Rabu 04 Maret 2020, 20:15 WIB

Peluang UMKM Di Tengah Virus Korona

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Peluang UMKM Di Tengah Virus Korona

IST/Kemenkop UKM
Menteri Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki (tengah) bersama relawan gerakan koperasi keren di Jogjakarta.

 


MENTERI  Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa kepanikan publik akan virus Korona bisa menjadi momentum kebangkitan UMKM untuk menjaga stabilitas perekonomian Indonesia.

Terlebih lagi usaha mikro yang memiliki kedekatan dengan masyarakat dikatakan bisa menjadi jawaban untuk menjaga daya beli masyarakat.

Menurutnya UMKM selalu menjadi tulang punggung perekonomian bangsa di kala krisis terjadi. Hal ini dikarenakan UMKM memiliki keunggulan yang tak bisa dianggap sebelah mata.

"UMKM itu memiliki keuntungan dalah hal penyerapan tenaga kerja, mensubstitusi produk-barang konsumsi atau barang tengah jadi yang diproduksi industri, substitusi produk UMKM. Nah yang paling dinamis ditengah krisis ini pasti UMKM, kalau yang besar mereka pasti menunggu pengembangan investasi atau keadaan yang lebih baik," ungkapnya saat ditemui di Kantor Kemenkop UKM, Kuningan, Jakarta, Rabu (4/3).

Lebih lanjut, UMKM dikatakan tidak perlu menunggu keadaan membaik untuk usaha mereka. Mereka harus tetap menjalankan usaha meskipun keuntungan yang didapatkan sedikit. Hal ini lah yang dikatakan akan menjadi motor penggerak perekonomian di tengah krisis.

"Karena yang dipentingkan itu bagaimana daya beli masyarakat bisa tetap terjaga. Terutama distribusi makanan jadi keharusan kan, kebutuhan sehari-hari juga harus dijaga, makanya semua dimiliki oleh produk UMKM," lanjut Teten.

Upps, Insentif dan Promosi Pariwisata Ditunda Dulu

Teten menambahkan bahwa saat ini dia tengah mengusulkan untuk memberikan stimulus yang mempermudah UMKM. Terlebih dalah hal market driven yang ingin digenjot lebih lanjut.

Dalam kesempatan berbeda, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah saat ini juga sedang merumuskan insentif bagi UMKM melalui perpajakan.

"Kami akan menyentuh hal yang berkaitan dengan insentif pajak UMKM," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pidatonya di Lokakarya Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Kempinski Hotel, Jakarta, Rabu (4/3).

Dengan begitu, pelaku UMKM akan mendapatkan fasilitas insentif tambahan. Pasalnya, saat ini pelaku UMKM telah diberikan keringanan melalui Peraturan Pemerintah 23/2018 tentang Pajak Penghasilan Dari Usaha yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Pendapatan Bruto Tertentu.

Dalam PP itu, pelaku UMKM dikenai tarif pajak penghasilan (PPh) Final dalam jangka waktu tertentu sebesar 0,5%.

Airlangga menuturkan, penambahan insentif pada pelaku UMKM itu masih dirumuskan pemerintah dan segera mungkin akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

"Ini sedang dirumuskan, kemarin pemerintah umumkan akan ada stimulus untuk UMKM. Mudah-mudahan minggu depan bisa dirilis," ujarnya.

Upaya untuk mendorong pertumbuhan UMKM terus digalakkan pemerintah melalui berbagai kebijakan. Dengan penguatan UMKM, diharapkan produk dalam negeri akan mampu bersaing dan terus memberikan kontribusi yang besar pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Tercatat, pertumbuhan sektor UMKM terus meningkat tiap tahunnya. Di 2018 misalnya, UMKM berkontribusi sebesar Rp8.400 triliun atau setara 60% dari Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp14.000 triliun.

Belum lagi serapan tenaga kerja dari sektor UMKM, di tahun yang sama sebanyak 121 juta pekerja bekerja di UMKM. Angka itu setara 96% daro total jumlah tenaga kerja saat itu yang mencapai 170 juta tenaga kerja.

Oleh karenanya, pemerintah terus mendukung UMKM melalui berbagai kemudahan persyaratan dan kewajibannya. Itu terlihat dari kebijakan pemerintah beberapa bulan terakhir yang menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 7% ke 6%.

Total plafon untuk KUR juga ditingkatkan menjadi Rp190 triliun di 2020 dan terus meningkat secara bertahap sampai Rp325 triliun di 2024. Pun demikian dengan peningkatan KUR Mikro dari Rp25 juta menajdi Rp50 juta per debitur.  (Mir/E-1)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Mentan SYL Cek Stok Gula dan 250 Ribu Ton Gula Siap Guyur Pasar

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 April 2020, 17:24 WIB
Mentan Syahrul menerangkan bahwa sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, seluruh Menteri harus turun ke lapangan melakukan validasi...
DOK KEMENTAN

Driver Ojol Minta Mentan SYL Perpanjang Waktu Operasional TTIC

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 April 2020, 17:03 WIB
Menanggapi hal tersebut Mentan Syahrul mengatakan bahwa ia akan berkoordinasi dengan kepala badan ketahanan pangan sebagai penanggung...
DOK KEMENTAN

Mentan Syahrul Pantau Aktivitas Pasar Murah TTIC

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 April 2020, 16:42 WIB
Mentan SYL menjelaskan pasar murah yang disediakan pemerintah ini menyediakan 11 kebutuhan bahan pokok dengan label harga yang sangat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya