Rabu 04 Maret 2020, 18:43 WIB

Harga Gula Melonjak Terimbas Korona

Bagus Suryo | Nusantara
Harga Gula Melonjak Terimbas Korona

ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Warga mengantri membeli gula pasir saat digelar pasar murah gula pasir RMI dengan harga Rp11.500 per Kg di Surabaya, Rabu (22/1)

 

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur, menyatakan harga gula pasir sudah menyentuh Rp16.000 per kg di pasar tradisional imbas dari virus korona.

"Padahal harga normalnya Rp10.000 sampai Rp11.000 per kg. Penyebabnya ya itu karena korona. Yang paling memungkinkan ada aksi borong dari masyarakat," tegas Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Malang Hasan Tuasikal kepada Media Indonesia, Rabu (4/3).

Hasan mengungkapkan kendati sudah ada lonjakan harga gula, sejauh ini belum ada perintah dari Pemerintah Provinsi Jatim untuk menggelar operasi pasar (OP) skala besar. Menurut dia, bila ada pelaksanaan OP dari Provinsi akan diberikan subsidi angkut ke pemda.

Namun, saat harga gula mulai melonjak, instruksinya hanya sebatas OP mandiri. Terkait hal itu, Pemkab Malang sudah melakukan OP gula di Pasar Kepanjen sebanyak 500 kg, dan tidak ada tindak lanjut OP di pasar lainnya. "OP gula yang tidak banyak itu cepat habis, dalam 2 jam sudah dibeli warga," ujarnya.

Hasan mengungkapkan, stok gula cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 4-5 bulan bahkan 7 bulan ke depan atau stok total saat ini sekitar 36.000 ton di Pabrik Gula Krebet Baru dan Pabrik Gula Kebonagung. Pasokan gula di Kabupaten Malang, lanjutnya, tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan lokal, tapi juga memasok kebutuhan seluruh kabupaten/kota di Jatim.

Selain gula, komoditas yang terdampak korona, yaitu bawang putih. Kebutuhan bawang putih hampir 90 persen impor terbanyak dari Tiongkok. "Kran impor belum dibuka, jadi komoditas itu kosong di pasar tradisional. Upaya pemerintah seharusnya OP, tapi regulasinya menunggu dari Kementerian Perdagangan," tuturnya.

Sementara itu, Staf Informasi Harga Subterminal Agrobisnis (STA) Mantung, Kabupaten Malang, Didik Sudiarto mengatakan pengiriman sayur mayur ke luar Jawa masih lancar. Akan tetapi stok bawang putih impor kosong sejak beberapa pekan lalu. Bahkan, bawang putih lokal juga tidak tersedia. Dengan demikian, bawang putih di pasar grosir terbesar Kabupaten Malang itu langka. "Untuk bawang putih, stoknya kosong dalam beberapa minggu sebelumnya," kata Didik. (OL-12)

Baca Juga

Antara

Tambahan 7500 APD dan 37.500 Masker untuk Bali

👤Arnoldus Dhae 🕔Jumat 03 April 2020, 23:50 WIB
Pemprov Bali mendapatkan tambahan 7500 Alat Pelindung Diri (APD) dan 37.500 buah masker dari Pemerintah Pusat untuk mendukung pencehan dan...
MI/Susanto

Gedung Karantina Babel punya Tim Medis Khusus Covid-19

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Jumat 03 April 2020, 23:15 WIB
Pemprov kepulauan Bangka Belitung menyiapkan tim dokter dan perawat untuk menangani ODP dan PDP yang dirawat di gedung...
MI/Widjajadi

Pasien Meninggal karena Covid-19 Bertambah Satu Orang

👤Widjajadi 🕔Jumat 03 April 2020, 22:35 WIB
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (PPC) Kota Solo menginformasikan satu pasien covid-19 meninggal...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya