menguntungkan yang terpaksa diterima. Dalam komunikasi semacam ini tidak dikenal istilah tidak mencari kambing hitam.

Demikian pula komunikasi pemerintahan mampu menghindarkan upaya mengail di air keruh oleh pihak mana pun. Semua berpikir dalam landasan saling percaya guna mencari kebaikan bersama.

Seluruh aparatur pemerintah juga harus memperlakukan komunikasi sebagai proses berkelanjutan. Komunikasi pemerintahan tidak mengenal ruang dan waktu. Sekat-sekat batas harus dihilangkan dalam komunikasi ini.

Integrasi

Dalam kaitannya dengan fungsi komunikasi untuk menumbuhkan integrasi pemerintahan ditunjukkan perannya yang unik. Sebuah kondisi berupa penyesuaian antar unsur-unsur pemerintahan yang berbeda hingga membentuk keserasian fungsi pemerintahan menghadapi korona. Unit-unit meliputi baik level atau lembaga maupun bidang pemerintahan yang berbeda.

Dalam tubuh pemerintahan saat ini rentan terjadi perbedaan dalam menghadapi korona yang mencuat ke permukaan. Bila tak diantisipasi perbedaan antardepartemen menjadi tontonan yang sering muncul di hadapan publik. Justru kondisi itu menunjukkan latar belakang yang kuat menuju pada terciptanya integrasi. Tentu saja bila diikuti dengan komunikasi pemerintahan yang optimal.

Dengan komunikasi pemerintahan yang baik akan tercipta konsensus dalam tubuh pemerintahan memerangi musuh bersama korona. Komunikasi membangun kesadaran seluruh unsur pemerintahan mulai presiden hingga level terbawah sebagai satu kesatuan. Semua bagian memliki cara pandang yang sama tentang covid-19 dengan komunikasi sebagai sarananya. Pemerintahan di kerangka tujuan yang sama dengan strategi yang diterapkan melalui komunikasi yang ada.

Selain itu komunikasi pemerintahan yang kuat menghadapi korona dilandasi norma yang berlaku tetap. Komunikasi memiliki landasan dan tujuan yang kuat melawan korona. Ia tidak terombang-ambing oleh kepentingan sempit dan sesaat. Kebaikan bersama melawan korona menjadi fondasi yang kuat untuk menjalankan komunikasi pemerintahan.

Komunikasi tidak mudah dibelokkan untuk kepentingan yang parsial.

Kondisi itu menunjukkan bahwa dalam komunikasi terkandung adanya tujuan bersama terbebas dari cengkeraman covid-19. Kejelasan dan ketetapan arah mengatasi korona akan menunjukkan peran penting komunikasi pemerintahan. Bukan sekadar penyampai informasi, komunikasi memiliki peran yang jauh lebih luas mengedukasi tentang korona.

Apalagi tentu tidak untuk digeser dalam upaya melakukan manipulasi. Menggunakannya akan melunturkan kepercayaan melawan korona. Dan bila ini terjadi, pemerintah akan kehilangan pijakan.

Komunikasi pemerintahan yang kuat akan menciptakan adanya perasaan saling membutuhkan dan saling mengisi dalam memerangi korona. Perasaan itu terjadi baik antara pemerintah dan masyarakat maupun di dalam organisasi pemerintahan itu sendiri.

Dengan komunikasi ini masing-masing akan menjalankan fungsinya dengan baik dalam kerangka pemahaman yang sama melawan korona. Mereka akan saling memahami dan memercayai. Curiga dan prasangka jauh dari keduanya. Fitnah dan kebohongan bukanlah kata yang mudah dibuat atau dipuja.

Mengingat urgensinya komunikasi pemerintahan harus terus diperkuat untuk menghadapi gentingnya wabah korona, sudah saatnya diberlakukan prinsip sampaikan apa yang kau kerjakan dan kerjakan apa yang kau sampaikan dengan penuh karakter dalam komunikasi pemerintahan.

Baca Juga

MI/SUMARYANTO

Nasihat untuk Luhut Pandjaitan dan Said Didu 

👤Laode Ida, Anggota Ombudsman RI 🕔Minggu 05 April 2020, 11:49 WIB
Situasi itu sebenarnya biasa saja dalam negara demokrasi. Apalagi, di dalam negara yang masyarakat heterogen seperti...
Dok. Pribasi

Covid-19 dan Generasi Charlie (Gen C)

👤Pramudianto, Doktor bidang Sumber Daya Manusia dan Trainer 🕔Sabtu 04 April 2020, 20:56 WIB
KITA mengenal generasi silent atau generasi tradisional yaitu mereka yang lahir sebelum tahun 1940....
Dok. Pribadi

Melawan Covid-19, Membangun Partisipasi Warga

👤Osmar Tanjung, Sekjen Pusat Kajian Pengembangan (PKP) Berdikari 🕔Sabtu 04 April 2020, 19:25 WIB
DI era 80-an hingga 90-an, aktivis LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) turut membantu pembangunan di banyak wilayah di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya