Rabu 04 Maret 2020, 20:16 WIB

RS Khusus Korona di Pulang Galang Bakal Rampung Satu Bulan

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
 RS Khusus Korona di Pulang Galang Bakal Rampung Satu Bulan

ANTARA
Wisatawan mengamati maket komplek camp Vietnam, di Pulau Galang, Batam, beberapa waktu lalu.

 

MENTERI Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan pemerintah menyiapkan rumah sakit khusus untuk penanganan pasien korona (Covid-19). Pembangunan rumah sakit khusus di Pulau Galang, Kepulauan Riau, itu ditargetkan rampung dalam satu bulan.

"Bapak Presiden sudah memberi pengarahan, beliau menyampaikan kurang dari sebulan harus sudah siap digunakan," kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3).

Lokasi rumah sakit khusus untuk penanganan korona itu akan berada di bangunan bekas penampungan pengungsi konflik Vietnam. Pemerintah akan melakukan pemugaran dan menambahkan sarana prasarana medis yang diperlukan untuk penanganan pasien korona.

"Di Pulau Galang itu tidak membangun (baru) ya. Itu sudah ada (bangunan) dan akan kita upgrade. Dulu dipakai menampung pengungsi dari Vietnam, sehingga itu pulau yang sudah siap," imbuh Muhadjir.

Muhadjir menambahkan selain pembangunan rumah sakit khusus, pemerintah juga terus menambah daftar rumah sakit rujukan untuk pasien korona. Dari jumlah rumah sakit rujukan yang semula ada 100 rumah sakit, kini sudah bertambah menjadi 137 rumah sakit.

Baca juga: 446 Spesimen Suspect Korona Telah Diuji Balitbangkes Kemenkes

Ia menegaskan pemerintah terus berbenah menyempurnakan penanganan korona seiring munculnya kasus di Tanah Air. Seperti diberitakan, dua kasus virus korona menjangkit dua warga Depok, Jawa Barat, berusia 64 tahun dan anaknya yang berusia 31 tahun. Keduanya diindentifikasi positif korona setelah kontak dengan warga negara Jepang berusia 41 tahun di Jakarta.

"Pemerintah terus proaktif. Terus kita benahi, kita sempurnakan, setelah betul-betul ada kejadian ada dua kasus, kemudian kita terus lakukan tracking, penelusuran terutama kontak yang bersangkutan," ucap Muhadjir.

Muhadjir melanjutkan pemerintah juga terus memantau warga asing yang diidentifilasi positif korona setelah berkunjung ke Indonesia. Salah satunya warga negara Selandia Baru yang sempat transit penerbangan di Bali.

"Kita cari juga beberapa kasus yang sudah muncul, misalnya ada penumpang WN New Zealand yang dari Iran mampir di Bali. Sudah kita telusuri semua, mungkin ada sekitar 30-an pihak (ditelusuri) dan ternyata negatif," tukasnya. (A-2)

Baca Juga

dok pemprov jatim

Rumah Dinas Gubernur Jatim Jadi Posko Command Center Covid-19

👤Aries Wijaksena 🕔Minggu 05 April 2020, 09:56 WIB
Rumah dinas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang berlokasi di sisi timur Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo...
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI)/Tim MI

Jenazah tidak Tularkan Virus

👤Ata/Aiw/RF/J-1 🕔Minggu 05 April 2020, 09:05 WIB
Saat orang meninggal, selnya mati sehingga virus tidak akan berkembang. Sifat virus dalam jenazah sama dengan virus yang ada di tanah,...
MI/ROSMERY C SIHOMBING

Sido Muncul Hadirkan Kebaikan di Tengah Pandemi

👤Ykb/Ten/I-2 🕔Minggu 05 April 2020, 09:05 WIB
Bantuan tersebut untuk membantu upaya melawan pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya