Selasa 03 Maret 2020, 18:29 WIB

Mendag: Jangan Panik, Setop Belanja Berlebihan

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Mendag: Jangan Panik, Setop Belanja Berlebihan

ANTARA
Sejumlah pembeli di salah satu pasar swalayan di Surabaya, Jawa Timur.

 

MENTERI Perdagangan Agus Suparmanto pastikan bahwa pemerintah memiliki ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok dan industri yang cukup sampai bulan Mei 2020. Hal ini dipastikan untuk meredam kepanikan publik terhadap virus korona yang sudah masuk ke Indonesia.

Menurutnya, sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan dua WNI yang positif terjangkit korona, Senin (2/3) kemarin, terjadi kepanikan dari sebagian kecil masyarakat yang melakukan pembelian barang pokok secara berlebihan di pusat perbelanjaan.

Baca juga: Pemerintah Jamin Ketersediaan Bahan Pokok

Menyikapi hal tersebut, menurutnya pemerintah akan melakukan berbagai langkah mencegah penyebaran virus korona dan mengatasi dampak yang akan timbul di sektor ekonomi akibat penyebaran virus tersebut.

"Pemerintah imbau masyarakat tidak panic buying atau belanja berlebihan karena pasokan barang kebutuhan pokok jumlahnya cukup. Jadi masyarakat diminta hati-hati dalam mengambil sikap belanja, silakan belanja sesuai dengan kebutuhan," ungkapnya saat melakukan konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (3/3).

Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa panic buying justru akan merugikan masyarakat karena dapat mendorong timbulnya ketidasktbilan harga disebabkan oleh ketidakseimbangan pasokan. Selain itu dia juga menambahkan pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak membuat informasi yang tidak jelas terkait pasokan dan harga bahan pasokan.

"Masyarakat jangan terpancing berita-berita yang tidak benar, sehingga menimbulkan kekahwatiran berlebihan. Sekali lagi kita tidak perlu panik atas situasi ini," lanjut Agus.

Sementara itu, menyikapi tentang permintaan yang tinggi terhadap masker, pemerintah juga mengimbau produsen agar masker tidak menaikkan harga jual kepada masyarakat.

"Imbauan ini juga ditujukan kepada distributor dan penjual pengecer. Selain masker, permintaan terhadap hand sanitizer juga tinggi, imabuan yang sama juga berlaku pada pejualan hand sanitizer kerana ini yang tengah dibutuhkan masyarakat," pungkasnya. (OL-6)

Baca Juga

Antara

Saham Inggris Kembali Melemah Tergerus 1,09 persen

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 06:35 WIB
SAHAM-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa atau Rabu WIB (28/10), memperpanjang penurunan untuk hari kedua...
Antara

Saham Prancis Merugi Dengan Indeks CAC 40 Jatuh 1,77 persen

👤Muhamad Fauzi 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 06:30 WIB
SAHAM-saham Prancis kembali ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa (27/10) atau Rabu WIB, mencatat kerugian untuk hari kedua...
ANTARA/Irsan Mulyadi

Pemerintah Berencana Sesuaikan Tarif Pungutan Ekspor CPO

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 06:27 WIB
Namun, besaran tarif itu belum dipublikasikan lantaran menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang saat ini masih dalam tahap...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya