Rabu 04 Maret 2020, 13:44 WIB

Convid-19 Merebak, Tahan Pengiriman Pekerja Migran

Lilik Darmawan | Nusantara
Convid-19 Merebak, Tahan Pengiriman Pekerja Migran

MI/BARY FATAHILAH
Seorang karyawan Bank Mandiri membagikan masker untuk menangkal virus korona.

 

MEREBAKNYA Covid-19 di Asia, membuat pemerintah menahan diri dalam melakukan pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) terutama ke Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Taiwan, dan Singapura. Untuk PMI yang sekarang di negara-negara setempat diminta berhati-hati serta waspada terhadap infeksi virus korona.

Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Sukmo Yuwono mengungkapkan bahwa meski tidak ada moratorium pengiriman pekerja migran, tetapi pihaknya menahan diri.

"Kalau pengiriman tidak di-cancel, belum ada moratorium. Namun, kita menahan diri, melihat situasi di lapangan. Terutama pengiriman ke Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Taiwan dan Singapura," jelas Sukmo di sela-sela Sosialisasi Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (4/3).

Misalnya, untuk Korea Selatan, sampai sekarang sudah ada 23 ribu pekerja yang terseleksi. Sebetulnya pemerintah Korea Selatan masih membuka, namun pemerintah tetap menahan diri untuk pengiriman. Semuanya harus melihat situasi yang berkembang saat sekarang.

Menurutnya, pemerintah melalui perwakilan di luar negeri telah melakukan sosialisasi dan meminta mereka berhati-hati.

"Misalnya, kalau ada libur, boleh diambil, boleh tidak. Yang penting menghindari kerumunan. Selain itu, pemerintah juga telah mengirimkan masker-masker yang dibagikan secara gratis kepada mereka," ujarnya.

Dikatakan oleh Sukmo, pemerintah juga terus melakukan pemantauan kepulangan PMI. Namun demikian, yang penting adalah pemantauan di negara  asal.

"Jika memang tidak sehat, tentu tidak dapat pulang. Namun, sampai sekarang PMI yang ada di negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Hong Kong tidak mengalami kepanikan. Namun, mereka tetap harus waspada. Hanya ada satu PMI yang positif yakni di Singapura dan sekarang sudah sembuh. Untuk negara lainnya, masih belum ada," ujarnya.

baca juga: Bandara Bengkulu Tambah Petugas KKP Antisipasi Korona

Salah satu fokus pemantauan adalah di Korea Selatan yang kini tengah melonjak kasusnya. Apalagi PMI yang berada di Korea Selatan jumlahnya cukup besar, hingga puluhan ribu.

"Pemerintah telah pastikan untuk melakukan pengawasan dan hotline sudah disiapkan," tandasnya. (OL-3)

 

 

Baca Juga

Antara

Jatim Waspada, Jumlah Positif Covid-19 Melonjak

👤Faishol Taselan 🕔Minggu 05 April 2020, 20:50 WIB
Total positif covid-19 di Jatim mencapai 187 orang. Tambahan 35 orang ini, berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur. ODP berjumlah 1.0636...
ANTARA/SYIFA YULINNAS

Masyarakat Transportasi Minta Penetapan Tarif Baru Kapal Feri

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 April 2020, 20:34 WIB
Kementerian Perhubungan semestinya yang menerbitkan surat keputusan seputar seluruh jasa transportasi laut, udara, dan darat di...
MI/Widjajadi

Pemkot Solo Distribusikan Paket Sembako Warga Terdampak Covid 19

👤Widjajadi 🕔Minggu 05 April 2020, 19:35 WIB
Paket sembako ini untuk warga rentan miskin yang belum pernah menerima bantuan dari pemerintah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya