Rabu 04 Maret 2020, 18:28 WIB

KPK Akui Penyelidiknya Ditangkap Polisi karena Dikira Penculik

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
KPK Akui Penyelidiknya Ditangkap Polisi karena Dikira Penculik

Antara
Penyidik KPK melakukan penggeledahan di Kantor DPRD Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (17/2/2020).

 

TIM penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disangkakan sebagai penculik saat menyelidiki sebuah kasus di Desa Sukowono, Jember, Jawa Timur. Kejadian itu terjadi dua Minggu lalu.

"Jadi sesungguhnya biasa, kesalahpahaman, karena kami pada saat penyelidikan kan ada dua model, model tertutup dan model yang terbuka," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron di Jakarta, Rabu (4/3).

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron. (Antara)

Ghufron menjelaskan, model terbuka merupakan panggilan penyelidikan, sedangkan yang tertutup merupakan penyelidikan yang langsung turun ke lapangan.

Baca juga: Malaadministrasi Mendominasi Aduan Ombudsman di 2019

Ghufron menjelaskan saat itu penyelidik menggunakan model tertutup untuk mengumpulkan bukti tindak rasuah di Jember. Saat disangka penculik oleh warga, tim penyelidik kukuh untuk tidak membuka identitas.

"Pada saat itu memang ya namanya menggunakan sistem tertutup petugas kami tidak menunjukkan identitas sebagai KPK karena memang silence," ujar Ghufron.

Baca juga: KPK Komitmen Mencari dan Menangkap para Buron

Atas dasar itulah tim penyelidik tersebut dibawa ke Polsek Sukowono oleh warga. Para penyelidik KPK dibebaskan seusai menjelaskan kepada pihak kepolisian.

"Setelah ternyata begitu setelah sampai di Mapolsek Sukowono kemudian baru dijelaskan dan ya memang sempat dibawa ke Mapolsek namun tidak ada pengeroyokan, tidak ada apa-apa, tim kami tidak ada yang mengalami apa-apa," tutur Ghufron.

Baca juga: KPK Periksa Direktur Jakpro untuk Penyelidikan Pencucian Uang

Ghufron menjelaskan akibat insiden itu tim penyelidik gagal mendapatkan bukti. Namun, dia memaklumi hal tersebut.

Seusai insiden itu, Korps Antirasuah mengganti metode penyelidikan. Menurut Ghufron, KPK tidak ingin mengambil risiko keselamatan penyelidik di lapangan.

"Karena kemudian tidak bisa menggunakan sistem penyelidikan tertutup, sehingga kemudian sejak seminggu yang lalu kami ubah dengan penyelidikan terbuka. Ya sudah kita panggil mereka ke KPK, dan sudah dua orang yang dilakukan penyelidikan," ucap Ghufron. (X-15)

 

 

Baca Juga

BIRO PERS SETPRES/LUKAS

Reformasi Struktural Jalan Terus meski Pandemi

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 04:15 WIB
Jokowi meminta untuk menjadikan krisis sebagai momentum guna melakukan lompatan-lompatan kemajuan yang mungkin akan lamban jika dilakukan...
DOK: KLHK

Kementerian LHK Dukung Padat Karya Lewat Penanaman Mangrove

👤JI/S3-25 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 04:12 WIB
Keberhasilan pemulihan mangrove juga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Luhut menyampaikan apabila mangrovenya dalam kondisi...
MI/Adam Dwi

Pesantren Diminta Lahirkan Santri Gus Iwan

👤Mir/X-11 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 03:59 WIB
Pesantren harus bangun, tidak boleh tidur. Mari kita bangkit mengembangkan santri yang kuat sehingga negara juga menjadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya