Rabu 04 Maret 2020, 08:45 WIB

KPK Komitmen Mencari dan Menangkap para Buron

Dhk/medcom/Ant/P-5 | Politik dan Hukum
KPK Komitmen Mencari dan Menangkap para Buron

ANTARA FOTO/Didik Suhartono/nz
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri

 

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri terus berupaya mengejar sejumlah tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Terkait dengan pencarian para DPO, yang pertama ialah KPK tetap pada komitmen untuk mencari dan menangkap para pelaku korupsi yang melarikan diri. Kedua, KPK sudah melakukan upaya pencarian di puluhan lokasi, tetapi keberadaan yang bersangkutan tidak ada," kata Firli di Jakarta, kemarin.

Firli juga meminta para buron itu menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Kalau mereka tidak menyerahkan diri, kita akan tetap melakukan pencarian sampai dia tertangkap. Kita akan kejar terus sampai tertangkap, targetnya itu," imbuh Firli.

KPK memasukkan Harun Masiku ke DPO sejak 17 Januari 2020. Harun diduga memberi uang kepada tersangka Wahyu Setiawan yang merupakan komisioner KPU melalui salah seorang staf di DPP PDIP sebesar Rp850 juta. Uang itu diduga untuk membantunya menjadi anggota DPR pengganti antarwaktu.

KPK juga menetapkan mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi beserta menantunya, Rezky Herbiono, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto sebagai tersangka. Dalam pencarian itu sejumlah tempat sudah diperiksa.

Di samping itu, KPK kemarin memanggil Direktur PT Dian Fortuna Erisindo, Renny Susetyo Wardhani. Dia diperiksa untuk tersangka Hiendra Soenjoto terkait dengan kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agung 2011-2016.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi," kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Ali belum membeberkan keterangan yang akan digali penyidik. Kuat dugaan keterangan Renny untuk mendalami pemberian Hiendra kepada Nurhadi.

Sebagaimana diketahui, Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari PT MIT milik Hiendra Soenjoto lewat menantunya, Rezky Herbiyono. Suap dimaksudkan untuk memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT Multicon Indrajaya Terminal. (Dhk/medcom/Ant/P-5)

Baca Juga

Dok.MI

Pengamat: DPR Prioritaskan Covid-19, RUU KUHP Nanti Saja

👤Putra Ananda 🕔Jumat 03 April 2020, 21:10 WIB
Pengesahan RKUHP tanpa pembahasan keseluruhan justru akan menambah panjang daftar masalah yang harus...
ANTARA/Reno Esnir

RUU KUHP dan Pemasyarakatan akan Dibahas di Komisi III DPR

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 April 2020, 20:43 WIB
Sebelumnya, Badan Legislasi (Baleg) meminta masukan dari masyarakat terkait 12 pasal dalam RKUHP yang sebelumnya mendapatkan sorotan dari...
Antara

Mendagri Minta Kepala Daerah Buka Jalan untuk Distribusi Logistik

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 03 April 2020, 20:18 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan  kepala daerah terkait pemblokiran jalan agar membuka akses dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya