Rabu 04 Maret 2020, 14:14 WIB

Upps, Insentif dan Promosi Pariwisata Ditunda Dulu

Dhika Kusuma Winata | Ekonomi
Upps, Insentif dan Promosi Pariwisata Ditunda Dulu

Antara/Ahmad Subaidi
Wisatawan mancanegara berjalan di pinggir Pantai Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, NTB, Selasa (3/3/2020)

 

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memutuskan penundaan pemberian insentif dan promosi ke beberapa negara yang terdampak virus korona (Covid-19).

Penundaan dilakukan hingga situasi mereda dan suasana kembali kondusif.

"Kita sudah putuskan untuk menunda promosi dan insentif mendatangkan wisatawan mancanegara di negara-negara yang saat ini terkena dampak virus korona seperti Korea Selatan, Jepang, Iran, Italia, dan lain-lain, di mana sudah dilakukan kepada Tiongkok sebelumnya," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama dalam pernyataan pers di Jakarta, Rabu (4/3).

Wishnutama menyampaikan keputusan penundaan tersebut merupakan bentuk peninjauan kembali terhadap rencana promosi dan insentif sektor pariwisata. Hal itu dilakukan untuk melindungi masyarakat agar penularan Covid-19 di Tanah Air tidak meluas.

"Hal itu tidak hanya untuk menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia, tapi juga kondusivitas ekosistem pariwisata Indonesia secara menyeluruh," ucapnya.

Pelaku Wisata Optimistis Insentif Kerek Turis Lokal

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan sejumlah insentif untuk mengantisipasi lesunya pariwisata serta mendorong wisatawan asing berkunjung ke Tanah Air.

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp298,5 miliar yang akan dibagi untuk beberapa pos. Pos pertama adalah maskapai dan agen perjalanan. Mereka mendapat insentif sebesar Rp98,5 miliar untuk menurunkan tarif tiket pesawat.

Kemudian, untuk kegiatan promosi sebesar Rp103 miliar, penyempurnaan daerah wisata sebesar Rp25 miliar dan influencer Rp72 miliar.

Anggaran bagi influencer sebesar Rp72 miliar inilah yang banyak dikecam publik. Banyak pihak beranggapan pelibatan influencer dalam upaya menggaet wisatawan asing datang ke Indonesia tidak akan efektif selama penyebaran virus Korona terus berlangsung.  (E-1)

Baca Juga

Antara/Fakhri Hermansyah

PUPR: Stok Infrastruktur Indonesia Jauh dari Standar Global

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 15:43 WIB
Stok infrastruktur Indonesia terhadap PDB berkisar 43% pada 2019. Itu masih jauh dari rata-rata standar global, yakni sebesar...
MI/M Taufan SP Bustan

Kemenperin Ingatkan Pentingnya Kekayaan Intelektual bagi IKM

👤 M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 15:35 WIB
Ditjen IKMA telah memfasilitasi pendaftaran 4.374 merek, 1.258 hak cipta, 79 desain industri, 17 paten dan 3 indikasi...
MI/Deny Susanto

Perhapi Dorong Pemanfaatan Limbah Tambang

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 15:20 WIB
Perhapi mendorong pemerintah melakukan pengawasan dan pembinaan agar perusahaan pertambangan memanfaatkan sisa hasil...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya