Selasa 03 Maret 2020, 21:25 WIB

Bulog hanya akan Salurkan Beras Premium Mulai Tahun ini

Bayu Anggoro | Nusantara
Bulog hanya akan Salurkan Beras Premium Mulai Tahun ini

MI/Anggoro
Direktur utama Bulog, Budi Waseso (ketiga dari kanan) saat meninjau gudang Bulog Jawa Barat di Bandung, Selasa (3/3).

 


BADAN Urusan Logistik (Bulog) memastikan mulai tahun ini akan meningkatkan kualitas beras yang dikonsumsi masyarakat. Untuk itu, beras medium yang selama ini lebih banyak disalurkan BUMN tersebut akan diganti dengan beras premium.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Bulog Budi Waseso saat meninjau ketersediaan beras di gudang Bulog Jawa Barat, di Bandung, Selasa (3/3). Dia juga memastikan mulai tahun ini hanya akan menyalurkan beras premium kepada masyarakat.

Baca juga: Tahun Depan, Bulog bukan Penyalur Beras BPNT

Hal itu sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat. "Bulog tak ada lagi beras medium. Setelah sisa (beras medium) ini habis, beras kita premium semua," katanya.

Selain dengan kualitas premium, Budi pun memastikan pihaknya akan menyalurkan beras yang bukan hasil penyimpanan di gudang.  Menurut dia, semua hasil ini seiring dengan dilakukannya berbagai pembaharuan di BUMN tersebut.

Menurut dia, selama ini pihaknya membeli beras medium dari pihak ketiga. "Ke depan Bulog punya mesin sendiri, kita kelola sendiri," katanya.

Dengan begitu, gabah yang diserap Bulog dari petani akan diolah sendiri oleh BUMN tersebut. "Tak lagi pihak ketiga. Pembeliannya (gabah) bisa lewat pihak ketiga. Tapi begitu kita gunakan, berasnya disetel dengan kualitas premium."

Meski hanya akan menjual beras premium, menurutnya masyarakat tak perlu khawatir karena harga yang diterapkan akan sama. "Beras premium, tapi harga medium. Ini baru namanya Bulog berpihak ke rakyat. Kalau sekarang beras medium, kasihan rakyat dikasih beras yang jelek-jelek. 2020 ini mulai kita berubah."

Lebih lanjut dia katakan, pihaknya pun akan meningkatkan keberpihakan kepada petani melalui pembelian dengan harga yang layak. "(Hasil petani) minimal 10% harus diambil. Kalau enggak, kasihan petani," katanya.

Nantinya, lanjut dia, begitu harga tinggi, pihaknya akan melepas beras ke umum dengan harga yang sesuai. "Begitu anjlok, ambil oleh Bulog dengan harga standar. Kita harus tahu, kasihan petani."

Tidak hanya itu, pihaknya terus berupaya dalam memotong mata rantai distribusi. "Masyarakat mudah belanja dengan mengakses online. Apa saja yang ada, bisa dibeli, tak usah datang ke pasar. Ini salah satu program kita untuk memotong mata rantai yang dimanfaatkan mafia," tegasnya. (BY/A-1)

Baca Juga

MI/Djoko Sarjono

Boleh Gunakan Dana Desa untuk Covid-19 tapi Jangan 100%

👤Tosiani 🕔Minggu 05 April 2020, 10:55 WIB
Dana desa tahun ini boleh digunakan untuk penanganan Covid-19, tetapi desa-desa di wilayah Temanggung, Jawa Tengah tidak dibolehkan...
Istimewa

Warga Surabaya Apresiasi Bantuan Sembako Cak Machfud saat PSBB

👤Faishal Taselan 🕔Minggu 05 April 2020, 10:15 WIB
WARGA Surabaya begitu mengapresiasi kepedulian Tokoh Masyarakat Surabaya Machfud Arifin, di tengah himbauan pembatasan sosial berskala...
ANTARA/Abriawan Abhe

Cegah Covid-19, Umat Kristen di Kupang Ibadah di Rumah

👤Palce Amalo 🕔Minggu 05 April 2020, 10:00 WIB
Ada juga sejumlah gereja yang melakukan siaran langsung prosesi ibadah kepada jemaat melalui live streaming di Facebook, serta radio milik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya