Selasa 03 Maret 2020, 21:46 WIB

Komnas PA Pertanyakan Kasus Pengeroyokan Anak oleh ASN di Lembata

Alexander P Taum | Nusantara
Komnas PA Pertanyakan Kasus Pengeroyokan Anak oleh ASN di Lembata

MI/Sumaryanto Bronto
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait

 

KOMISI Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) memastikan mengawal kasus penganiayaan seorang anak di bawah umur oleh aparatur sipil negara (ASN) pada akhir 2019 di Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait memastikan itu saat bertemu Kapolres Lembata AKB Janes H Simamora di Lewoleba, Selasa (3/3).

"Kami dari Komnas Perlindungan Anak tidak punya hak untuk memproses kasus ini. Tapi kami mengawal dan meminta agar segala proses hukum bisa lebih transparan," jelas Arist.

Baca juga: DPRD Lembata Pertanyakan Penggunaan Anggaran Pendidikan

Apalagi, sambung dia, Komnas PA mendapatkan laporan kalau angka kekerasan anak di Lembata masih cukup tinggi. "Kami berharap Kapolres dapat menindaklanjuti penanganan kasus penganiayaah terhadap korban oleh ASN," tegas dia.

Pada akhir 2019, seorang anak berusia 17 tahun dianiaya oleh empat orang. Seorang tersangka ialah ASN Abdullah Syukur Wilakada, istrinya, Iswanti Rahayu, Ali Bethan, dan seorang anak di bawah umur.

Baca juga: Merenda Harapan Anak-Anak Korban Kekerasan Seksual di Banyumas

Kapolres Lembata AKB Janes H Simamora memastikan kasus penganiayaan itu tetap diproses. Menurut dia, polisi telah melimpahkan kasus itu ke kejaksaan.

"Saya juga sudah memerintahkan kepada Unit PPA Polres Lembata agar melakukan imbauan ataupun sosialisi tentang hukum, undang-undang perlindungan anak kepada masyarakat sehingga masyarakat lebih paham. Kami tidak membela atau memihak pada salah satu pihak dalam menangani kasus anak di bawah umur yang terjadi selama ini di Kabupaten Lembata" ujar Janes.

Kejari Lembata Aluwi menjelaskan, pihaknya bekerja sesuai dengan prosedur dan siap menjadi fasilitator jika ada diversi. "Untuk  sementara berkas sudah ada di kami dan akan kami pelajari," ujar Aluwi.

Dia berharap semua pihak dalam menyelesaikan kasus ini dapat bersikap profesional. "Kami dari kejaksaan tidak pernah memperlambat kasus ini, kami bekerja sesuai aturan Hukum dan UU."

Menurut Kasi Pidum Kejari Lembata Ammar Deni Hari, perkara itu sudah diterima dari Januari 2020. "Berkas saat ini sudah berada di kami dan kami sedang melakukan penelitian berkaitan dengan berkas tersebut," ujar Ammar. (X-15).

Baca Juga

DOK MI

Nenek Berusia 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari Korona

👤Antara 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 03:40 WIB
Pada 28 April 2020, dari hasil swab test, Nenek Kamtin terkonfirmasi positif Covid-19. Ia kemudian menjalani perawatan di rumah sakit PHC...
ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Kota Malang Siapkan Perwal New Normal

👤Bagus Suryo 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 03:25 WIB
Untuk memasuki masa transisi setelah PSBB menuju masa adaptif atau new normal, diperlukan sejumlah...
DOK MI

Tiga Pasar di Banjarnegara Ditutup Sementara

👤Lilik Darmawan 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 02:55 WIB
Saat pasar kembali dibuka, Pemkab Banjernegara akan melakukan pengetatan pengawasan dan meminta kepada masyarakat untuk mengikuti protokol...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya