Rabu 04 Maret 2020, 17:19 WIB

Stok Alat Kesehatan dan Pangan Aman Hadapi Korona

Faustinus Nua | Ekonomi
Stok Alat Kesehatan dan Pangan Aman Hadapi Korona

ANTARA/ARNAS PADDA
Petugas melakukan sosialisasi cegah wabah virus corona (Covid-19) kepada pelanggan di Apotek Kimia Farma Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Rabu.

 

DI tengah merebaknya penyebaran virus korona (Covid-19), Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan persediaan alat kesehatan dan kebutuhan pangan seperti beras aman. 

Hal itu dipastikan setelah Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi dua perusahaan BUMN yang bergerak di sektor tersebut yakni PT Kimia Farma dan Perum Bulog hari ini, Rabu (4/3).

Dalam kunjungan ke salah satu apotek Kimia Farma, Erick memastikan persediaan alat kesehatan seperti antiseptik dan masker dalam kondisi aman. Untuk masker sendiri, Kimia Farma mempunyai stok sekitar 251 ribu pcs dan akan ditambah hingga 7,2 juta pcs.

"Insya Allah alat-alat kesehatan aman. BUMN Farmasi siap menghadapi korona. Tidak perlu cemas dan panik. Kecemasan dan panik berlebihan tidak menjawab persoalan. Pemerintah serius melindungi masyarakat," ungkapnya, Rabu (4/3).

Saat ini, Kimia Farma memilik 1.300 apotek dan 600 klinik di seluruh Tanah Air. Kimia Farma juga menyediakan coronavirus corner di setiap apoteknya yang secara khusus digunakan untuk deteksi dini terkait infeksi virus korona.

Erick juga memastikan bahwa harga masker yang dijual tidak mengalami kenaikan meski permintaan masyarakat meningkat. Masker yang dijual Kimia Farma tetap dengan harga normalnya yakni Rp2.000/ pcs dan membatasi penjualannya untuk 2 pcs per orang dalam sehari.

"Itu supaya tidak terjadi kelangkaan dan digunakan sesuai kebutuhan. Semua masyarakat juga bisa membelinya," imbuhnya.

Baca juga: Stok Beras Aman, Erick Thohir Minta Masyarakat Tetap Tenang

Sementara untuk stok beras, Erick memastikan persediaan beras tetap aman bahkan hingga lebaran nanti. Bulang mempunyai stok 1,65 juta ton untuk semua gudangnya. Stok tersebut juga akan bertambahn mengingat pada April nanti sudah memasuki musim panen.

"Kita saksikan sendiri Buloh mampu menyediakan beras untuk seluruh masyarakat Indonesia. Dengan stok beras yang tersimpan di unit-unit Gudang BULOG seluruh Indonesia," ujarnya.

Erick pun meminta agar masyarakat tetap tenang dan meski terjadi panic buying. Menurutnya panic buying merupakan hal yang wajar dan yang dilakukan pemerintah adalah memberi edukasi.

"Namanya panik ya itu natural lah, kalau kita punya anak sakit panas pasti mau langsung cepat-cepat dibawah (rumah sakit). Tapi yang penting kita tidak bisa melarang orang panik, tapi kita memberikan edukasi kepada masyarakat kita siap, stoknya ada. Kalau dilarang orang panik gak mungkin, tapi kita ingin memberikan secara transparan data dan fakta bahwa ini ada barangnya," pungkasnya. (A-2)

Baca Juga

Ist/PLN

Ini Aturan Main bagi Pelanggan 450 VA dan 900 VA Prabayar PLN

👤M iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 01 April 2020, 22:11 WIB
Pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp3,5 triliun untuk pelanggan listrik tidak mampu sebagai bagian dari perlindungan sosial...
Antara/Sigid Kurniawan

BNI Fasilitasi Pensiunan Tidak Perlu Datang ke Bank

👤Raja Suhud 🕔Rabu 01 April 2020, 21:29 WIB
Pensiunan disarankan untuk bertransaksi secara elektronik menggunakan sarana mobile banking sehingga arahan pemerintah untuk di rumah saja...
Antara

Jubir Luhut Pastikan tidak Ada Penyetopan Moda Transportasi

👤Henri Siagian 🕔Rabu 01 April 2020, 21:27 WIB
"Pak Luhut memohon kepada semua pihak untuk tetap menyebarkan kabar yang baik dan benar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya