Rabu 04 Maret 2020, 03:40 WIB

Pelaku Wisata Optimistis Insentif Kerek Turis Lokal

(Hld/OL/E-3) | Ekonomi
Pelaku Wisata Optimistis Insentif Kerek Turis Lokal

MI/ATET DWI PRAMADIA
Aktifitas wisatawan di pantai pasir putih Pulau Air, Kepulauan Seribu,

 

Pelaku wisata optimistis insentif hingga 50% yang diberikan pemerintah untuk sektor pariwisata per 1 Maret akan berjalan efektif. Insentif tersebut dinilai dapat menggairahkan sektor ini yang terancam anjlok akibat penyebaran virus korona baru atau covid-19.

"Saya rasa ini akan menggairahkan destinasi wisata domestik karena 10 destinasi wisata prioritas yang diberikan insentif ini sebetulnya sudah terkenal. Cuma sekarang lagi digemborkan lagi. Pemda juga ikut berinovasi. Jadi 10 destinasi ini sebetulnya sudah menjual," ujar Head of Domestic Panorama JTB Tours Indonesia Rery Sankyo di Jakarta, kemarin.

Menurut Rery, hingga saat ini belum ada data pasti terkait kunjungan wisata domestik. Namun, dilihat dari pemesanan tiket secara offline untuk paket berlibur, kata dia, jumlah wisatawan lokal tidak ada yang anjlok. Dia bahkan menyatakan sudah terjadi pemesanan paket liburan keluarga sampai Desember 2020 ini.

"Untuk pemesanan ini tidak ada yang anjlok untuk domestik ini. Sekarang ini kami sudah menerima permintaan secara offline untuk kategori family holiday itu sudah sampai Desember," jelasnya.

Dia menambahkan wisatawan yang tertarik bahkan memesan perjalanan liburan hingga akhir tahun ini telah ada. Untuk itu, pihaknya telah melakukan perencanaan pendanaan (budgeting) untuk pariwisata yang sudah dipesan.

"Jadi sudah ada yang melihat untuk travelling sampai Desember, kira-kira sebelum Natal, ya. Itu kita sudah mulai budgeting, dari sekarang mereka sudah bersiap. Mereka sudah mulai merencanakan," kata Rery.

Namun, pihaknya menyampaikan sejauh ini pemesanan melalui agen perjalanan Panorama ini memiliki destinasi terbanyak di Pulau Jawa, misalnya ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan lama waktu travelling hingga 5 hari.

Sementara itu, salah satu destinasi wisata favorit, Bali, terancam kehilangan 1 juta wisatawan, khususnya wisatawan dari Tiongkok, akibat penyebaran virus korona ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, kunjungan wisatawan asal Tiongkok pada Januari tahun ini menurun 3,44% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. "Bila ini terjadi dalam waktu yang lama, Bali akan kehilangan 1,1 juta pengunjung, khususnya wisman asal Tiongkok," kata Kepala BPS Bali, Adi Nugrono, Senin (2/3). (Hld/OL/E-3)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Swasembada Bawang Putih Makin Menjauh Akibat Aturan Dilanggar

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Maret 2020, 20:28 WIB
selain menabrak UU No.13 Tahun 2010 tentang Hortikultura, juga sekaligus menyepelekan UU 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan...
MI/Putra Ananda

Pengusaha Garmen: Harga APD Rp50 Ribu karena Calo Jadi Rp1 Juta

👤Putra Ananda 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:37 WIB
"Karena oknum dan calon tersebut, akibatnya harga APD yang beredar di pasaran saat ini melonjak hingga Rp300 ribu-Rp1 juta, padahal...
Antara/Idhad Zakaria

Menteri BUMN Pastikan Proyek Strategis Terus Berjalan

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 30 Maret 2020, 18:44 WIB
"Penting juga memberi sinyal positif bahwa di tengah-tengah kita amat fokus pada penanggulangan korona. Tapi tetap ekonomi kita harus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya