Selasa 03 Maret 2020, 12:23 WIB

Gandeng Polri, Kominfo akan Tindak Tegas Penyebar Hoaks Korona

Antara | Humaniora
Gandeng Polri, Kominfo akan Tindak Tegas Penyebar Hoaks Korona

MI/ANDRI WIDIYANTO
Para pekerja di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat mengenakan masker saat beraktivitas.

 

MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan telah berkomunikasi dengan Kepolisian RI untuk menindak penyebar hoaks mengenai virus korona.

"Kami, Kominfo, sudah berkomunikasi dengan Kepolisian RI untuk mengambil tindakan-tindakan penindakan hukum karena masalah coronavirus bukan lagi masalah epidemik di dalam negara kita tetapi telah menjadi masalah global," ujar Johnny ditemui di sela acara Grab Ventures Velocity, di Jakarta, Selasa (3/3).

Lebih lanjut, Johnny menekankan memproduksi dan menyebarkan hoaks dapat merugikan diri pribadi, keluarga, masyarakat hingga bangsa dan negara.

Terlebih, lanjut Johnny, memproduksi dan menyebarkan hoaks telah diatur dalam Undang-Undang, dengan sanksi pidana dan material.

"Pidananya enam tahun, materialnya hampir Rp1 miliar, dan itu tentu law enforcement," ujar dia.

Baca juga: Pemerintah Diminta Serius Tangani Korona

Menteri Johnny juga menyebutkan, hingga Senin (2/3), telah ada 143 hoaks terkait virus korona.

Dia juga mengajak masyarakat untuk ikut melindungi negara dengan tidak menambah daftar panjang catatan Kominfo terkait hoaks virus korona tersebut.

"Saat ini, Ibu Pertiwi memanggil kita, memanggil segenap komponen bangsa kita, untuk mari kita menjadi perisai Indonesia. Di bidang informatika cara kita menjadi perisai ibu pertiwi adalah tidak memproduksi hoaks, tidak menyebarkan hoaks," kata Johnny.

Lebih jauh, Johnny juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan diri agar terhindar dari virus korona, sebab episentrumnya tidak saja di Tiongkok, tapi telah menyebar ke negara lainnya, seperti Korea Selatan, Iran, dan Italia.

"Tugas kita sekarang bersama-sama pemerintah dan seluruh masyarakatnya untuk menjaga agar dengan dua pasien COVID-19 yang diumumkan kemarin. Maka, tugas kita bersama-sama untuk menjaga agar penyebarannya dibatasi, dijaga," ujar Johnny.

"Sehingga, kita aman dengan cara ikutilah petunjuk-petunjuk yang resmi diberikan kementerian kesehatan dan WHO di tingkat dunianya,"
tambah dia.

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengumumkan temuan kasus infeksi virus corona pertama di Indonesia pada Senin (2/3).

Di Istana Merdeka Jakarta, Presiden menjelaskan bahwa virus korona baru didapati menyerang seorang ibu berusia 64 tahun dan putrinya yang berusia 31 tahun. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Ini Jadwal Terbaru Pendaftaran dan Pelaksanaan UTBK 2020

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 06 April 2020, 19:35 WIB
Pendaftaran UTBK dan SBMPTN akan digelar pada 2-20 Juni 2020. UTBK dilaksanakan pada 5-12 Juli 2020. Sedangkan pengumuman SBMPTN dilakukan...
MI/Agung Wibowo

RS PMI Bogor Siap Tangani Pasien Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 06 April 2020, 18:55 WIB
Rumah Sakit (RS) PMI Bogor siap menangani pasien yang terinfeksi virus covid-19. Kesiapan RS dibuktikan dengan menyiapkan sebanyak 23 ruang...
Antara

Pekerja Diminta Pahami Skala Prioritas Pemerintah Atasi Covid-19

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Senin 06 April 2020, 17:59 WIB
Pekerja buruh diminta untuk memahami posisi pemerintah yang memberikan skala prioritas tetapi tanpa mengorbankan begitu saja nasib dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya