Selasa 03 Maret 2020, 16:42 WIB

Satgas Pangan Ancam Tindak Tegas Distributor Nakal

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Satgas Pangan Ancam Tindak Tegas Distributor Nakal

MI/BARY FATAHILAH
Calon pembeli memilih masker di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin (2/3/2020).

 

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri Brigjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga memperingatkan para pedagang atau distributor untuk tidak memanfaatkan situasi terkait wabah virus korona saat ini dengan menaikkan harga. Dia menyatakan pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan tegas.

Peringatan itu ditegaskan Daniel menyusul terjadinya aksi borong oleh masyarakat (panic buying) setelah Presiden Joko Widodo menetapkan adanya warga Indonesia yang terkena positif virus korona.

"Apabila kondisi ini terjadi perubahan, kami tetap melakukan tugas kami untuk pemantauan ataupun melakukan tindakan hukum apabila ada rekan-rekan kita. Pemain-pemain di lapangan yang memanfaatkan situasi atau melakukan tindakan-tindakan lain mengambil kesempatan dalam situasi ini maka kami akan turun," ungkap Daniel dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (3/3).

Lebih lanjut, Daniel menambahkan bahwa langkah-langkah yang telah dilakukan pihaknya sejauh ini adalah menghimbau kepada seluruh anggota Satgas di daerah untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa semua pasokan pangan masih aman terkendali.

"Semua hasil pengecekan kita di lapangan masih keadaan terkendali, keadaan pangan masih terkendali dan terkontrol, pasokan masih ada dan distribusi masih terlaksana dengan baik," lanjutnya.

Selain itu, dia menyebut bahwa Satgas Pangan juga akan langsung melakukan koordinasi awal dengan APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel seluruh Indonesia) dan seluruh Satgas Pangan Daerah untuk mengecek situasi di lapangan.

"Kami langsung koordinasi untuk mengecek ketersediaan pangan dan pasokan pasokan terhadap seluruh retail, seluruh pasar yang ada," pungkas Daniel.


Seperti yang diketahui, Presiden Joko Widodo menetapkan adanya dua orang Indonesia yang positif terinfeksi virus korona. Hal ini pun membuat masyarakat langsung berbondong-bondong menyerbu toko swalayan dan pasar tradisional sehingga menyebabkan fenomena panic buying dab menyebabkan beberapa harga melonjak drastis. (E-3)

Baca Juga

MI/ARYA MANGGALA

Tarif Baru Wajib Pajak Badan Bisa Diberlakukan

👤Wan/E-1 🕔Minggu 05 April 2020, 07:50 WIB
Untuk masa pajak April 2020, dihitung berdasarkan laba fiskal yang dilaporkan pada SPT Tahunan 2019, tetapi sudah menggunakan tarif baru,...
Dok Setkab

Pemerintah telah Antisipasi Maraknya PHK

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Minggu 05 April 2020, 07:45 WIB
Pemegang kartu prakerja menerima total bantuan Rp3.550.000. Rinciannya, insentif Rp600 ribu selama empat bulan, biaya survei senilai...
MI/ROMMY PUJIANTO

Hari Ini, Donasi LG untuk Covid-19 Tiba di Indonesia

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Minggu 05 April 2020, 07:30 WIB
Perusahaan elektronik asal Korea Selatan, LG, merealisasikan janji untuk memberikan bantuan bagi penanggulangan wabah  virus korona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya