Rabu 04 Maret 2020, 16:24 WIB

Polda Sumsel Sita 24 Kg Sabu dan 695 Butir Ekstasi

Dwi Apriani | Nusantara
Polda Sumsel Sita 24 Kg Sabu dan 695 Butir Ekstasi

MI/Dwi Apriani
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Priyo Widyanto sampaikan rilis penangkapan kasus narkoba

 

TUJUH tersangka dengan 24 kilogram (Kg) sabu, 695 butir ekstasi serta satu pucuk senjata rakitan diamankan Polda Sumatra Selatan (Sumsel).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Priyo Widyanto mengatakan, tujuh tersangka itu ditangkap secara bertahap dari hasil pengembangan kasus yang dilakukan Polda Sumsel.

''Awalnya kita mendapati adanya temuan kasus peredaran pil ekstasi dan setelah itu kita kembangkan sampai kita dapat 2 kilogram sabu.
Kemudian dari situ kita dikembangkan terus hingga didapati 22 kilogram sabu. Jadi total yang kita sita ada 24 kilogram,'' kata Priyo dalam rilis di Mapolda, Sumsel, Rabu (4/3).

Ia menjelaskan, kasus mulai terungkap setelah pengedar 300 butir pil ekstasi ditangkap 14 Februari lalu. Selanjutnya peredaran itu dikembangkan hingga ke Kertapati, Kalidoni sampai ke Sukarami Palembang.

Adapun ketujuh jaringan yang ditangkap adalah IS, IK, RM, HA, SY, SE dan YK. Sementara bandar utamanya, AL berhasil melarikan diri saat digrebek di rumahnya di daerah Talang Betutu, Sukarami.

''Ada satu DPO, sejauh ini barang-barang didapat dari dia. Dapat dikatakan bandar dan saya sudah minta agar tindak tegas, kejar sampai dapat,'' kata Priyo.

Sementara itu untuk senjata api rakitan, kata dia, pihaknya mengamankan dari tersangka YK.

''Satu ini dari TKP ke empat atas nama YK, ini tidak ditemukan ada narkoba. Namun ditemukan senjata api rakitan dan juga masih dalam satu rangkaian,'' kata Priyo.


Ditambahkan Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Heri Istu mengatakan dari ketujuh pelaku turut diamankan barang bukti 4 mobil, 2 sertifikat tanah dan 4 unit sepeda motor.

''Semua barang bukti berupa mobil dan motor, termasuk 2 bidang tanah disita. Rencana ini akan kenakan pasal TPPU,'' katanya.

Ia menuturkan untuk penerapan pasal TPPU yakni untuk membuat jera para pengedar sabu. Tak hanya ungkap kasus dan menindak, polisi juga berencana memiskinkan para pengedar.

''Tugas kami itu tidak hanya mengungkap kasus, tapi memiskinkan bandar agar tak diulangi. Termasuk dengan menelusuri aliran dana hasil dari peredaran karena ini diedarkan di Palembang,'' jelasnya.

Atas kasus tersebut, para tersangka akan dikenakan pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) JO. Pasal 132 ayat (1) UU RI no.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

''Ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 20 tahun dan paling lama pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana mati, pidana penjara seumur hidup,'' tandasnya. (OL-2)

 

Baca Juga

MI/Djoko Sarjono

Pemkab Klaten Nyatakan KLB Covid-19 Warga Diminta Tenang

👤Djoko Sardjono 🕔Rabu 01 April 2020, 21:35 WIB
KABUPATEN Klaten (Jateng) menetapkan status KLB (kejadian luar biasa) Covid-19, Rabu (1/4), setelah salah satu PDP positif...
Antara

Empat Perjalanan Kereta Api Palembang-Lampung Dihentikan

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 01 April 2020, 21:34 WIB
Penyetopan operasional kereta tersebut untuk mendukung program pemerintah mencegah sebaran virus korona selama masa social distancing dan...
Antara

BBKSDA Riau Gagalkan Aksi Perdagangan Satwa Dilindungi

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Rabu 01 April 2020, 21:22 WIB
BBKSDA Riau bersama Balai Gakkum LHK Wilayah II Sumatra, berhasil menggagalkan aksi perdagangan satwa dilindungi di Jalan Lintas ...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya