Rabu 04 Maret 2020, 12:33 WIB

Karena Korona, Uskup Semarang Usul Salam Damai Diubah

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Karena Korona, Uskup Semarang Usul Salam Damai Diubah

ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Umat katolik mencium salib saat Misa Perayaan Jumat Agung di Gereja Katolik ST. Thomas, Seyegan, Sleman.

 

USKUP Agung Semarang Monsinyur Robertus Rubiyatmoko mengusulkan kepada umat Katolik di wilayah kegembalaannya di sebagian Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta agar melakukan penyesuaian tata cara beribadah guna mencegah penularan virus korona baru penyebab COVID-19.

"Terkait pelaksanaan ekaristi dan ibadat lain, saya mengusulkan beberapa hal praktis, antara lain air suci di pintu-pintu masuk gereja untuk sementara kita kosongkan," katanya seperti dikutip dari Antara, Rabu (4/3).

Di samping itu, ia mengatakan, Salam Damai menjelang komuni dalam rangkaian ibadah ekaristi sebaiknya dilakukan secara sederhana dengan saling menganggukkan kepala atau membungkukkan badan, tidak dengan saling berjabat tangan sebagaimana biasa.

Baca juga: Marak Hoaks Korona, Menkominfo Ingatkan Ancaman Pidana

Para pembagi komuni, ia melanjutkan, sebaiknya juga mencuci tangan sebelum menjalankan tugas.

"Diharapkan para pembagi komuni (romo dan prodiakon) membagikan komuni dengan terlebih dulu mencuci tangannya," kata dia.

Ia juga menyarankan pelaksanaan rangkaian ibadat Jumat Agung pada Tri Hari Suci Paskah dilakukan secara sederhana.

Dalam rangkaian ibadat tersebut, menurut dia, jemaat cukup berlutut atau membungkuk di hadapan salib yang telah disediakan tanpa memegang dan atau menciumnya.

Monsinyur Ruby juga mengajak umat tenang dan bijaksana dalam merespons berbagai informasi mengenai penularan dan penyebaran virus corona.

Dia menekankan pentingnya menjaga kesehatan tubuh untuk menghindari penularan virus korona, antara lain dengan mengonsumsi makanan dengan gizi cukup, olahraga teratur, dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

"Karena itu, mari kita jaga kondisi fisik kita dengan meningkatkan daya tahan tubuh atau stamina kita," katanya.

Selain itu, ia mengatakan, sebaiknya mengenakan masker saat sedang flu, pilek, batuk, dan sakit tenggorokan.

"Semoga Tuhan melindungi dan menjaga kita dari segala bahaya, serta melimpahkan rahmat kesehatan bagi kita semua," kata Monsinyur Rubiyatmoko. (OL-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Hadapi Covid-19, STP Trisakti Beri Beasiswa Peduli

👤Syarif Oebaidillah 🕔Kamis 09 April 2020, 14:32 WIB
Program Beasiswa Peduli STP Trisakti memberi  potongan SPP kepada calon mahasiswa baru yang mendaftar masuk pada bulan April - Juli...
Antara

Ini Loh Penggunaan Masker yang Sesuai Anjuran WHO

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 09 April 2020, 14:05 WIB
PEMAKAIAN masker saat wabah Covid-19 bukan hanya untuk orang yang sakit. Namun, orang sehat dan melakukan aktivitas di luar rumah harus...
ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Salurkan Bansos, Komisi VIII DPR Beri Pesan ke Kemensos

👤Ihfa Firdausya 🕔Kamis 09 April 2020, 13:16 WIB
Bantuan Perlindungan Sosial harus segera dilakukan sesegara mungkin dengan memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat dan momentum menghadapi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya