Rabu 04 Maret 2020, 08:46 WIB

Seluruh Kejaksaan Harus Terapkan Integrasi Case Management System

Supardji Rasban | Nusantara
Seluruh Kejaksaan Harus Terapkan Integrasi Case Management System

MI/SUPARDJI RASBAN
Staf Ahli Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Tony Tribagus Spontana (kemeja putih), berkunjung ke Kejari Brebes, Selasa (3/3/2020)

 

KEJAKSAAN Agung Republik Indonesia menargetkan seluruh kantor kejaksaan negeri di seluruh Indonesia pada 2020 diharuskan menerapkan sistem integrasi Case Management System (CMS). CMS merupakan sistem integrasi data antar penegak hukum. Mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan dan Lapas. Staf Ahli Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Tony Tribagus Spontana, menyampaikan hal itu saat berkunjung sekaligus monitoring di Kejari Brebes, Jawa Tengah, Selasa (3/3).

"Ini harus menjadi perhatian, paling tidak di 500 lebih kantor kejaksaan negeri di seluruh Indonesia mulai menerapkan sistem CMS ini," ujar Tony.

Ia menerangkan sistem CMS yang akan diterapkan akan terintegrasi secara nasional.

"Jadi dengan CMS ini seluruh Kejari nanti wajib input data. Karena Kejagung sudah melakukan pelatihan. Jadi tidak ada kata lain untuk tidak menerapkan sistem CMS ini," ucapnya.

Tony menyebutkan melalui sistem CMS akan dapat diketahui kinerja setiap kejaksaan di seluruh Indonesia.

"Nah kinerja dapat langsung dimonitor oleh staf Kepresidenan dan Menkopolhukam," terangnya.

Dengan integrasi melalui sistem CMS juga bertujuan untuk memastikan reformasi birokrasi di semua lembaga kementerian, termasuk Kejaksaan dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Menurut Tony terkait kesiapan Kejari Brebes menerapkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM). WBK maupun WBBM bukan sekadar prestasi yang wajib diraih. Lebih dari itu, di setiap predikat yang didapat, ada komitmen dari instansi tersebut untuk memperbaiki diri, baik dari sistem maupun individu.
     
"Dari 35 kejaksaan negeri di Jawa Tengah, hari ini baru Kejari Brebes yang akan meraih predikat WBBM. Saya yakin tahun ini Kejari Brebes bisa meraih predikat itu," jelasnya.
     
Dia juga mengapresiasi Kejari Brebes karena dinilai memiliki komitmen yang kuat menuju WBK dan WBBM.

baca juga: Penumpang Luar Negeri ke Pekanbaru Menurun Akibat Korona

"Kabupaten Brebes ini bisa menjadi role model untuk wilayah lain di Jawa Tengah dimana ada ciri khas perkembangan WBK," puji Tony.
     
Sejumlah keunggulan yang dimiliki Kejari Brebes yakni desain serta perubahan di seluruh area. Bahkan, ada hal baru yang dapat dikembangkan menjadi inovasi berbasis optimalisasi pelayanan. (OL-3)

 

Baca Juga

Antara

Jatim Waspada, Jumlah Positif Covid-19 Melonjak

👤Faishol Taselan 🕔Minggu 05 April 2020, 20:50 WIB
Total positif covid-19 di Jatim mencapai 187 orang. Tambahan 35 orang ini, berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur. ODP berjumlah 1.0636...
ANTARA/SYIFA YULINNAS

Masyarakat Transportasi Minta Penetapan Tarif Baru Kapal Feri

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 April 2020, 20:34 WIB
Kementerian Perhubungan semestinya yang menerbitkan surat keputusan seputar seluruh jasa transportasi laut, udara, dan darat di...
MI/Widjajadi

Pemkot Solo Distribusikan Paket Sembako Warga Terdampak Covid 19

👤Widjajadi 🕔Minggu 05 April 2020, 19:35 WIB
Paket sembako ini untuk warga rentan miskin yang belum pernah menerima bantuan dari pemerintah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya