Kamis 05 Maret 2020, 07:55 WIB

Neraca Perdagangan NonMigas Ditargetkan US$15 Miliar

Faustinus Nua | Ekonomi
Neraca Perdagangan NonMigas Ditargetkan US$15 Miliar

ANTARA
Pekerja menyelesaikan pesanan pakaian rajut di industri rumahan Sentra Rajut Binong, Bandung, Jawa Barat, Senin (7/1/2020).

 

Kementerian Perdagangan menargetkan neraca perdagangan barang nonmigas Indonesia mencapai US$15 miliar pada 2020. Target tersebut telah ditetapkan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Pada 2020-2024 sesuai RPJMN ekspor nonmigas ditargetkan tumbuh sebesar 5,2%-9,8%. Sementara itu, neraca perdagangan barang ditargetkan mencapai US$15 miliar pada 2020," ungkap Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam konferensi pers Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/3).

Dijelaskannya, pada tahun 2019 ekspor nonmigas Indonesia mengalami surplus sebesar US$6,15 miliar. Untuk itu, pemerintah akan terus mendorong agar ekspor nonmigas bisa terus tumbuh di tahun ini.

Adapun, untuk mencapai target neraca perdagangan tersebut, Kemendag telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya adalah memperluas akses pasar potensial dan sekaligus tetap menjaga pasar utama.

"Kita harus menjaga pasar utama seperti Amerika Serikat (AS) dan Australia, namun kita juga harus mengembangkan ekspor ke pasar-pasar potensial seperti Afrika Selatan, Nigeria, Chili dan tetangga kita Myanmar," ujarnya.

Selain itu, lanjut Agus, Kemendag juga akan mempercepat proses ratifikasi dan implementasi perundingan perdagangan internasional, serta mereview perjanjian perdagangan internasional yang sudah selesai.

Ratifikasi perjanjian dagang yang dimaksudkan adalah mengakselesari free trade agreement (FTA), Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Preferential Trade Agreement (PTA), dan meningkatkan pemanfaatan Surat Keterangan Asal.

Di samping itu, pihaknya juga akan mendorong penguatan misi dan promosi dagang, serta meningkatkan ekspor barang yang bernilai tambah dan menggenjot perdagangan jasa.

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah akan menyelesaikan masalah hambatan perdagangan, serta menjaga dan memperkuat pasar dalam negeri melalui optimalisasi instrumen pengamanan perdagangan.

"Sekaligus meningkatkan peranan produk dalam negeri di domestik dan e-commerce, dan meningkatkan daya saing sektor perdagangan, menjaga inflasi dan stabilitas harga," tambahnya.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, pada 2018 ekspor per kapita Indonesia hanya tumbuh US$673,3 miliar. Angka itu masih jauh dibandingkan dengan negara seperti Malaysia yang mencapai US$7.845,7 miliar, Thailand US$3.631,2 miliar, dan Vietnam US$2.571 miliar.

"Bahkan, dari sisi keterbukaan perdagangan Indonesia menjadi yang terendah di Asean. Itu kenapa transformasi ekonomi perlu dilakukan," pungkasnya.(E-3)

Baca Juga

Ist/Kementan

Greentea Coklat dan Greentea Rice Craker, Produk Teh Eksotis

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 16:22 WIB
Inovasi dan kreasi yang dilakukan Pemilik Usaha Arafa Tea, Ifah, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo...
Ist/Kementan

Diperkirakan, Konsumsi Kopi Dunia Meningkat 5%

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 16:12 WIB
Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Tri Joko Santoso mengatakan, karena konsumsinya meningkat, maka di...
Ist/Kementan

Petani Solok Bisa Jual Minyak Sereh Wangi ke Eksportir

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 16:05 WIB
Ketua Kelompok Tani Agribisnis Atsiri Kota Solok, Djanuardi, mengatakan, sereh wangi  yang ditanam petani disuling sendiri dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya