Selasa 03 Maret 2020, 16:00 WIB

Temuan Uang Palsu 2019 oleh Perbankan Cenderung Turun

Tosiani | Nusantara
Temuan Uang Palsu 2019 oleh Perbankan Cenderung Turun

MI/Tosiani
Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah BI Jateng Bambang Utomo

 

Temuan dan laporan uang palsu (upal) dari perbankan wilayah Jawa Tengah (Jateng) ke Bank Indonesia (BI) cenderung mengalami penurunan. Tren penurunan ini diperkirakan karena meningkatnya pemahaman masyarakat terkait upal. Kantor Wilayah (KW) BI Jateng membawahi kantor cabang Solo, Tegal, dan Purwokerto.

Demikian disampaikan Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah BI Jateng Bambang Utomo dalam kunjungannya ke Temanggung, Jateng, Selasa (3/3/2020).

Bambang menyebut sepanjang tahun 2019 pihak BI hanya menerima temuan dan laporan upal dari perbankan sebanyak 18.234 lembar terdiri dari uang pecahan Rp100 ribuan dan Rp50 ribuan. Jumlah ini cenderung turun dari temuan dan laporan perbankan sepanjang tahun 2018 yang mencapai 21.254 lembar, juga dengan pecahan uang yang sama.

Baca Juga: BI Kaltim Sita Uang Palsu Senilai Rp94,1 Juta Sepanjang 2018

Namun selama Januari tahun 2020 terdapat temuan dan laporan dari perbankan sebanyak 734 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribuan. Temuan ini cenderung lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2019 lalu yang hanya di kisaran 300-an lembar. Kisaran laporan upal dari perbankan rata-rata memang antara 200 lembar hingga 300 lembar per bulan. Tren temuan dan laporan tahun ini lebih tinggi, diakui Bambang, karena
adanya pending laporan akhir tahun 2019 lalu.

"Laporan dari perbankan ini sifatnya temuan, hasil olahan. Adapun tren turun ini ada kemungkinan pemahaman dari masyarakat yang sudah lebih mengetahui tentang upal," ujar Bambang.

Di samping itu, katanya, sejumlah kasus yang ditangani pihak kepolisian terkait upal juga memberikan kontribusi sehingga pelaku tidak lagi memalsukan upal. Namun demikian, pelaporan dari perbankan berbeda dengan kasus di kepolisian. Dari perbankan sifatnya general, sehingga tidak bisa diidentifikasi sebagaimana kasus temuan upal di Kepolisian.

Baca Juga: Kejari Temanggung Musnahkan Barang Bukti Hasil Kejahatan

Ia mencontohkan kasus temuan dari kepolisian sebanyak 600 lembar upal pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribuan di daerah Rembang beberapa waktu lalu. Temuan itu tidak masuk ke laporan perbankan.

Adapun temuan dari perbankan biasanya diserap dari masyarakat dalam transaksi di teller bank. Biasanya masyarakat menyetor uang ke bank lalu ditahan teller setelah terdeteksi bahwa itu merupakan upal. Teller kemudian menindaklanjutinya dengan melapor ke BI untuk dianalisis dan diklarifikasi.

"Setelah BI mengklarifikasi dan menyatakan itu uang palsu, maka kita sampaikan ke perbankan agar hal itu disampaikan kembali ke nasabah," kata Bambang. (TS/OL-10)

Baca Juga

ANTARA/Gusti Tanati

Papua Tingkatkan Status Jadi Tanggap Darurat Covid-19

👤Antara 🕔Kamis 09 April 2020, 09:06 WIB
Status tanggap darurat ditetapkan dari 9 April hingga 6 Mei...
MI/Djoko Sardjono

Bantu Stok Darah PMI, Kodim 0723 Klaten Gelar Donor Darah

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 09 April 2020, 08:52 WIB
Komando Daerah Militer (Kodim) 0723 Klaten melaksanakan aksi donor darah untuk membantu stok darah PMI yang kini kekurangan akibat pandemi...
MI/ROMMY PUJIANTO

Petani NasDem Bangka Barat Manfaatkan Lahan 7 Ha Untuk Pertanian

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 09 April 2020, 08:40 WIB
Ketua Petani NasDem Bangka Barat, Wanara mengatakan sayap NasDem yakni petani Nasdem sangat konsen terhadap sektor pertanian,dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya